Dhavin Bos Mafia Jatuh Cinta Kepadaku S2

Dhavin Bos Mafia Jatuh Cinta Kepadaku S2
74 : DBMJCP : Pesona


__ADS_3

'Dia...besar.' Mulut Revina pun jadi melongo melihat sosok dari Dhavin yang dia lihat dari posisi Revina saat ini yang sedang ada di bawahnya Dhavin. 'Aku jadi merasa seperti kembali ke waktu itu. Saat malam pernikahanku. Ini...sungguh persis seperti momen dari malam itu.'


Revina yang tiba-tiba saja teringat dengan apa yang terjadi di satu tahun lalu, saat dia akhirnya bisa memiliki malam pertama dengan Dhavin dalam status yang sudah sah menjadi suami dan Istri.


Baginya, itu adalah malam yang paling membahagiakan.


Karena...


______________


"Enak, kan? Kamu tidak perlu merasa was-was lagi dengan ini?" beritahu Dhavin.


Tepat setelah acara resepsi pernikahannya selesai, akhirnya Dhavin dan Revina bisa mendapatkan kebebasan nya untuk berdua saja di tempat yang sudah di sediakan khusus untuk mereka berdua.


"T-tapi, memangnya tidak masalah, karena kita langsung pergi begitu saja setelah resepsi kita selesai?" Tanya Revina. Dia kini masih menggunakan baju pengantin, dan sama hal nya dengan dirinya, Dhavin pun sama-sama masih menggunakan setelan jas putih yang membaut tubuh Dhavin dari atas sampai bawah dengan komposisi yang sangat pas sampai tubuh Dhavin yang memang berotot itu tercetak sesuai dengan ukuran tubuhnya Dhavin itu.


Sebenarnya tepat setelah resepsi pernikahan, dan membuat banyak foto kenangan untuk mereka berdua, Dhavin dan Revina pergi menggunakan helikopter sebagai kendaraan pengantin.


Tidak seperti biasanya, jika kendaraan pengantin menggunakan mobil, Dhavin justru melakukan hal lebih dari yang biasanya orang lain lakukan, sebab Dhavin menggunakan helikopternya sebagai kendaraan itu, dan membawa mereka berdua masuk kedalam jet pribadi milik Dhavin?


Tapi itulah yang terjadi.


Pria yang sudah menjadi suami nya itu benar-benar bukan sekedar punya properti rumah mewah saja, tapi juga mobil, helikopter, serta jet pribadi dengan harga selangit.


Dan saat ini, Dhavin membawanya masuk kedalam jet pribadi milik pria itu.


"Tidak masalah, lagipula-" Tepat di salah satu pintu kayu berwarna coklat, Dhavin memutar tubuhnya ke belakang. Dia berdiri menghadap Revina langsung yang masih sama-sama menggunakan pakaian sakral mereka berdua.


"Lagi pula apa?" Tanya Revina dengan wajah polosnya, seakan Dhavin tidak mengerti.

__ADS_1


"Lagi pula, bukankah semua tamu undangan yang kamu undang itu adalah tamu bayaran?" Jawab Dhavin.


DEG.


Satu keterkejutan itu memang lantas menyerang jantung Revina, sehingga kini jantungnya jadi berdegup cukup kencang.


"Aku tahu, tapi juga tidak mau tahu." Imbuh Dhavin, kalau Dhavin memang tahu rencana Revina yang meminta untuk mengundang tamu bayaran kepada Ibunya Dhavin, karena alasan Revina ingin tidak begitu jadi sorotan utama oleh banyak teman-temannya.


Tapi meskipun begitu, Dhavin juga tidak mempermasalahkannya, karena ini memang keinginannya Revina nya juga.


"A-apa kamu ma-"


"Untuk apa aku marah? Kalau itu memang kemauanmu, aku akan senang-senang saja." Sela Dhavin di detik berikutnya.


Apapun keputusan dari Revina, Dhavin pun akan tetap pada posisinya untuk mendukungnya.


Jadi hanya sekedar tamu undangan, Dhavin sebenarnya bahkan tidak memikirkannya sama sekali pada tamu undangannya, sebab yang sangat Dhavin pikirkan adalah bisa membuat wanita yang belum lama ini dia tembak, lalu dia lamar, akhirnya hari ini bisa mendapatkannya dengan cara yang sedikit benar?


Dia bangga dengan dirinya sendiri karena berhasil menguasai Revina seorang diri waktu Revina pertama kali sakit di rumahnya, dan di waktu itu lah, semua luapan hati Dhavin tertuang begitu saja, sampai akhirnya Dhavin mengajak dirinya untuk melakukan hubungan badan sebagai jaminan kalau dia akan bertanggung jawab dan menikahinya.


