Dhavin Bos Mafia Jatuh Cinta Kepadaku S2

Dhavin Bos Mafia Jatuh Cinta Kepadaku S2
125 : DBMJCP : Rencana 2


__ADS_3

Melepas semua pikiran mengenai Revina menuju rencana yang mulai Dhavin buat, Dhavin langsung berbicara panjang lebar dengan Vinella, Freddy dan Arlsei.


"Aku akan memberi tahu rinciannya. Arslei,-"


"Ya, Tuan?" Sahut Arlsei.


"Seperti yang kamu katakan tadi pagi, rias Revina, aku harap kamu bisa merubah dia menjadi bidadari," Perintah Dhavin. Walaupun raut wajahnya cukup datar, tapi rona telinganya yang memerah sudah cukup mengartikan bahwa Dhavin memang mengharapkan sesuatu yang menakjubkan terjadi untuk Revina.


'Bos sangat bucin sekali dengan Nyonya. Apa Bos terkena mantera pengikat hati oleh Nyonya?' Vinella sebenarnya sudah terkekeh dalam diam, sebab dia baru pertama kalinya melihat ada orang yang begitu mencintai wanita nya sampai tahap cukup ekstrim seperti ini.


Bagaimana tidak ekstrim, karena demi untuk melangsungkan perayaan ulang tahun pernikahan nya saja, harus melibatkan banyak orang untuk menjadi peran dalam drama milik mereka berdua, dengan cara apapun itu.


Sekalipun nantinya akan ada yang terbunuh, karena malam nanti bukanlah malam seperti malam biasanya.


"Lalu Vinella, kamu pergi ke rumahku, aku sudah siapkan gaun pengantin untuk dua orang, jadi rias dirimu sendiri dan pakai gaun itu. Setelah itu, kamu akan pergi bersama dengan Arlsei sebagai sopirmu. Lalu untuk berjaga-jaga, kamu harus berperan sebagai Revina dengan percakapan ini." Dhavin langsung menekan tombol enter, dan alat printer berbentuk persegi panjang dan cukup tipis itu, tiba-tiba mencetak selembar naskah untuk Vinella baca.


"Ini cukup sedikit." Ucap Vinella saat melihat naskah yang cukup sedikit itu.


"Ya, kamu bahkan bisa langsung menghapalnya. Tapi memang seperti itulah sifat dia, lakukan saja seperti orang gila. Dan pura-pura jadi lemah, kamu bisa memerankan nya lebih baik dari siapapun." Papar Dhavin memberikan bumbu pujian, agar si Vinella itu bisa lebih semangat lagi.


“Peran sudah, sekarang tinggal rencana yang lain. Aku sudah menyuruh Arlsei untuk mengerjakan dua tempat untuk di hias sekaligus,” Dhavin memperlihatkan lokasi pertama yang letaknya di tepi danau, dan di sana tempatnya pun sudah dihias sedemikian bagus, sampai Vinella sebenarnya terbesit rasa iri. “Sebagai pengecoh aku akan membuat satu orang yang waktu itu hendak menculikmu itu untuk menjadi diriku di lokasi ini.” 


“Apa?” Vinella terkejut, rupanya rencana dari Bos nya itu masih berlanjut, hingga orang lain pun harus ikut campur juga. “Si penjahat yang mau menculikku malam itu? Memangnya Bos yakin? Membuat orang itu jadi diri Bos?”


Dengan posisinya yang masih duduk dengan postur tubuh yang sempurna, Dhavin hanya melirik Vinella sekilas sebelum Dhavin kembali menatap layar laptop nya. “Aku hanya mengantisipasi sesuatu yang buruk.” Jawabnya. 


“Itu, benar juga. Tapi memangnya orang itu mau?” Tanya Vinella lagi.


Karena dia termasuk anggota baru yang masuk kedalam lingkup pribadi dari Dhavin, makannya mereka bertiga tidak heran jika Vinella akan bertanya terus secara merinci.

__ADS_1


“Jadi begitu, pantas saja aku diberikan tugas untuk melakukan sesuatu terhadapnya.” Sela Freddy. Dia kini menatap tangan kanannya sendiri dengan tatapan kian termenung jauh. 


“Memangnya apa yang kamu lakukan? Bahkan aku sempat berpikir kalau ke empat orang yang mau menculikku itu dibunuh semua.” Kata Vinella, karena dia sempat mendapatkan berita kalau penculiknya sudah ditangani oleh Bos sampai mati dan di urus oleh Freddy untuk dikembalikan kepada pemiliknya. Tapi Vinella sama sekali tidak tahu kalau salah satu diantara mereka masih hidup. 


“Aku menghipnotisnya,” Jawab Freddy dengn seringaian tipisnya. 


