Dhavin Bos Mafia Jatuh Cinta Kepadaku S2

Dhavin Bos Mafia Jatuh Cinta Kepadaku S2
178 : DBMJCP : Perubahan.


__ADS_3

Arlsei seketika menunduk, dan Revina hanya diam sambil mencerna pertanyaannya Dhavin tadi.


"Aku Revina." Jawabnya. Kini mereka berdua saling menatap satu sama lain, tatapan mata yang mengesankan titik seperti orang yang tidak kenal dengannya, membuat Revina jadi merasa takut dengan pikiran yang sempat terlintas tadi.


"Arlsei, kenapa dirumahku ada wanita?" toleh Dhavin kepada Arlsei yang masih berdiri di sampingnya.


"Ha? D-Dhavin, kenapa cara bicaramu seperti itu?" Tanya Revina dengan perasaan takut.


Sekarang ia sedikit berpikir kalau sekarang Dhavin itu seperti orang lain. Bahkan dari cara Dhavin menatap kearahnya, itu terbukti kalau pria di depannya itu melihat diri Revina seperti orang lain.


"Bicara apa? Aku kan hanya tanya, kenapa ada seorang wanita di rumahku? Padahal aku sama sekali tidak pernah ingat kalau aku membawa wanita kedalam rumah pribadiku. Tapi kamu?" jawab Dhavin. "Terus, sebaiknya kamu lepaskan pelukanmu itu." Imbuh Dhavin dengan nada yang dingin.


Dan dengan menurutnya, Revina pun melepaskan pelukannya dengan perasaan serta pikiran yang sedang bercampur aduk. Dia tidak tahu apakah kali ini hanyalah buah mimpi saja?

__ADS_1


Tapi jika memang hanya mimpi, lantas kenapa rasa sakit saat sedikit kena goresan beling tadi, tetap masih terasa sampai saat ini?


"D-Dhavin, jangan membuatku takut seperti ini, jangan berpura-pura kau tidak kenal denganku." Ucap Revina, berusaha membujuk Dhavin agar tidak bercanda lagi, karena Revina benar-benar takut kalau tebakan soal antara Dhavin sedang memerankan skenario orang yang hilang ingatan adalah asli.


Tapi respon dari Dhavin sendiri langsung bersikap dingin kepada Revina, kemudian dia berjalan pergi mengabaikan ketakutan yang sudah terpapar jelas di wajah nya itu.


"Dhavin!" panggil Revina. Dia berlari mengikuti kemana arah Dhavin pergi. "Dhavin, aku mohon, bicaralah, jangan seperti ini, jangan menakuti-nakutiku. Tidak usah bercanda denganku seperti ini, aku mohon Dhavin." Ucap Revina terus memohon kepada Dhavin, selepas dia mencegat Dhavin pergi dari sana dengan memeluknya dari belakang. 'Kenapa ketakutanku terhadap ini jadi semakin besar. Aku mohon, kalau kau sekarang ini hanya bercanda saja. Aku mohon.' Batin Revina.


"Lepas,"


Kejadian dimana Revina sempat berteriak memanggil Dhavin pun berhasil membuat sebagian besar orang yang bertugas di rumahnya Dhavin, langsung mengintip apa yang sebenarnya sudah terjadi.


"Apalagi yang perlu di bicarakan? Aku ini lelah, jadi lepaskan pelukanmu sebelum aku mendorongmu dengan kasar." Jawab Dhavin dengan tegas. Dia sudah frustasi dan lelah, di tambah karena Revina tiba-tiba saja memeluknya, membuat Dhavin seketika jadi melampiaskan amarahnya kepada Revina.

__ADS_1


Revina yang takut dengan nada suara yang di gunakan Dhavin ini begitu rendah, menciptakan dinding pemisah yang cukup tinggi agar membuat Revina tidak dekat-dekat lagi dengannya, sehingga menggunakan kalimat yang menyakiti hatinya, akhirnya Revina melepaskan pelukannya itu.


Dhavin, tanpa menoleh sedikitpun ke belakang, untuk sekedar melihat wajah Istrinya itu, dia segera berjalan menuju kamarnya dan meninggalkan Revina disana bersama dengan Arlsei yang masih diam saja.


"Hiks, k-kenapa? Bukannya dia hanya pergi keluar negeri? Kenapa pulangnya dia punya sikap seperti itu?" Tangis Revina pun pecah melihat punggung dari pria itu kian pergi menjauh dan akhirnya menghilang selepas pria itu masuk kedalam kamar.


"Maaf Nyonya-" Arlsei akhirnya berjalan mendekat ke arah Revina yang sedang mencoba menahan tangisnya sendiri.


"Arlsei, hiks...k-kenapa, kenapa dia hiks...jadi bersi-kap seperti hiks..seperti itu kepadaku?" Tanya Revina dengan tersedu-sedu.


Padahal dirinya sudah berharap cukup besar kalau Dhavin bisa segera pulang dengan selamat sesuai dengan janjinya, tapi sekarang apa?


Dhavin memang pulang, namun ada yang salah dengannya.

__ADS_1


Dan yang salah itu adalah soal Dhavin yang tidak ingat dengannya?


__ADS_2