Dhavin Bos Mafia Jatuh Cinta Kepadaku S2

Dhavin Bos Mafia Jatuh Cinta Kepadaku S2
135 : DBMJCP : Di kepung


__ADS_3

Setelah berhasil menumbangkan wanita asing tadi, Revina berlari kabur untuk menjauhi semua ancaman yang ada di belakangnya itu. 


‘Hah …hah….hah…, aku harus pergi, aku tidak mau di sini menunggu bantuan, atau aku sendiri lah yang pelan-pelan melihat banyak darah tumpah di sini. Aku tidak mau! Aku mending pulang saja! Ah! Dhavin, kalau saja aku minta yang sederhana saja, aku pasti tidak akan mengalami hal seperti ini. 


Aku jadi menyesal mengatakan keinginanku kepada Dhavin.’ Kedua kakinya terus berlari, dengan perasaan takut, ekspresi wajah yang menyiratkan dua hal itu benar-benar memperlihatkan ketakutan dan kekhawatiran nya. 


Ia khawatir kalau ia akan di tangkap, dan takut kalau hari ini adalah hari terakhir menjalani kedamaian nya. 


‘Dhavin! Tolong aku! Aku butuh kamu!' Teriak Revina di dalam hati, berharap tinggi bahwa sosok dari pria yang sangat ia rindukan dan ia butuhkan bisa datang kepadanya. 


Hingga tak lama kemudian, sebuah lampu sorot dari sebuah mobil yang datang ke arahnya, langsung mmebuat Revina semakin takut, dia takut kalau mobil itu adalah orang suruhan dari wanita tadi, maka dari itu, Revina pun berlari ke arah lain. 


Tapi seperti yang di harapkan, mobil itu lebih cepat dari kakinya yang sedang berlari, sehingga tanpa butuh waktu yang lama, mobil tersebut sudah berhasil menyusulnya dan berhenti tepat di depannya. 


“Berhenti wanita.” Suara milik salah satu orang laki-laki langsung membuat wajah Revina semakin pucat pasi. 


Mobil hitam yang berhenti di depannya itu menurunkan tiga orang pria, dan mereka berlari berpencar untuk mengepung Revina yang sekarang hanya sendirian saja. 


“Hei, ternyata wanita ini mau menikah ya?”


“Tapi sayang sekali, gaun mahal itu sudah kena dara, siapa namamu?” Goda pria ini. 


Satu orang pria lagi yang kini berdiri di belakang Revina, terus memperhatikan Revina dari atas sampai bawah. 


‘Kenapa ini harus terjadi kepadaku sih? Hidup jadi Istri orang kaya memang susah. Tapi- mau bagaimana lagi? Aku kan sudah terlanjur menikah dengan Dhavin, dan aku orang yang tidak suka dengan perceraian.’ Revina pun jadi merenung, karena malam yang seharusnya menjadi malam yang paling berkenang, malah menjadi kesan paling buruk sepanjang sejarah.


Dia tidak tahu lagi apa yang harus ia perbuat, karena ia benar-benar lelah dari semua ini. 

__ADS_1


Harusnya menjadi hari yang bagus, tapi semua itu adalah ekspektasi belaka yang terlalu besar untuknya. 


‘Dhavin~ Apa kamu bisa datang kesini? Aku lelah, lebih baik aku tiduran di rumah saja menemani Levine dan Louisa, ketimbang harus merayakan ulang tahun pernikahan kita.’ Benak hati Revina. Merasa lelah harus teriak sana dan sini, bahkan tenaga untuk sekedar berlari saja terasa sudah tidak ada lagi, Revina pun hanya diam saja tanpa memperdulikan pandangan dari ketiga orang ini. 


“Jangan di tanya, dia sudah terlihat lelah seperti itu. Lebih baik tangkap saja dulu sesuai permintaan Tuan.” Ucap orang ini kepada kedua teman lainnya. 


Mereka berdua pun mengangguk setuju. 


Karena itu, melihat Revina seperti orang yang sudah tidak ada niatan untuk kabur lagi karena dari wajahnya saja sudah terlihat seperti orang yang kelelahan, mereka bertiga pun sama-sama berjalan ke depan, menghampiri Revina untuk menangkapnya. 


‘Dhavin~ Maafkan aku, aku tidak bisa menjaga apa yang ingin kamu pertahankan dari diriku ini.’ Kata hati Revina. 


TAP….TAP….TAP……


Langkah dari tiga pasang kaki itu pun terus berjalan mendekati Revina yang hanya berdiam seperti patung. 


“Itu keputusan yang cukup bagus, wanita.” Jawab salah satu dari mereka bertiga. 


Dan mereka bertiga pun tanpa sungkan langsung berjalan lebih cepat ke menuju Revina. 


‘Ya, aku pikir ini keputusan yang cukup bagus, agar aku bisa melakukan apa yang aku inginkan, agar tidak banyak merepotkan lebih banyak orang lagi, karena harus melindungiku. 


Dhavin~ Dhavin, maafkan aku, entah apa yang akan kamu pikirkan tentangku setelah ini, aku akan menerimanya.’ Merasa berat hati dengan keputusan yang ia ambil itu, Revina pun jadi semakin menunduk. 


Mereka bertiga pun mengira kalau Revina semakin takut, dan tidak mau berpisah dengan cara yang buruk seperti ini. 


Tapi memang itulah yang sedang Revina rasakan.

__ADS_1


“Untuk mencegahnya kabur, sebaiknya ikat dia.” Perinah salah satu diantara mereka bertiga, dan tiga orang itu pun mengangkat tangannya, semakin dekat, dekat, dan berakhir tanpa jarak sedikitpun, akhirnya salah satu dari mereka mengeluarkan borgolnya untuk mengikat kedua tangan Revina. 


“Maaf~” Lirih Revina, saat kedua tangannya saat ini ada di depan, dan mulai terborgol.


WUSSHH….~


Angin yang cukup besar itu pun menerpa tubuh mereka semua, termasuk Revina, yang mana rambut hitam miliknya yang terurai itu pun jadi berkibar. 


KLEK.


Borgol itu pun akhirnya terkunci, memborgol kedua tangannya Revina yang kini mulutnya hanya menutup rapat. 


“Ternyata ini terlalu mudah. Ayo pergi,” perintahnya, sedikit menarik tangan Revina untuk di bawa pergi. 


Tapi perintah untuk Revina agar pergi ikut dengan mereka bertiga, tidak di respon sama sekali. 


“Wanita, bukannya kamu sudah menyerah, jadi ikut kami.” ucap pria berkepala plontos itu. 


“Mungkin saja dia ingin di gendong manja, gendong saja dia.” Ucap teman dari orang pertama tadi. 


“Ha~ Benar juga, pasti kamu mau aku menggendongmu kan? Baiklah, akan aku turuti.” Tanpa sungkan, pria ini pun sedikit membungkukkan tubuhnya ke depan Revina, dan akan menggendong tubuh Revina ala bridal. 


Tapi di saat itulah, Revina yang awalnya terdiam saja, saat melihat pria asing yang tidak Revina kenal itu hendak menggendongnya, Revina langsung menyipitkan matanya, dan tepat ketika wajah mereka berdua sangat dekat, Revina akhirnya membuka suara. “Ha~ Memangnya siapa yang mengizinkanmu menyentuh tubuhku? Jelek.” Ucap Revina dengan nada rendah. 


“.........!” Mereka bertiga seketika langsung diam membisu, dan menatap sengit Revina yang tiba-tiba saja menghina salah satu temannya itu. 


__ADS_1


__ADS_2