Dhavin Bos Mafia Jatuh Cinta Kepadaku S2

Dhavin Bos Mafia Jatuh Cinta Kepadaku S2
68 : DBMJCP : Akhir dari pertengkaran


__ADS_3

DORR..!


"Hiii...!" Reaksi dari dua puluh orang itu sama. Dengan wajah terkejut mereka semua karen ada satu peluru yang hampir membunuh salah satu dari mereka, setelah Freddy tidak dapat memberikan balasan kepada Bos nya sendiri.


DORR..


"Hii...! Apa-apaan dengan Tuan Freddy dan Bos, kenapa mereka bisa bertarung dengan sengit seperti itu?"


"Tapi, untung saja kita tepat waktu menutup tempat ini dengan kaca anti peluru. Jika tidak-"


"Kitalah yang nahas." Imbuh orang ini.


Dan mereka semua pun berdiri di balik dinding kaca anti peluru untuk menonton pertarungan sengit diantara kedua orang di depan sana, dan di tambah satu sebagai pelampiasan, yaitu Andy, maka jumlahnya jadi tiga orang.


Lalu di lapangan, dimana tiga orang sedang bertengkar dalam bentuk pertarungan.


"Ini sudah kedua kalinya, kamu harus membayarnya saat ini juga." Ucap Dhavin. Dia memberikan bogem mentahnya ke depan wajah Freddy, tapi Freddy mampu menahannya.


Tapi karena tangan kiri Dhavin masih bebas, Dhavin tentu saja menodongkan pistolnya ke arah perut Freddy dan satu tembakan terjadi.


Tapi suara yang begitu nyaring itu juga terdengar.


Dan ketika Dhavin melirik ke arah bawah, ternyata serangannya itu di tahan dengan sebilah belati yang sudah ada di depan persis pistolnya tadi.


Dan Freddy sekarang sudah berhasil mengarahkan ujung dari belatinya itu di depan moncong pistolnya Dhavin, sehingga saat ini kedua orang ini saling adu tenaga untuk saling mengalahkan satu sama lain.


Karena tenaga mereka berdua setara, maka jika tidak ada yang mengalah lebih dulu, mereka berdua hanya akan bertahan pada posisinya itu.

__ADS_1


Makannya, Dhavin pun lebih dulu mengalah, dia langsung melompat mundur ke belakang. Tapi karena rupanya di belakang ada serangan dadakan milik Andy, Dhavin langsung membungkukkan tubuhnya ke bawah lalu berputar searah jarum jam, merentangkan kaki kanannya untuk menjegal Andy, tangan kirinya yang masih memegang pistolnya langsung dia rentangkan ke atas, tepatnya ke arah tangan dimana Andy akan menembaknya.


Siapa yang akan menembaknya lebih dulu. Tiga tembakan keras pun terjadi, dan..


BRUK...


Andy terjatuh setelah kakinya di jegal oleh kakinya Dhavin, di samping pistol berisi peluru karet sudah terlepas dari tangannya, karena mendapatkan sentakan cukup keras setelh pistolnya tadi mendapatkan tembakan dari peluru asli milik Dhavin.


Sedangkan Freddy, dia memiliki luka gores di bagian lengan kanannya, setelah serangannya dari tembakannya itu sungguh dapat di tangkis dengan peluru yang keluar dari pistol Dhavin yang di pegang dengan tangan kanannya.


Sehingga permainan singkat dari pertengkaran antar pria pun berakhir juga.


Siapa yang menang, di satu sisi sebenarnya teat di pergelangan tangan Dhavin, sudah ada satu peluru karet yang berhasil mengenainya. Tapi karena dia saat ini sedang memakai setelan jas lengkap, maka itu pergelangan tangannya pun terlindungi.


Hingga suara dering handphone milik Dhavin berbunyi juga.


Sedangkan Freddy, dia menyimpan kembali senjatanya ke sarung pistol yang terletak di paha sebelah kanannya.


"Ada apa?" Tanya Dhavin, selepas mengangkat handphone nya yang tadi berdering,


Entah apa yang di katakan oleh orang yang ada di ujung telepon, tiba-tiba Freddy yang hendak menaiki kuda miliknya yang baru saja menghampirinya lagi, langsung diserobot oleh Dhavin dan langsung menaiki kuda coklat milik Freddy itu.


"HYAH...!" Dhavin langsung menyentak tali pengekang kuda agar langsung berlari.


Freddy, dia hanya mendapatkan angin kosong saja, karena tali kuda yang hendak Freddy pegang itu sudah tidak ada.


'Dia akan seperti ini jika sudah menyangkut dengan Revina.' Tatap Freddy terhadap kepergian Dhavin yang dalam sekejap mata sudah ada di pinggir arena balap dari pacuan kuda.

__ADS_1


Karena kudanya sudah di rebut lebih dulu oleh Dhavin, Freddy pun pergi menghampiri kuda milik Dhavin yang sedan duduk dengan memandangi rumput.


Freddy menaiki kuda itu dan pergi begitu saja, menghiraukan Andy yang sudah terkapar di atas rumput itu.


"Hyah.." Dengan posisinya duduk di atas kuda, beberapa wanita yang kebetulan sedang mencoba melakukan latihan kuda, langsung terdiam sambil memperhatikan dua orang pria yang terlihat mirip itu sedang menunggang kuda dengan sangat gagah.


"Ya ampun...mereka berdua selalunya menebar pesona yang sangat hebat."


"Tanpa peduli dengan apa yang mereka lakukan tadi, tapi mereka sangat cocok untuk aku jadikan suami. Tapi mereka itu seperti langit, sedangkan orang seperti kita ada di bumi."


"Kamu benar, aku juga sangat iri tapi meskipun begitu, bisa melihat mereka berdua sering berkunjung kesini, aku juga tidak mempermasalahkannya. Yang penting bisa dapat tontonan yang cukup bagus kan."


Mereka bertiga pun memperhatian Dhavin dan Freddy yang berusan melakukan pertarungan menakjubkan yang memikat hati mereka bertiga.


Sampai seorang palatih yang menyadari ketiga orang wanita itu berdiam diri memandangi arena pacuan kuda di sebelahnya, langsung berteriak.


"Apa yang kalian lakukan disana! Cepat latihan lagi!" Pekik pria sang pelatih ini kepada ketiga anak buah didiknya itu.


"'I-iya pak!" seru mereka bertiga secara serentak.


"Hei ayo. Mereka juga sudah pergi, jadi kita latihan lagi."


"Ayo..ayo, kali saja suatu saat nanti, kita bisa pacuan kuda dengan mereka berdua."


"Ahh..kamu membuatku berkhayal kan."


Dan ketiga wanita ini pun kembali dalam posisinya masing-masing.

__ADS_1


_______________


__ADS_2