Dhavin Bos Mafia Jatuh Cinta Kepadaku S2

Dhavin Bos Mafia Jatuh Cinta Kepadaku S2
126 : DBMJCP : Rencana di balik rencana


__ADS_3

Baling-baling helikopter terus berputar, menempatkan kedua helikopter itu pada posisi mereka masing-masing. 


“Freddy, siapa orang yang ada di depan sana?” Tanya Revina. Ada kegelisahan di dalam hatinya, karena ia melihat raut wajah Freddy yang terlihat kurang baik, alias cukup serius. 


-”Ah~ Aku belum memperkenalkan diri ya? Perkenalkan, nama saya adalah Visco.”-  Dan Visco sendiri, dia duduk di kursi penumpang nya dengan raut wajah senang, sebab dari posisinya itu, dengan bantuan kamera yang terpasang di helikopternya, dia pun jadi masih melihat sosok dari wanita yang duduk di dalam helikopter di depan sana. 


“Visco, ada urusan apa kamu menghadang helikopter kami?” Walaupun dia sebenarnya takut, Revina pun sedikit menunjukkan sisi keberaniannya untuk sekedar bertanya dengan nada tegas. ‘Visco ini siapa? Freddy juga sama sekali tidak menjawab pertanyaanku. Jangan-jangan dia ada permusuhan dengan Freddy, apakah juga ada sangkut paut nya dengan Dhavin?


Kan selama ini dia selalu menyembunyikan rahasianya dariku. Hah~ Begini nih, jika dia tidak memberitahukan rahasianya sendiri, aku juga yang kerepotan jika dia tidak ada. 


Aku jadi cemas, semoga tidak terjadi apapun.’ 


“Ehemm…” Visco berdehem sesaat, karena dia akan menggunakan bahasa informal. “Aku ada urusan denganmu Nyonya Revina, apa kamu mau ikut denganku?”


“Untuk apa?” Revina jadi semakin waspada. 


“Jangan dengarkan dia.” Sela Freddy, dengan ekspresi wajah yang selalu serius. ‘Apa yang akan kamu lakukan Dhavin, kita berdua sudah tahu, kalau menggunakan helikopter adalah pilihan salah karena terlalu mencolok, tapi kamu tetap memilih untuk menggunakan helikopter untuk mengantarkan Revina.’ 


Dan karena pilihan itulah, pertemuan antara Revina dengan Visco pun jadinya tidak dapat terhindarkan.


____________________


“Visco sudah menemukan Revina?” Tanya Dhavin lagi dengan nada rendah. 

__ADS_1


-”Iya Tuan, dan sekarang …, demi keselamatan Nyonya, helikopter yang Freddy kendalikan, diturunkan. Apa saya harus maju juga, Tuan?”-


Dhavin yang hendak menjawab pertanyaan dari Arlsei, tiba-tiba saja handphone nya di rebut oleh seseorang yang ada di belakangnya, dan orang tersebut langsung menjawab pertanyaan Arlsei. “TIdak perlu Arslei, biarkan Revina dan Freddy menangani masalah mereka tanpa adanya bantuan.” 


TUT.


“Ibu! Apa yang kamu lakukan?” Tanya Dhavin, setelah mengetahui kalau orang yang sempat merebut handphone nya adalah Ibu nya Dhavin, yaitu Liana. 


Dhavin yang hendak merebut kembali handphone nya dari Ibu nya, gagal merebutnya, karena Liana lebih dulu melempar handphone nya itu ke belakang dan langsung di tangkap oleh anak buah Liana. 


“Aku hanya memberikannya tes. Jangan harap kamu bisa pergi dari sini,” Ucap Liana dengan ekspresi datarnya, kepada Dhavin yang sudah tersulut amarah, karena Ibu nya lagi-lagi ikut campur dalam urusan pribadinya. 


“Kenapa Ibu selalu saja ikut campur dalam urusanku?” 


Mendengar ucapannya Ibu nya, Dhavin juga sadar, kalau apa yang Dhavin miliki, juga akan dimiliki oleh Revina, bahkan untuk soal musuh, bahaya, semuanya sama-sama jadi milik mereka berdua. 


‘Tapi~ Revina itu belum lama bangun dari koma, dan Ibu sudah memberikannya tes. Apa ini tidak keterlaluan? Dia sudah terluka, dan Ibu mau menambah luka nya?’ Pikir Dhavin. 


Liana terus memperhatikan Dhavin yang sudah tersulut emosi karena keputusannya, sebab Liana memang benar-benar ikut campur dengan dua kasus yang sudah pernah menimpa Revina, satu tahun yang lalu dan saat ini. 


“Semuanya akan menjadi sebuah pelajaran, tes untuk Revina, jika dia mampu bertahan, aku akan membiarkan dia jadi Istrimu seterusnya. Tapi jika dia menyerah, aku akan membuat Revina menceraikanmu saat ini juga.”


DEG..!

__ADS_1


Dan ucapan dari Ibu nya, langsung membuat Dhavin semakin marah, emosi yang sempat tertahan langsung keluar dengan menghempaskan tubuh Ibunya. 


“Aku tidak akan membiarkan dia cerai denganku!” Teriak Dhavin, lalu berlari pergi untuk keluar dari rumah. Dhavin ingin menyusul Revina, dia tidak akan membiarkan Revina kenapa-kenapa, bahkan soal perceraian, Dhavin akan sangat menentang keputusan dari Ibu nya, sekalipun Revina gagal dalam tes itu. 


“Jangan biarkan dia keluar!” Teruak Liana kepada kedua anak buah nya yang dia bawa. 


“Minggir kalian!” Bentak Dhavin kepada kedua bodyguard milik Liana, Ibu nya Dhavin. 


“Tidak bisa Tuan muda.” 


Tentu saja jawaban yang sudah cukup jelas itu jadi semakin menambah kemarahan Dhavin, sampai dia tidak sungkan untuk mengeluarkan pistol nya yang dia simpan di dalam jas nya. 


“Dhavin! Jika kamu menembak salah satu diantara mereka berdua, akan aku anggap kalau tes yang aku berikan kepada Revina gagal. Dan kamu detik ini juga sudah tidak akan menjadi miliknya, atau sebaliknya. 


Kau tidak punya pilihan lain selain menuruti perintahku. 


Kau dengar Dhavin, dunia ini keras, tidak mungkin Revina ada dalam bayanganmu saja, di dalam perlindunganmu. Semua ini untuk aku lakukan untuk kalian berdua, jadi jangan coba-coba mengambil keputusan yang salah, hanya karena kau mencintainya, dan tidak mau dia terluka, cam kan itu Dhavin. 


Bukalah pikiranmu.” Setelah selesai berbicara, Liana pergi dari sana meninggalkan Dhavin bersama dengan dua bodyguard milik Liana. 


‘Kenapa jadi seperti ini? Lagi-lagi Ibu! lagi-lagi dia yang ikut campur dengan urusan keluargaku! padahal, aku sendiri sanggup untuk menjaganya,’ Dengan memikirkan itu, Dhavin yang kelewat emosi itu langsung menarik pemicunya ke arah mereka berdua dan…


DORR….

__ADS_1


DORR….


__ADS_2