
“Freddy! Apa yang semalam kau lakukan kepadaku!” Teriak Vinella kepada Freddy yang saat ini masih berada di atas kuda.
Freddy yang kala itu sedang menikmati naik kuda berjalan menyusuri area pacuan kuda, langsung mendapati Vinella menaiki kuda dengan kecepatan penuh.
“.....!” Melihat Vinella terlihat semangat untuk mengejarnya, Freddy dengan jahilnya menyuruh kuda yang Freddy naiki itu untuk berlari. “Hyahh….”
“Freddy! Jangan pergi!” Demi menyusul Freddy untuk meminta kejelasan dari pria itu, Vinella pun menyuruh kuda miliknya itu untuk segera menyusulnya.
“Oh, aku di suruh pergi? Ok, aku akan pergi.” Sahut Freddy, sangat sengaja mempermaikan Vinella yang dengan keras kepala sedang mengejarnya dari belakang.
“Hyahh..!” Dengan kemampuan yang dia miliki, Vinella menyuruh kuda yang dia naiki untuk berlari lebih kencang lagi.
Dengan kecepatan di atas empat puluh kilometer per jam, mereka berdua pun mengisi keheningan dan suasana sepi di arena pacuan kuda dengan aksi kejar kejaran.
“Freddy! Kamu tuli ya? Jangan pergi, cepat berhenti! Aku ingin minta kejelasan darimu kenapa semalam kamu melakukan itu kepadaku?” Vinella pun benar-benar menagih jawaban dari Freddy yang masih saja belum bisa Vinella susul.
Layaknya sedang berlomba, mereka berdua benar-benar mengisi arena pacuan kuda dengan aksi kejar-kejaran dari mereka berdua.
“Wah…lihat mereka berdua, mahir sekali bisa lomba dengan kuda-kuda itu.”
__ADS_1
“Aku jadi ingin seperti mereka berdua. Kejar-kejaran dengan menggunakan kuda. Pasti menyenangkan.”
“Kamu benar. Itu memang menyenangkan, jika memang ada yang bisa kamu kejar.”
Tiga orang wanita dari pacuan kuda yang ada di sebelah tempat pacuan kuda yang sedang di gunakan oleh Freddy dan Vinella.
Dan seperti yang tadi, sempat iri sekaligus terpesona karena ada dua pria gagah berani seperti pangeran berkuda, maka kali ini mereka bertiga sedang iri dengan Vinella dan Freddy yang sangat bersemangat untuk melakukan kejar-kejaran dengan menggunakan kuda sebagai tunggangan mereka berdua.
Maka siapapun akan melihat itu jadi sesuatu yang cukup romantis.
“Freddy! Tunggu.” Vinella masih berusaha untuk mengejar Freddy. Tapi di tengah-tengah aksi kejar-kejaran mereka berdua, Vinella tiba-tiba saja mendapatkan sebuah insiden.
‘Vinella?’ Freddy yang akhirnya sadar dengan ringkikan kuda itu, dia pun langsung mengarahkan kuda yang dia naiki itu untuk segera berputar arah.
NGIIKK…!
Entah karena apa, kuda yang di naiki oleh Vinella tiba-tiba saja langsung bersikap aneh, sampai kuda tersebut langsung melompat-lompat.
“‘Kyaa…, Bossy, apa yang kamu lakukan? Ini sangat tidiak baik. Berhenti melakukan itu Bossy.” Vinella yang tidak mau terjatuh dari kuda, terus berusaha untuk menenangkan kuda miliknya yang dia beri nama Bossy.
__ADS_1
Tapi Bossy tidak merespon dengan baik, dan yang ada justru adalah Bossy atau si kuda berwarna putih itu langsung melompat-lompat dengan maksud ingin menjatuhkan Vinella dari atas tubuhnya.
NGIIKK..!
Sampai akhirnya kuda itu benar-benar dalam posisi berdiri, dan nahas sudah, Vinella yang kehilangan keseimbangan untuk mempertahankan tubuhnya di atas punggung kuda akhirnya berakhir juga.
“Bossy..!” Pekik Vinella, merasa kesal karena Bossy tidak mau menuruti perintahnya tadi, hingga akhirnya tubuh Vinella pun terjatuh.
GREP…
Kuda yang di naiki oleh Vinella akhirnya langsung berlari dengan tujuan tidak menentu.
“Kamu sangat merepotkan. Jangan naik kuda jika memang tidak bisa naik kuda.” Kata Freddy memperingatkan pada satu orang wanita yang kini sudah berada di gendongannya.
Vinella yang tadi memang sempat mengkhawatirkkan dirinya akan mengalami luka karena jatuh dari kuda, semua itu hanyalah imajinasi yang berlebihan untuk di khawatirkan Vinella, sebab tubuhnya sekarang sudah selamat dari apa itu yang namanya bahaya.
Tapi …
“F-Freddy?” Panggil Vinella dengan nada lirih, saat wajah dan mata mereka berdua akhirnya bertemu.
__ADS_1