
DORR…..
“......!” Revina seketika langsung terhenyak kaget dengan suara tembakan yang begitu nyaring hampir mengenai dirinya.
Jika bukan karena Freddy yang menembakkan pelurunya ke depan Revina, Revina sudah pastsi akan terkena tembakan.
Tapi ketajaman akan isnting milik Freddy yang cukup tinggi itu, membuat Freddy mampu menangkis serangan dari peluru milik orang lain yang sengaja menargetkan Revina.
“N-nyonya, itu hampir saja. Anda tidak apa-apa kan?” Tanya pria ini, sebagai seorang pilot pribadi Revina.
Revina hanya diam membisu sambil menatap Freddy yang benar-benar memasang wajah begitu serius dengan gaya tangan yang sedang memegang pistol itu, cukuplah keren?
‘H-hebat sekali! Kenapa orang-orang di sekitarku pada hebat semua? Visco, dia bahkan tampan, tapi dia adalah orang jahat, Freddy, dia juga sama tampan nya, hanya saja dia adalah orang yang pernah membuatku menangis gara-gara menggodaku, dan Dhavin, meskipun dia lebih parah dari pada semuanya, tapi aku tidak begitu mempermasalahkannya.’ Pikir Revina.
‘Dia punya mata dan insting yang cukup bagus. Karena aku baru pertama kali melawannya, aku jadi baru tahu dengan kemampuan anak ini. Dhavin benar-benar di kelilingi orang yang cukup hebat dan berpengalaman seperti ini.’ Tatap Visco melihat keseriusan Freddy dalam menembak, sehingga di bawah malam purnama itu, dengan suasana yang agak sedikit gelap, Freddy tetap mampu memberikan kesan yang cukup bagus untuk membuat Revina sendiri saja tertarik dengan cara Freddy menyelesaikan masalah mendesaknya.
Tapi sayangnya semua tidak akan berakhir begitu saja.
‘Padahal aku punya anak buah sendiri, tapi alasanku mau menghadapinya langsung adalah karena aku ingin menangani Freddy ini dengan tanganku sendiri. Memang cukup merepotkan, tapi hal paling menyenangkan itu adalah bisa menuntaskan keinginan dengan tangan sendiri.
Aku jadi ingin membawa anak ini bersamaku. Dia terlatih, dan dia adalah …, orang yang menyamar jadi Dhavin saat pesta itu.’ Pikirnya.
Seperti pepatah, satu dayung dua pulau terlampaui, Visco pun akan mengambil dua orang ini sekaligus.
“Kalian, tangkap Nyonya Calvaro untukku.” Perintah Visco pada kedua anak buah nya yang ada di dalam helikopter nya.
Siapa lagi kalau bukan kedua pilot itu, merekalah yang akan bertugas untuk menangkap Revina.
“Baik,” Mereka berdua pun turun secara bersamaan dan langsung berlari untuk menangkap Revina.
Freddy yang melihat hal itu, berusaha untuk menyingkirkan Visco lebih dulu.
BUKH….
__ADS_1
Satu tendangan yang hendak Freddy lampiaskan kepada Visco, hanya berakhir dengan kakinya yang tertangkap.
Dan tanpa sungkan ia mencoba untuk menembak. ke arah Visco.
DORR. …
Tapi di saat yang bersamaan Visco juga menembak Feddy, sehingga tangan Freddy yang tadinya memegang pistol, senjatanya langsung terlepas.
“Nyonya, lari, biar saya yang mengurusnya.” Kata pilot ini, dia berusaha untuk menghalangi kedua anak buah Visco itu sebelum menangkap Nyonya majikan mereka.
Di saat Freddy sedang di halangi oleh Visco, Revina pun berusaha berlari demi menghindari dirinya tertangkap.
Tidak, dari pada berlari, Revina justru memilih untuk naik ke helikopter, dan saat itu juga Revina buru-buru mengunci semua pintu helikopter tersebut dari dalam.
“Hei, menyingkirlah dari Nyonya saya!” Piot ini pun menarik belakang seragam dari salah satu anak buah Visco, dan membuatnya langsung turun dari pijakan tangga helikopter.
