Dhavin Bos Mafia Jatuh Cinta Kepadaku S2

Dhavin Bos Mafia Jatuh Cinta Kepadaku S2
62 : DBMJCP : Yang harus di salahkan


__ADS_3

"Terima kasih." Lirih Revina. Setelah berbaring di atas tempat tidur sesuai dengan permiantaannya tadi, dimana Dhavin palsu mengiyakan untuk menemaninya kembali tidur, Revina pun jadi mengusel agar di peluk oleh pria di sampingnya itu.


Freddy sontak saja langsung termangu dengan tindakan yang dilakukan oleh Revina terhadapnya, sebab kini Revina mencoba tidur dengan posisi memeluknya, sampai Freddy sendiri merasakan setiap hembusan nafas yang dilakukan oleh Revina terhadapnya itu terus menyapu dada bidangnya.


"Jangan pergi," pinta Revina. Dia sama sekali tidak ingin membiarkan pria di depannya itu pergi di saat dirinya kembali tertidur.


Maka dari itu, Revinna jadinya memeluk tubuh Dhavin palsu itu dengan cukup erat.


"Aku tidak akan pergi, tenanglah." Freddy lagi-lagi berpura-pura untuk menuruti apa keinginan dari wanita di samping kirinya persis itu.


"Umh...awas kalau bohong, aku akan memukulmu sampai babak belur." Sahut Revina, masih mempertahankan posisinya sendiri untuk tidak membiarkan pria yang sudah dia peluk itu pergi dengan serta merta. Dia tidak akan di bohongi lagi, itulah yang akan dia lakukan demi mempertahankan pria di depannya itu tetap di sisinya.


"Pftt..memangnya seberapa kuat tangan mungilmu itu bisa memukul tubuhku?" Ledek Freddy dengan sengaja, karena tiba-tiba saja dia merasa nyaman tidur bersama dengan Revina ini.


"Kenapa aku harus menggunakan tangan, kan bisa dengan gigi." Gerutu Revina seraya memberikan satu contoh yang kuat, yatu dengan memberikan gigitan tepat di dada bidang milik Freddy.


GRTT..


Freddy yang terkejut itu langsung mendorong Revina untuk menjauh. Tapi suara apa yang Fredy dapat itu adalah sebuah rintihan kecil.


"Akhww.., s-sakit." Rintih Revina, saat luka yang sudah di balut rapi dengan perban itu justru tanpa sengaja di cengkram oleh tangannya Freddy.


Freddy buru-buru melepaskan cengkraman tangannya dan mengatakan, "Maaf."


"Tanggung jawab!" Tekan Revina kepada Freddy.

__ADS_1


Freddy lantas bingung dengan maksudnya, makannya dia pun berusaha untuk bangkit. Tapi Revina mencegat Dhavin palsu ini bangkit dari posisinya saat ini.


'Kenapa dia jadi manja seperti ini? Tapi luka itu, dia dapat darimana?' Freddy yang belum mendapatkan informasi pasti itu pun hanya berpikiran sendiri.


"Memangnya aku harus tanggung jawab padamu dengan cara apa? Mengelus lukamu agar tidak sakit? Biasanya tanganku ini manjur dalam segala hal, ya kan?" Tanya Freddy sekaligus menyombongkan dirinya di depan Revina.


"Manjur apanya, tanganmu selalu ms*um."


"Berarti me*sum untuk membuatmu suka padaku lah~ Apa, katakan saja aku harus tanggung jawab padamu dalam bentuk apa?" Tanay Fredddy, mau tidak mau harus menawarkan diri lebih dulu kepada Revina yang sedang bermanja kepadanya.


"Jangan pergi, dan buat aku tidur dengan elusan tanganmu di punggungku." Pinta Revina .


Freddy yang melihat tatapan Revina yang semakin sayu itu mengartikan kalau Revina ingin sekali tidur, tapi karena takut dirinya meninggalkannya pergi, makannya Revina tetap berusaha untuk menjaga kesadarannya sendiri itu.


