Dhavin Bos Mafia Jatuh Cinta Kepadaku S2

Dhavin Bos Mafia Jatuh Cinta Kepadaku S2
71 : DBMJCP : Bujuk


__ADS_3

Mendengar tangisan sesenggukan menyapa diri Dhavin yang baru setahun ini menjalin kasih dengan Revina, Dhavin pun sebenarnya sedikit bingung dalam menghadapi seseorang yang apalagi sedang menangis, seperti apa yang di lakukan oleh Revina saat ini.


Karena itu, untuk membungkam segala kesedihan yang dirasakan oleh Revina, cara singkat milik Dhavin untuk menenangkan Revina tentu saja adalah dengan menciumnya.


Memberikan kasih sayang terdalam miliknya agar wanita yang ada di depannya itu bisa tenang, dan memberikannya sebuah kelembutan kalau apa yang dirasakan oleh Revina saat ini adalah kehangatan yang dapat menyelimuti diri Revina.


"D-daumph.." Revina awalnya menolak, karena sungguh tidak sesuai dengan hatinya yang sedang was-was sendirian gara-gara malam tadi dia berhasil membunuh seseorang.


Tapi Dhavin terus memaksa agar Revina menyambut bibirnya dan membuat wanita ini membalas ciumannya.


Hingga penolakan yang terjadi sebanyak tiga kali itu, akhirnya di terima juga oleh revina.


Dengan wajah yang sembab karena air mata yang sudah membasahi pipinya, Revina membalas lu*atan dari pria yang sudah menjadi suami nya ini.

__ADS_1


'Dhavin..padahal aku sedang takut, kenapa kamu hanya memberikan hal semacam ini?' Revin apun hanya bisa memaksa dirinya sendiri untuk membalas perbuatan yang di lakukan oleh Dhavin ini.


Dalam durasi waktu lebih dari dua menit itu, akhirnya Dhavin menyudahi tindakannya, dan menunduk di depan leher Revina persis seraya berkata : "Revina, apakah kamu masih takut soal apa yang kamu lakukan itu?"


Revina yang sedang menghirup nafas oksigen sedalam-dalamnya, mengatur nafas yang begitu memburu, langsung menjawab, "Tentu saja. Aku sudah membuat dosa, dan itu dengan tanganku sendiri."


"Tapi apakah kamu tahu, dosa yang ada pada Istrinya terjadi karena kelalaianku sebagai suami. Aku semalam tidak bisa menjagamu, makannya dosa itu sebenarnya sudah jadi untukku Revina." Dhavin mencoba cara lain agar Revina tidak begitu memikirkan lagi kejahatannya Revina itu. "Dosa milikmu itu sudah berpindah untukku, jadi tenang saja, jangan pernah pikirkan itu lagi. Aku mohon, aku tidak mau melihatmu terus-terusan tertekan dengan semua ini." Bujuk Dhavin sekali lagi.


"Tapi-"


"Kenapa harus ada tapi? Tidak ada kata tapi lagi. Kamu tidak pernah salah, semua kesalahan itu ada kepadaku karena aku tidak menjagamu dengan sangat baik. Itulah kelalaianku sebagai seorang suamimu, Revina." Ungkap Dhavin sekali lagi kepada Revina.


Dia sungguh-sungguh berharap kalau Revina tidak lagi memikirkan hal berat yang membuatnya stres dan akan mempengaruhi kualitas hidupnya, yang saat ini saja sebenarnya sudah kacau.

__ADS_1


Dhavin sungguhan tidak ingin membuat Revina stres seperti ini, tapi sayangnya apa yang boleh di kata saat Revina saja selalu membuat dirinya sendiri stres sendiri.


Dhavin dan Revina pun saling menatap mata mereka berdua satu sama lain yang sungguh sangat dekat itu.


Tidak ada kata lain selain bibir yang perlayan menempel lagi dan merasakan kelembutan juga kehangatan yang mereka berdua buat khusus untuk diri mereka berdua masing-masing.


Sampai sesaat kemudian, Dhavin menghentikan ciumannya dan berkata : "Jika saja tubuhmu sedang baik-baik saja, aku pasti sudah mengosongkan pikiranmu dari dunia ini." Goda Dhavin, pada akhirnya dia mengutarakan kembali kata-kata mautnya setelah beberapa bujukan kalimat itu terasa seperti tidak di dengar sama sekali oleh Istrinya ini.


"Mengosongkan? Memangnya bagaimana caranya?"


"Revina, apa kamu beru saja bertanya bagaimana caranya? Memangnya kamu lupa atau berpura-pura lupa?" Bisik Dhavin, masih menempelkan dahi mereka berdua.


"Aku lupa, makannya minta di ingatkan." sahut Revina, seperti memang sengaja untuk di ingatkan, bukan dengan sekedar kalimat, tapi kontak fisik secara langsung.

__ADS_1


"Karena kamu sangat yakin sekali, aku akan melakukannya, memberitahumu cara mengosongkan pikiranmu dengn caraku sendiri. Meskipun tidak akan senikmat sebelumnya." Jawab Dhavin dengan percaya diri.


__ADS_2