Vinella mengernyitkan matanya ke arah Freddy tidak percaya.


“Jika kamu tidak percaya, aku bisa memperlihatkannya kepadamu juga.” Freddy yang terpancing dengan raut wajah Vinella yang tidak percaya itu, mengundang Freddy untuk berdiri dan membungkuk ke depan, menghampiri Vinella dengan tangan mulai terulur ke depan wajah Vinella.


Dia ingin melakukannya kepada Vinella, agar wanita ini percaya kalau ia juga bisa menghipnotis orang. 


“......! Aku tidak mau. Duduk saja sana, jangan dekati aku.” Sela Vinella sambil mendorong tangan Freddy yang hendak menyentuh wajahnya untuk menghipnotisnya. 


Dan jawaban yang diberikan Freddy adalah senyuman penuh kemenangan. Karena belum apa-apa, Vinella sudah takut untuk terhipnotis.


“Berhentilah saling menggoda di depanku.” Ketus Dhavin, tidak terima dengan dua orang anak buah nya yang terlihat sedang mengumbar kemesraan dengan cara mereka sendiri.


“Aku menyuruhmu diam Vinella.” Pungkas Dhavin, sebelum Vinella menjawal ucapannya. 


“...” Vinellla pun terdiam dengan perasaan kurang puas hati.


“Lalu bagaimana dengan lokasi yang kedua itu?” Tanya Freddy sambil menatap Dhavin dengan tatapan yang cukup intens. 


“Akulah yang akan pergi kesana dengan mobil.” Jawab Dhavin saat itu juga. 


Dan tempat dari lokasi yang kedua itu adalah lokasi utama untuk mereka. Sebuah Villa yang kebetulan memang letaknya tak jauh dari danau. 


Sambil menunjukkan lokasi kedua ke mereka bertiga, Dhavin terus menatap salah satu gedung pencakar langit yang letaknya tidak jauh dari gedung markas miliknya. ‘Kelihatannya aku juga harus menempatkan satu orang di sini juga. Aku mau tahu, apakah akan ada orang yang datang menemuiku?’ Pikirnya. 

__ADS_1


Tanpa sepengetahuan oleh mereka bertiga, Dhavin pun menempatkan satu orang lagi di tempat lain, tepatnya di atas gedung.


________________ 


Flashback Off.


DRRT….


DRRT……


Handphone milik Dhavin tiba-tiba saja berdering. Dhavin yang kebetulan sedang berdiri di depan jendela dari salah satu Villa miliknya, untuk melihat pemandangan luar, jadi terganggu gara-gara suara hanpdhone nya.


Karena ketenangannya terganggu, Dhavin terpaksa mengangkat telepon dari Arlsei.


“Bagaimana?” 


-”Sesuai dengan rencana, saya sudah melumpuhkan semuanya. Vinella juga sudah di bawa, jadi kemungkinan sebentar lagi dia akan menghubungi anda juga.”- Beritahu Arlsei. 


“Hmm, begitu. Kalau begitu bagaimana dengan posisi Visco?” Tanya Dhavin. Hari sudah mulai malam, dan malam adalah waktu yang tepat untuk bekerja keras di bawah tekanan dinginnya udara, dengan kata lain malam ini memang akan ada sesuatu yang besar. 


Dia sebenarnya sudah melihat dirinya yang diperankan oleh orang lain yang ia tempatkan di tepi danau, sudah menerima serangan dari anak buah nya Visco, dan salah satu anak buah nya yang dia tempat kan di atas gedung pun akhirnya sama-sama mendapatkan temuan yang cukup menakjubkan.


‘Eh~ Aku tidak tahu, kalau anak inilah yang akan datang.’ Dhavin memeriksa tab yang tergeletak di atas nakas di sebelah nya persis, dan Dhavin menemukan anak buahnya, saat ini berhadapan dengan anak yang kedua orang tuanya belum lama ini meninggal karena di bunuh. ‘Edwin. Dia ternyata mengira aku yang membunuh orang tua nya ya? Ini jadi semakin menarik, karena anak ini benar-benar mengambil tempat yang salah untuk jadi anak buah nya.’


Dhavin sempat tersenyum miring, karena dia meilhat Edwin adalah orang yang datang menemui anak buah nya yang berperan sebagai dirinya. 


Terlepas dari apa yang sedang Dhavin lihat, pikirannya kembali berusaha dia alihkan untuk mendengar jawaban dai Arlsei.


-”Orang itu, dia sekarang sedang berhadapan dengan helikopter yang dinaiki oleh Nyonya.”-

__ADS_1


Dan jawaban dari Arlsei pun sukses membuat Dhavin jadi terdiam. 


__ADS_2