Dhavin Bos Mafia Jatuh Cinta Kepadaku S2

Dhavin Bos Mafia Jatuh Cinta Kepadaku S2
142 : DBMJCP : Terlanjur


__ADS_3

Walaupun merasa sesak, sebab ia ternyata tidak bisa hidup bebas, tapi karena sudah terlanjur, jadi mau bagaimana lagi?


"Jadi Vis.., maksudku orang yang ingin membawaku itu adalah orang suruhannya Ibumu?" Revina buru-buru meralat ucapannya karena ia tidak mau di bungkam oleh Dhavin seperti sebelum-sebelumnya.


"Iya. Apa kamu menyesal menikah denganku? Karena aku seorang Mafia?"


"Ya~ Jika aku tahu kalau kamu punya pekerjaan seperti itu, tentu saja aku akan menghindarinya." Karena tidak ada gunanya berbohong, maka Revina pun hanya berbicara secara jujur saja. "Itu pekerjaan yang berbahaya, tapi karena sudah terlanjur, ya ..., mau bagaimana lagi?"


Revina pun memainkan jari telunjuknya di atas dada bidang Dhavin dan membuat seperti pola lingkaran. 


Suara detak jantung yang berdegup di dalam dada Dhavin, perlahan menjadi melodi pengantar tidur. 

__ADS_1


Aroma khas milik Dhavin yang beraroma cendana, bercampur dengan keringt serta aroma amis dari darah yang masih tersisa membuat Revina serasa semakin hanyut dalam pesona aneh yang di perkenalkan oleh Dhavin kepadanya. 


Membuatnya serasa tidak mampu untuk berpisah darinya, karena di balik samar-samar aroma masis yang menyeruak ke undera penciumannya, Dhavin memberikannya sebuah kenyamanan yang tidak bisa di gantikan dengan apapun yang ada di dunia ini.


Sampai ia ragu, bahwa itu adalah cinta, sebab Revina serasa itu adalah sebuah obsesi karena paras Dhavin yang tidak bisa dia lupakan dan ia jauhkan dari hidupnya saat ini.


‘Tapi memang benar, jika waktu dulu kamu memberitahu pekerjaanmu, aku mana mungkin menikahi pria yang berbahaya sepertimu ini. 


Apa itu alasannya, dulu Ibunya menyuruhku untuk berlatih seni bela diri?’ Hanya dengan memikirkannya saja ia jadi merasa lelah, apalagi ia harus menghadapi kenyataan bahwa sekarang ia harus berani menghadapi apa yang akan di hadapi oleh Dhavin?


Dengan masih memakai pakaian mereka yang sudah ternodai dengan darah, Dhavin dan Revina saat ini benar-benar menikmati waktu mereka berdua di tengah kondisi yang tidak ada romantis-romantisnya sama sekali.

__ADS_1


“Walaupun aku tahu kalau ucapanmu itu karena terpaksa, aku cukup menghargainya. Terima kasih, karena kamu tidak meninggalkanku.” Dhavin yang merasa lega karena Revina mau mengungkapkannya dengan jujur, tangan kanannya pun ia gunakan untuk mengusap punggung Revina.


“Hmm…,” Dehem Revina. ‘Dhavin, kamu sungguh licik.’


Pada akhirnya, karena kelicikan Dhavin dalam membuat pesona tak terkalahkan kepadanya, Revina pun tidak tahu lagi harus menghadapi pria ini dengan cara apa lagi. 


‘Pantas saja, beberapa kali aku merasakan auranya cukup berbeda. Tapi, seberapa banyak kejahatan yang sudah Dhavin hadapi dengan kedua tangannya itu?’ Pikir Revina. Ia pun jadi memikirkan nasib kedua tangan Dhavin yang sudah ternoda oleh darah itu, selalu menyambar tubuhnya, dan sekarang kedua anaknya.


Setidaknya, ia tahu kalau pada akhirnya baik Dhavin sendiri, juga dirinya, mereka berdua sudah tidak lagi sebersih pakaian pengantin yang seharusnya putih bersih. 


Karena sekarang, mereka berdua pada akhirnya sudah mendiami genangan darah yang mereka buat dengan kedua tangannya sendiri. 

__ADS_1


‘Terserahlah, lagi pula masa lalu sudah tidak bisa di ubah, dan masa depan, memang harus di hadapi. Jadi sekarang, aku hanya perlu menikmati waktuku dengannya. Walaupun caranya cukup buruk, tapi mau bagaimana lagi?’ Sudah tidak begitu peduli dengan keadaan yang sudah terjadi kepada dirinya, serta sekitarnya, Revina memutuskan untuk berada di sisi Dhavin. 


__ADS_2