Dhavin Bos Mafia Jatuh Cinta Kepadaku S2

Dhavin Bos Mafia Jatuh Cinta Kepadaku S2
50 : DBMJCP : Tembakan jitu.


__ADS_3

“Hachumm..!” Bersin Revina, di tengah-tengah dirinya sedang menonton Tv sendirian di dalam kamarnya. 


Revina segera mengusap hidungnya yang terasa gatal itu. 


“Apa ini? Aku dari tadi bersin terus. Ac nya juga teralalu dingin nih.” Revina segera mematikan AC dan membiarkan Tv untuk tetap menyala disaat Revina kembali meringkuk untuk tidur kembali. 


Revina melakukannya dengan sengaja, biar ada suara yang menemani malamnya yang akan terasa panjang, sebab di samping sebelah kanannya persis, sisi di sana rasanya lebih banyak kosong/ 


Itu yang membuat Revina jadi merasa hampa, saat terus di tinggal pergi lagi dan lagi oleh Dhavin. 


“Dhavin, kapan pulang ya?” Lirih Revina seraya tangan kanannya mengusap lembut sisi kasur di sebelah kanannya persis. 


Walaupun samar, bisa mencium aroma sisa dari aroma tubuh milik Dhavin yang tertinggal itu, Revina dengan menghayati, mencoba untuk merasakan aroma itu langsung ke sisi kasur yang biasa Dhavin tempati untuk tidur itu. 


“Baru juga pergi, tapi aku sudah merindukannya. Ada apa ya dengan aku ini?” Lirihnya. Dia pun jadi tiduran dengan posisi yang salah.


*


*


*


“Dia sudah pergi ayo lakukan sesuai dengan rencana.” Kata pria ini, sudah menunggu lumayan lama sampai Dhavin keluar dari rumah. 

__ADS_1


“OK.” Sebuah senjata laras panjang yang dia bawa langsung dirakit dan di persiapkan untuk menembak target mereka, dan targetnya adalah Revina yang kembali bangun karena ingin pergi ke toilet. 


“Bidik yang tepat.” perintahnya lagi. 


“Iya..iya, Dasar bawel. Jangan berisik atau konsentrasiku hilang.” Balasnya. Mata kiri nya pun dia tutup, mata kanannya dia gunakan untuk melihat ke arah teropong dan mencari target sampai keluar dari toilet, tepat setelah target terkunci, maka jari telunjuknya pun langsung menarik pemicunya. 


DORR…!


__________


WUSH…..


Angin besar sesaat datang dan langsung menghilang begitu saja. Meskipun anginnya menghilang setelah menerjang tubuhnya, maka tidak dengan suaranya. 


Tapi karena hidangan makanannya hampir selesai, maka Arlsei pun masih bisa melakukan pekerjaan lain yang dikerjakan oleh layar laptop miliknya. 


“Sekarang Tuan bergeser dua puluh lima derajat ke samping kanan. Disana ada penembak jitu yang dari tadi berhasil melumpuhkan para penjaga kita.” Beritahu Arlsei. 


Saat ini Arlsei sedang melakukan plating agar bisa memberikan penampilan cantik di piring yang cantik pada piring yang sudah di isi makanan miliknya, yang akan disajikan untuk Nyonya muda nya. 


Sedangkan orang yang dipanggil Tuan oleh Arlsei itu, bibirnya tersenyum sinis, lalu tangan kanannya mencoba menggeser sedikit senjatanya miliknya sesuai dengan arahan yang diberikan oleh pelayan pribadinya itu beberapa saat tadi. 


‘Kalian ternyata masih berani mengusik tempatku. Hahh~ Sebenarnya kamu akan melakukan berapa banyak lagi, Visco? Kamu pikir aku tidak tahu alasanmu aku diundang adalah agar aku meninggalkan Revina? Hah! Yang benar saja, aku tidak akan mungkin termakan oleh pancinganmu itu.’ Pikir pria ini, yang saat ini sedang dalam posisi tengkurap di atas rooftop persis. 

__ADS_1


Dengan masih menggunakan pakaian lengkap dalam balutan jas hitam formal miliknya, dia yang seharusnya ada di tempat pesta, saat ini dengan tangannya sendiri dia justru sedang mempertahankan wilayahnya dari para musuh yang mengganggu kedamaian milik nya. 


Dan dia adalah Dhavin Calvaro. 


Dhavin pun kembali menarik pemicunya dan hasilnya peluru yang tersimpan di magazine langsung berkurang satu. 


DOR..!


Satu lagi, Dhavin berhasil melumpuhkan satu musuhnya yang bersembunyi jauh di depan sana. 


DOR…!


Setelah berhasil menumbangkan satu musuh yang sama-sama penembak jitu, maka Dhavin pun mulai mencari target lainnya dengan menggunakan bantuan dari Arlsei. 


“Mana lagi?” Tanyanya. Mempersiapkan peluru yang baru. 


“Di arah jam sembilan dari posisi anda.” Kata Arlsei sekali lagi, mengarahkan sang penembak jitu profesional dari seorang Dhavi Calvero sekaligus seorang pria yang belum lama ini menjabat sebagai seorang Ayah untuk kedua anaknya.


Demi melindungi apa yang di cintainya, maka dengan tangan serta kemampuan yang dimiliki Dhavin, pria itu akan mengerahkan apa yang dimiliknya untuk bisa melindungi keluarga kecilnya yang baru saja Dhavin bangun.


Sekalipun memang harus menggunakan cara yang kasar, maka Dhavin tidak peduli, asal Revina, yang menjadi salah satu dirinya yang sekarang bisa Dhavin lidungi.


DOR…!

__ADS_1


Dengan matanya yang cukup tajam itu, maka setiap bidikan yang barhasil terkunci dalam matanya yang punya bidikan yang cukup akurat, selalu membuahkan hasil yang cukup memuaskan.


__ADS_2