Dhavin Bos Mafia Jatuh Cinta Kepadaku S2

Dhavin Bos Mafia Jatuh Cinta Kepadaku S2
79 : DBMJCP : Nyawa sudah di beli


__ADS_3

“Eh?” Vinella terkejut dengan apa yang terjadi pada tubuhnya, karena saat ini tubuhnya di gendong dengan gaya bridal. 


“Apa kamu seterkejut itu, gara-gara aku bisa menangkapmu?” 


“I-iya, bukankah tadi kamu ada di ujung sana, kenapa bisa ada disini dan menangkapku?” Tanya balik Vinella, dia tidak paham seberapa cepat yang bisa di ampu oleh pria ini sampai dalam waktu singkat sudah ada di belakangnya dan berhasil menyelamatkannya dari insiden menenaskan tadi?


“Karena kamu sendiri adalah aset, setidaknya aku juga harus menjagamu.” 


NGIKK..!


Kuda putih yang di tunggangi oleh Vinella tadi pun berlari dan berkeliaran tanpa arah, sehingga satu-satunya untuk mengatasi kuda yang sedang tidak terkendali itu adalah dengan menembaknya. 


Satu orang dengan senapan panjang sudah bersiap untuk menembak, dan dalam beberapa detik kemudian, kuda itu terjatuh dan ambruk tidak sadarkan diri, karena mendapatkan obat bius. 


“Bossy.” Lirih Vinella melihat kuda kesayangannya malah di bius. 


“Di saat aku sudah disini, apa kamu tidak akan menanyakan hal yang ingin kamu tanyakan sampai mengejarku seperti tadi?” Kata Freddy. 


Padahal beberapa saat lalu, Vinella dengan semangatnya mengejarnya, tapi giliran sekarang dirinya suda ada di depan mata Vinella, Vinella justru lebih memperhatikan kuda nya sendiri yang sedang di tangani itu. 

__ADS_1


Tapi itu hanyalah tatapan penuh simpati yang berlangsung singkat saja, karena akhirnya Vinella menaruh perhatiannya kepada Freddy yang kini masih sedang menggendongnya. 


“Jawab, apa alasanmu? Dan apa-apaan tadi malam, kenapa kamu menyamar menjadi Bos?” Dua pertanyaan paling utama juga mendasar akhirnya keluar juga dari mulutnya Vinella. 


Vinella punya tugasnya sendiri sebagai pelayan, dan Freddy pun sama. “Karena kita sama-sama menyamar, bukannya harus saling bertemu agar pesan kita berdua tersampaikan?”


Mendengar kata-kata itu dari mulu Freddy, Vinella langsung mengangkat tangannya dan menyingkirkan wajah Freddy agar tidak dekat-dekat dengannya, karena Vinella masih belum bisa menghilangkan ingatan yang terjadi tadi malam, karena ulah dari Freddy yang menciumnya tepat di depan umum. 


“Jangan mengatakan hal menggoda seperti itu kepadaku.” Kata Vinella. 


“Kenapa?” Freddy tersenyum tipis melihat reaksi Vinella yang dulunya terlihat cuek dan tidak mudah di dekati, tapi semenjak malam itu, Vinella jadi mudah dikendalikan seperti burung yang bisa Freddy dapatkan dan dia masukkan kedalam sangkar. 


Wajah Vinella pun jadi memerah. “Aku tidak akan mengatakan apapun.”


“Berarti artinya ingin mengatakannya dengan bahasa tubuh?” Lagi-lagi kalimat gombalan itu keluar dai mulutnya. 


Vinella lantas menatap wajah Freddy dan bertanya. “Apa kamu belajar menggombal dari Bos mu sendiri?”


Rekasi Freddy justru adalah senyuman miring yang cukup mecibir. Ya, dia mencibir dirinya sendiri. “Jika bukan karena itu, aku tidak mungkin berdiri di sini. Kamu tahu maksudku itu, karena pada akhirnya kamu juga punya peran yang sama denganku. Dengan kata lain, kamu dan aku mulai ini tidak akan bisa di pisahkan, sesuai dengan situasi dari Dhavin.” Jelas Freddy. 

__ADS_1


Freddy menjelaskan situasinya yang berperan sebagai bayangannya Dhavin, dan Vinella pula, dia yang awalnya hanya di tugaskan di bagian paling bawah, tiba-tiba saja di angkat menjadi bayangannya Revina, maka sudah jelas, tugas dari mereka berdua adalah sama, yaitu untuk menjadi pengganti dari kedua majikan mereka berdua. 


Dan karena pekerjaannya itulah, Vinella pun jadi sering bertemu dengan Freddy. Karena tugas mereka berdua tidak jauh berbeda. 


Itulah awal kedekatan Freddy dengan Vinella yang belum satu tahun penuh ini dijadikan bayangannya Revina. 


“Aku tahu itu. Tapi- kamu benar-benar berani, kenapa justru menciumku? Kenapa juga kamu menerima tantangan dari Visco itu? Kalau Bos tahu bagaimana? Yang ada Bos me-”


Freddy tertawa kecil. “Selama kita berdua di butuhkan, Dhavin tidak akan melakukan apapun kepada kita selain hukuman saja. Jadi jangan khawatirkan soal nyawamu, karena nyawamu itu juga sudah di beli oleh dia, sama sepertiku, Vinella.” Jelas Freddy. 


Dia sangat tahu kalau apa yang di lakukannya malam tadi sungguh sebuah kecerobohan, karena berani mencium Vinella dengan penampilannya Dhavin. 


Tapi karena nasi sudah menjadi bubur, dan lambat laun Dhavin juga akan tahu dengan berita Dhavin mencium seorang pelayan di pesta ulang tahunnya, maka Freddy hanya mengulas senyuman lemah. 


Dia tetap akan menerima konsekuensi yang harus dia tanggung karena kesalahannya itu. 


Meskipun, dia pada akhirnya memiliki satu permasalahan, yaitu Revina. 


Kira-kira akan seperti apakah jika berita itu sampai di telinga wanita itu?

__ADS_1


__ADS_2