Dan hasil dari pikiran licik Dhavin beberapa hari itu, membuat dia saat ini bisa mendapatkan apa yang dia mau, yaitu Revina.


Wanita biasa, dari kalangan biasa, tapi entah kenapa, Dhavin merasa kalau wanita yang kini sudah jadi miliknya seutuhnya dari ujung kepala hingga ujung rambut adalah wanita yang sangat luar biasa.


'Karena kesederhanaannya saja, anehnya dia berhasil menarik perhatianku seperti ini.' Dhavin membuka kelopak matanya lagi, dan memperhatikan Revina yang sedang celingukan itu dari atas samai bawah. 'Dia memang tidak terlalu banyak minta ini dan itu, karena mengiyakan apa yang aku putuskan, seperti saat ini. Sebagai bulan madu, aku mengajaknya naik pesawat dan mengelilingi negara. Tapi dia mau-mau saja, tanpa ingin barang atau properti mahal lainnya.


Inilah yang membuatku tertarik. Revina, kamu sungguh menarik, bahkan sampai pria sepertiku yang sebenarnya tidak perlu susah-susah mencari wanita, karena semua wanita bisa mendatangiku sesukanya, justru membuatku mengejarnya seperti ini.


Ini memang benar-benar bukan kebiasaanku, menarik perhatiannya agar bisa menyukaiku. Tapi tidak masalah, selagi dia sudah jadi milikku, artinya dia tidak akan pernah bisa lepas dariku.'

__ADS_1


"Jadi ini pesawat milikmu?" Satu pertanyaan yang tiba-tiba keluar dari mulut Revina itu pun berhasil menarik segala pikirannya Dhavin saat itu juga.


"Kamu pikir aku menyewanya?" Tanya Dhavin balik, sontak mengajak Revina jadi orang yang terkejut.


"T-tidak. B-ukan seperti itu maksudku. A-aku hanya tidak pernah berpikiran kalau kamu punya pesawat ini." Ucap Revina dengan gelagapan, karena takut pertanyaannya tadi menyinggung Dhavin.


'Pfft...ekspresinya sangat lucu. Dia yang seperti ini, selalu saja menarik perhatianku.' Pikir Dhavin saat itu juga. "Aku tidak mempermasalahkan kamu punya pikiran apa."


Ucapannya itu menjadi awal pertama Dhavin untuk mengambil langkah ke depan, menghampiri Revina yang sangat gugup itu.


"Karena aku-" Tepat setelah Dhavin berada di depannya Revina persis, dia pun mengangkat kedua tangannya dan langsung meraih pinggang Revina.


BRUK..


Dua tubuh yang tadinya sangat berjarak, kini sudah saling menempel. Tapi bukan seperti yang di bayangkan Revina kalau Dhavin melakukannya untuk membuat satu ciuman kedua setelah ciuman pertama hari ini di lampiaskan di saat resepsi pernikahannya tadi, yang ada justru adalah Dhavin langsung membopong Revina layaknya karungm dengan membawanya di salah satu bahu kokoh nya Dhavin Calvaro.


"D-Dhavin-" Revina memanggil nama pria ini dengan wajah sedikit takut.


Sontak nama Dhavin yang keluar dari mulut Revina yang terdengar bergetar itu, membuat Dhavin sadar, dia salah posisi untuk membawa Istrinya itu ke kamar mereka berdua.


Oleh karena itu, Dhavin segera menghentikan langkah kakinya itu. 'Sial, aku saking tidak tahannya, tanpa sadar aku jadi membawa tubuhnya yang berharga ini dengan cara yang tidak elegan.'


Tanpa sepatah kata, Dhavin menurunkannya dan kembali membawa Revina dengan gendongan kedua tangannya di depan, yaitu ala bridal.


Dan hal itu cukup sukses untuk membuat wajah manis dari Istri kecilnya itu merah merona, membawa kesan imut juga menggoda.


GLUK...


Dhavin jadi menelan saliva nya sendiri, karena apapun yang ada di dalam tubuh Dhavin saat ini, hatinya merasa sudah mendidih untuk tidak membiarkan tubuh Revina menganggur dan hanya jadi pajangan karena menggunakan gaun pengantin yang sangat cocok dengan tubuh Revina yang cukup tinggi, ramping dan memperlihatkan kesan sensual untuk mata Dhavin sendiri.

__ADS_1


'Desainer nya, dia memang punya mata jeli agar aku bisa tergoda dengan penampilan Revina yang berwajah polos ini.' kata hati Dhavin saat wajah mereka berdua jadi saling bertatap muka.


__ADS_2