"Iya, jangan cemas, kenapa juga aku pergi darimu malam-malam seperti ini? Ayo tidur lagi. Bukannya demammu itu harus segera pergi dari tubuhmu?" Layaknya sedang membujuk seorang anak kecil yang keras kepala dan ingin di manja, Freddy pun melakukan itu kepada Revina juga.


Tapi-


Dia tidak akan melakukan itu.


"Jangan pergi," Lagi-lagi Revina menuntut Dhavin palsu yang mewakili Dhavin asli untuk tidak pergi dari sisinya.


"Iya, aku tidak akan pergi." Sahut Freddy, jadi serasa seperti suaminya Revina juga.


Padahal di sisi lain yang kebetulan, dimana sosok Dhavin yang asli itu sudah duduk di depan meja rias seraya memperhatikan Freddy dengan arua gelapnya.

__ADS_1


'Kenapa Revina harus bertemu dengannya? Lihat itu, dia bahkan tidak mengenali suaminya sendiri sampai bisa-bisanya, orang lainlah yang menggantikan posisiku tidur di sisinya.' Dhavin pun hanya duduk diam, bersandar ke belakang sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada, dia pun terus memperhatikan kedua insan yang sedang berbaring bersama.


'Ini mengesalkan, sebenarnya siapa yang harus aku salahkan? Disini aku sendiri yang menyuruh Freddy untuk menyamar menjadi diriku, tapi karena dia pakai datang ke lantai dua, makannya dia bertemu dengan Revina dan Revina jadinya langsung menganggap Freddy itu diriku.


Sedangkan Revina, dia cukup membahayakan juga sampai tidak tahu laki-laki di sampingnya itu suaminya sendiri atau bukan, Revina tetap langsung menganggapnya diriku.


Aku, Freddy atau Revina?' Dan tatapan matanya tetap tertuju pada tangan Freddy yang berhasil mengambil kesempatan milik Dhavin untuk menguap punggung Revina yang sama-sama Dhavin anggap berharga.


Dan bahkan Dhavin menganggap punggung itu lebih berarga ketimbang berlian langka.


Sepuluh menit kemudian.


"Hufft...huft...huft..." Revina akhirnya bisa tertidur pulas.


Dan itu adalah kesempatan Freddy untuk bangun dan pergi dari sisi Revina, sebab si pemilik dari Revina ini sudah duduk mengawasinya dengan aura gelap yang dari tadi saja sudah mengisi seluruh sisi dari kamar itu.


Tapi ketika akan pergi, tangan kanan Revina ternyata sudah mencengkram kuat kemeja putih yang di pakai oleh Freddy.


'Bagaimana ini, dia benar-benar tidak membiarkanku pergi dengan mudah. Dan aku selalu saja ada di posisi ini, sedang dimusuhi oleh Dhavin. Padahal-' Freddy sempat mendelik ke arah Dhavin yang masih berada di tempatnya. 'Ini salah dia kan, membuatku harus menjadi dirinya itu?'


'Kenapa dia tidak bangun-bangun?' Dhavin sudah mulai tidak memiliki kesabaran. 'Apa dia sedang menikmati perannya sebagai diriku untuk mengurus Revina juga?' Pikirnya lagi.


"Jangan.."Revina merubah posisi tubuhnya yang semakin menjadi-jadi karena terlihat semakin inti*m.


Berhasil membuat tatapan matanya Dhavin jadi semakin sengit, apalagi ketika posisi tidur Revina yang tiba-tiba saja mengangkat kaki kirinya naik ke atas paha Freddy, sampai ujung dari gaun tidurnya langsung tersingkap cukup banyak dan memperlihatkan paha nya Revina yang terpampang cukup jelas.

__ADS_1


Itu sudah seperti pertanda kalau perang dunia ke tiga akan di mulai.


__ADS_2