
Flashback On.
"Freddy, ternyata kamu bisa memasak?" Tanya Vinelal seaya berjalan menghampiri meja makan sambil membenrakan handuk kimono nya untuk membaut tubuhnya yang sebenarya di dalamnya masih tidak memakai apapun.
Dan tentu saja Freddy lagi-lagi di perlihatkan tubuh molek itu. Membuatnya mendapatkan kesan pertama kalau Vinella memang tidak memiliki pikiran untuk malu untuk bepenampilan sepeti itu di depan Freddy langsung.
Hanya saja karena Freddy sudah melihat semuanya dari atas sampai bawah, bahkan untuk merasakan sepasang aset serta gesekan di bagian bawahnya, maka itu sudah bukan apa-apalagi bagi Freddy.
Makannya Freddy bisa bersikap biasa aja di depan Vinella.
"Aku memang bisa masak." Jawab Freddy atas pertanyaan Vinella barusan. "Jadi bagaimana dengan apa yang aku lakukan semalam? Apa kamu meraskaan puas dengan hasil kinerjaku?"
Vinella langsung mengembungkan kedua pipinya dan menjawab, "Jangan membahas apa yangterjadi malam tadi." Pinta Vinella.
"Kenapa? Apakah urat malumu baru saja tesambungkembali?" Tanya Freddy sambil membuka lemari bufet untuk mengambil dua gelas serta dua piring bersih.
__ADS_1
"Ya. Karena tadi kamu menyanyakannya, jaidnya baru saja urat maluku tersambung kembali." Rungut Vinella terhadap pria yang ada di depan sana.
FReddy hanya meliriknya sekilas, lalu kembail fokus pada barang yang seang di ambilnya. "Apa yang harus dipermalukan lagi? Padahal tadi saja kelihatannya masih baik-baik saja, sampai baru memperbaiki handukmu di depanku." Beber Freddy.
"........!" Vinella langsung bungkam.
"Apa ini? Aku sudah membantumiu, jadi apa bayaranku?"
"Kamu diam-diam memang seorang gigolo." Ketus Vinella, kembali diam sambil memalingkan wajahnya ke arah lain tepat ketika pria itu datang menghampirinya dengan dua piring makanan yang beirisi makanan yang terlihat aneh itu.
Vinella langsung menyilangkan kedua tangannya di depan dada. "Eksklusif apaan? Kamu hanya mau mencari untuk dengan menikmati tubuhku, kan?" Vinella menjeling tajam ke arah Freddy.
Freddy duduk di depan Vinella persis sambil tersenyum simpul.
"Tapi bukannya kamu juga menikmati semua sentuhanku? Apa kamu tidka ingat kalau malam tadi saja kamu terus saja mengerang nikmat, padahal aku tidak benar-benar memakanmu." Freddy menyanggga dagunya dengan tangan kanannya, lalu di sampingitu semua, Freddy yang terlihat duduk diam itu sebebenarnya salah satu kainya tidka bisa diam di tempat.
__ADS_1
Vinella yang merasakan usapan yang cukup menggelitik di kaki telanjangnya, tiba-tiba saja bulu kuduknya langsung meremang. "Freddy, dari senyumanmu, pasti kamu ketagihan." Vinella memberikan senyuman menyelidik.
Freddy hanya begeming di tempatnya sambil terus menatap leher Vinella yang semalam Freddy buat tanda. Walupun semua itu tidak di sengaja. Lalu Freddy pun menjawab. "Mungkin saja begitu. Kalau mau lagi, kamu bisa menghubungiku. Maka aku akan segera datang padamu dan bersenang-senang saat itu juga. Dan itu bisa jadi bayaranku sebagai pemuasmu."
Dan Vinella tiba-tiba menyeringai. "Serigala yang kesepian ya?" tanya Vinella, tiba-tiba jadi membiarkan paa yang sedang di lakukan oleh kaki Freddy terhadap kakinya.
Untuk beberapa saat tadi Freddy sebenarnya sempat memberikan reaksi pada sepaangmatanya yangemmeprlihatkan rasa tekejutnya karnea apa yang di katakan oleh Vinella itu benar.
Benar kalau Freddy adalah si pemilik dari julukan serigala kesepian.
Kenapa?
Karena di saat Dhavin yang merupakan Tuan nya bisa merasakan rasanya besenang-senang denngan keluarga kecilnya yang di buat dengan Revina yang pernah dulu Freddy culik sebagai langkah untuk membuat Dhavin pulang ke nagaranya dengan cara paksa itu, maka peran Freddy hanyalah sebagai anak buah Dhavin, dan tepatnya bertugas sebagai bayangannya.
Melakukan pekerjaan sampingannya, dimana pekerjaan itu hampir di limpahkan semua kepadanya.
__ADS_1
Itulah yang membuat Freddy tidak memiliki waktu untuk mencari pasangannya sendiri dan jadinya membuat Freddy memiliki julukan sebagai serigala kesepian.