Dhavin Bos Mafia Jatuh Cinta Kepadaku S2

Dhavin Bos Mafia Jatuh Cinta Kepadaku S2
129 : DBMJCP : Di balik alasan


__ADS_3

‘Ternyata begitu, dia sudah tahu lebih dulu, kalau orang-orang di sekitarnya bukanlah orang biasa. Kalau seperti ini aku jadi lebih leluasa untuk melakukannya.’ Batin Freddy. 


Karena Revina sudah mengetahui rahasia dari Dhavin yang sudah di sembunyikan selama ini, Freddy pun jadi lebih leluasa untuk melakukan kekerasan kepada si Visco. 


Dia ingin membalas dendam kepada orang ini. Bukan karena Revina, melainkan urusan pribadinya yang membuat mobil pribadinya hancur, dan semua itu adalah gara-gara ulah dari pria ini. 


‘Ini akan jauh lebih menarik Liana, karena kamu sendiri yang mengizinkan aku melakukan hal kasar, selama aku tidak membunuhnya, maka aku akan melakukan ini.’ Dengan senyuman penuh tipu muslihat, Visco sedikit mengangkat tangan kanannya ke atas.


Sebagai kode kepada sniper yang Visco tunjuk untuk menembak, sebagai awal permulaan kalau permainan mereka semua akan di mulai. 


“Kamu yakin dengan kemampuanmu kan?” Tanya wanita ini, khawatir dengan apa yang akan di lakukan oleh kekasihnya, karena kekasihnya ini lah yang bertangung jawab untuk menembak dalam jarak jauh. 


“Tenang saja, mataku masih cukup bagus, sampai aku bisa melihat wanita itu memakai kalung yang cukup bagus. Apa kamu menginginkannya?” Jawabnya, sekaligus bertanya kepada kekasihnya. 


“Tidak, aku bukanlah wanita yang menyukai barang bekas, sekalipun itu mahal, tapi karena sudah di pakai, aku mana sudi memakainya.” Tekan wanita ini. 


“Ok, nanti kalau kita menikah, aku akan memberikanmu kalung mahal sebagai mahar nya.” Imbuhnya. Lalu karena pria ini sudah menemukan bidikan yang cukup tepat untuk menembak, jari telunjuknya pun akhirnya menarik pemicunya, dan akhirnya ...


DORRR….


________________


BRAKK…..

__ADS_1


Kursi yang sempat Dhavin duduki itu langsung terjungkal setelah Dhavin secara tiba-tiba berdiri dan pergi meninggalkan meja makan nya. 


Dengarn raut wajah yang cukup marah, Dhavin bergegas pergi keluar untuk menyusul tempat dimana Revina berada. 


“Bos, anda tidak boleh pergi.”


“Minggir kalian!” Marah Dhavin. ‘Aku seharusnya sadar, Ibu itu bukanlah orang yang akan melakuakannya secara tanggung-tanggung saat membuat tes kepada orang yang akan di letakkan di sisiku.’ Pikirnya. 


Dhavin benar-benar ingin pergi dari sana, hatinya menuntut untuk menyusul Revina yang sedang menjalani tes ketahanan, baik itu fisik maupun mental, itulah yang dilakukan oleh Liana, ibu nya Dhavin.


Terlepas apapun dari kondisi Revina saat ini yang memang belum lama keluar dari rumah sakit, Ibu nya Dhavin akan tetap meneruskan tujuannya itu, tujuan apakah Revina layak berada di sisi orang seperti Dhavin Calvaro, mengingat status dari Dhavin sendiri adalah sang Bos mafia.


“Maaf Bos, ini perintah dari Nyonya besar, kami akan tetap menahan Bos agar tidak pergi.” Ucap sang pengawal.


Karena semua rencana untuk membawa Revina kepadanya tetap saja gagal, Dhavin pun jadinya turun tangan langsung, untuk menjemput Revina, sebelum ada sesuatu yang lebih buruk dari suara tembakan tadi. 


“Berarti kalian memang ingin di habisi olehku ya? Tidak masalah, harga nyawa kalian kan di tanggung oleh Ibu ku, jadi aku tidak akan sungkan dengan kalian lagi.” Ucap Dhavin dengan nada rendah. 


Dan Dhavin yang sudah tidak tahan lagi ingin bertemu dengan Revina, langsung menghajar kedua orang di depan mereka itu. 


Kedua orang anak buah Liana yang sama-sama berlari untuk menghajarnya itu pun langsung memberikan pukulan pertama kepada Dhavin, tapi sebagai sesama orang yang mampu bela diri, Dhavin pun mampu untuk menghindarinya.


Satu lawan dua, pertarungan pun sama sekali tidak bisa di hindarkan. 

__ADS_1


Liana yang melihat anaknya itu tetap bersikeras untuk pergi dan menyusul Istrinya, hanya menatapnya dalam diam.


“Dia- Benar-benar sama persis seperti ayah nya.” Gumam Liana, saat melihat pertarungan sengit antara Dhavin dan anak buahnya terus saja berlangsung, dan belum memperlihatkan adanya kekalahan diantara mereka bertiga. “Jika sudah bucin, semua larangan pasti akan di langgar, entah apapun konsekuensi yang di hadapinya. Apapun yang Dhavin lakukan, dia selalu saja mengingakanku padamu, Nevan.”


Liana melihat ke arah handphone yang sedang dia pegang itu. Di sana Liana diam-diam mebuka salah satu foto miliknya bersama dengan suaminya saat pernikahan mereka. 


Nasib yang sama akan terus menurun pada keturunannya. 


‘Revina, kamu ternyata senasib denganku juga ya? Baik itu kamu maupun aku, kita berdua sama-sama berasal dari kalangan biasa. 


Tapi setelah menemukan cinta kita, seketika derajat kita langsung berbeda, karena menemukan pria yang luar biasa. 


Ya~ Nevan dan Dhavin, karena mereka berdua punya gen yang sama, nasib yang membawanya pun sama. 


Mereka berdua sama-sama jatuh cinta pada wanita seperti kita. Kekayaan membawa kita jadi orang yang ada di tingkat atas. 


Tapi di balik itu semua kemewahan yang menyelimuti keluarga Calvaro, adalah hasil dari profesi yang cukup membuat jalan hidup yang di lalui oleh keluarg Calvaro jadi kotor.


Nevan, karena dia aku juga harus menanggung beban yang sama, aku harus menghadapi musuh yang sama dengannya.


Dan kamu Revina, kamu adalah penerus baru sebagai Nyonya Calvaro, jadi jangan salahkan aku melakukanmu seperti seorang musuh, karena kamu sendiri harus menghadapi kenyataan pahit latar belakang dari pria yang kamu cintai itu.’


Setelah merenung panjang lebar dengan pikirannya sendiri, Liana pun menutup tirai dari kamar yang dia masuki itu, dan membiarkan kedua anak buahnya mengurus Dhavin, sebab kedua anak buah nya itu adalah orang pilihan yang memiliki bela diri yang setara dengan Dhavin. 

__ADS_1


BUKH….


“Uhuk…..” Dhavin sempat mendapatkan pukulan di perutnya, sehingga Dhavin sempat terseret mundur ke belakang, akibat pukulan yang di lakukan oleh kedua anak buah nya Ibu nya itu. ‘Pantas saja Ibu hanya membawa dua orang anak buah di sisinya, mereka berdua ternyata memiliki kemampuan yang cukup tinggi untuk mengimbangi semua seranganku.’ 


__ADS_2