“Lakukan saja kalau bisa.” Sindir pilot yang satu ini, lalu segera melayangkan tinjunya ke arah anak buah Freddy itu.
BUKH…
Satu pukulan demi satu pukulan, di tangkis dan di sambut dengan baik, mereka berempat melakukan perlawanan untuk saling melawan, lantas sisanya sedang mencoba mengeluarkan targetnya yang sedang bersembunyi di dalam helikopter.
“Ayo Nyonya Calvaro, jika tidak keluar, saya akan berbuat kasar loh.” Ucap pilot yang satunya lagi, dia salah satu anak buah Visco yang tidak memiliki urusan dengan Freddy dan anak buah Freddy, sebab jumlah mereka seimbang, Bos nya melawan Freddy, anak ubah Freddy melawan rekannya, dan ia sendiri menghadapi Nyonya Calvaro yang sedang bersembunyi itu.
“Tidak, aku tidak akan membiarkan diriku ini tertangkap olehmu!” Teriak Revina. Meskipun takut, tapi dia berusaha untuk tetap memberanikan diir.
“Baiklah, jika keinginan anda memang seperti itu, saya akan melakukan hal yang sedikit kasar kepada anda.” Ucap laki-laki ini, sampai tidak lama kemudian, pintu yang memang sengaja di kunci dari dalam, tiba-tiba di paksa hancur dengan cara menggunakan peluru yang di tembak terus menerus.
DORR…
DORR…
DORR….
__ADS_1
Untuk membuka pintu dengan menembakkan pelurunya, itu memerlukan lebih dari empat peluru, sampai akhirnya saat ini pintu helikopter tersebut pun berhasil di bobol.
KLEK.
Di saat anak buah Visco sudah berhasil membuka pintu Helikopter, dan perlahan masuk kedalam, maka Revina yang ketakutan itu langsung mudur ke belakang.
“Jangan, aku tidak mau pergi dengan kalian.” Tolak Revina dengan jantung yang terus berdetak hebat, serta tubuh yang mulai gemetar karena perasaan dari ketakutan yang di miliki oleh Revina.
“Ini perintah, sekalipun anda menolak, saya akan tetap membawa anda.” Ucapnya, sebelum tangannya akhirnya menangkap tangan Revina yang hendak di gunakan untuk mendorong tubuhnya.
“Lepas!” Revina pun meronta dengan kuat, tapi apa daya, kekuatan yang di miliki oleh pria sungguh lebih besar dari yang di miliki oleh Revina, karena dia keburu lelah untuk mengatur menyesuaikan suasana yang tiba-tiba saja berubah drastis.
“Mana mungkin saya melepaskan anda yang sudah saya tangkap ini?” Dengan seringaian tak jelas nya, pria ini pun mencoba menarik tubuh Revina.
“Tidak mau!’ Revina terus saja ngotot, sehingga saat ini di dalam helikopter terjadi adu tarik menarik, dan dari situlah, tenaga diantara mereka berdua tiba-tiba saja jadi seimbang, setelah Revina bersikukuh untuk tidak keluar dari helikopter. “Freddy! Siapa sih orang-orang ini!” Teriaknya.
BUKH…
BUKH…
DOR…
Dan suara dari pukulan serta tembakan terus saja terdengar, mengisi kesunyian dari padang savana itu.
“Majikanmu bertanya tuh, tidak mau jawab siapa aku?” Tanya Visco kepada Freddy.
Freddy yang hampir saja salah satu tangannya di tangkap oleh tangan Visco, dalam sekejap mata, Freddy langsung mengalihkan serangan dari yang awalnya menggunakan tangannya, langsung beralih strategi dengan melayangkan salto dengan mengandalkan salah satu kakinya yang dia layangkan ke arah Visco.
Visco pun langsung melompat mundur sebelum salah satu kaki Freddy mengenai wajah berharganya.
SRAK....
DORR....
__ADS_1
Layangan kaki milik Freddy pun lagi-lagi berakhir dengan serangan tembakan yang akhirnya melukai pelipis milik Visco .
"......" Visco langsung terdiam dengan kepiawaian Freddy dalam menggerakkan tubuhnya dalam berbagai situasi.