Dhavin Bos Mafia Jatuh Cinta Kepadaku S2

Dhavin Bos Mafia Jatuh Cinta Kepadaku S2
09 : DBMJCP : Diam dalam kemarahan


__ADS_3

"Katamu dia ada diluar negeri, berwisata juga bukan, apakah maksudnya itu adalah ini?" Tanya Revina lagi.


Walaupun nada yang digunakan Reina dalam bertanya tidaklah tinggi, tapi siapapun akan tahu kalau Revina sedang menginterogasi Arlsei dan menuntut sebuah penjelasan yang harus di jelaskan secara detail juga.


AKan tetapi melihat Arlsei sejenak diam untuk memberikan peringatan kepada dua orang penumpang di belakang, Revina pun kembali angkat suara, "Tidak usah di jelaskan."


Arlsei pun hanya mengatupkan mulutnya, sebab wanita yang sudah berperan sebagai majikannya itu memintanya untuk tidak membicarakannya sekarang, karena saat ini di belakang ada orang lain, dan Revina tentu saja tidak mau mereka mendengar hal lain dari yang tadi.


Sedangkan Revina, dia langsung memasang earphone untuk mendengarkan lagi klasik. Setidaknya dia harus menenangkan pikirannya dari hal mengejutkan tadi.


Tapi, 'Kenapa aku sangat sakit hati ya? Bukannya wajah laki-laki seperti dia itu bisa tidur dengan wanita lain? Aku memang agak menduga kalau dia adalah laki-laki yang seperti itu, yang bisa meniduri wanita lain sesuka hatinya. Ya...mungkin dia juga butuh sesuatu untuk dilampiaskan ketika aku tidak bisa melayaninya. Hanya saja...kenapa rasanya jadi hambar seperti ini ya?' Revina pun mendesah kasar.


Dia menutup matanya untuk menata hatinya yang sedang di landa kegelisahan. Akan tetapi foto yang tadi Revina lihat itu akhirnya terus saja terngiang di dalam kepalanya.

__ADS_1


'Akhh! Kenapa aku sesedih ini?! Dasar! Dhavin sialan! Jika kau pulang dan tidak menjelaskan tentang foto yang aku dapatkan, akan aku hajar kau habis-habisan! Terus akan aku sikat senjatanya itu sampai lecet. Hah! Karena aku mana sudi menggunakan itu jika milikmu itu saja sudah di gunakan untuk wanita lain!' Teriak Revina.


Sampai teriakan batin yang tidak terdengar oleh siapapun itu berimbas pada kepalan tangan. Sebuah bogem mentah yang akhirnya dia buat untuk..


BUGHH..


"..............!" Semua orang yang ada di dalam mobil Arlsei, sampai termasuk kedua bayinya itu sama-sama terkejut karena Revina tiba-tiba saja memukul kaca depan mobil dengan cukup keras.


'N-nyonya mengerikan!' Batin wanita ini, yang saat ini sedang menggendong bayi perempuan milik Revina.


'Jangan-jangan ini akan jadi masalah yang lebih serius.' Kata hati suster ini, dimana di gendongannya itu dia tengah menggendong seorang bayi laki-laki.


Dan untungnya saja, mereka berdua tidak ada satu pun yang terbangun, sebab sang Ibu sudah marah besar.

__ADS_1


Memang, Revina terlihat diam. Tapi siapa yang akan menyangka kalau orang yang pendiam adalah orang yang harus di hindari, sebab jika sudah marah dalam diam seperti itu, efek sampingnya adalah apa yang ada di sekitarnya bisa jadi pelampiasan.


Dan Revina adalah salah satu orang yang menjadi bukti itu.


'Ah~ Sepertinya Tuan harus menghadapi Nyonya yang sedang marah ini.' Pikir Arlsei.


Karena mereka semua terdiam, Revina pun jadi sedikit lega, karena tidak adanya tekanan dari segala pertanyaan rasa khawatir mereka, yang bagi Revina sendiri sangat menjengkelkan.


'Dhavin, katamu mencintaiku, tapi apa ini? Mau mengkhianatiku ya?!' Racau Revina lagi.


'Tapi kira-kira siapa yang berani melakukan itu kepada Tuan?' Pikir Arlsei. Mau bagaimanapun, Arlsei tetap tidak percaya dengan foto yang ada di alam handphone milik Revina itu.


Karena itu, setelah mengantarkan Revina atau Nyonya muda nya itu pulang, Arlsei akan melakukan penyelidikan.

__ADS_1


__ADS_2