Dhavin Bos Mafia Jatuh Cinta Kepadaku S2

Dhavin Bos Mafia Jatuh Cinta Kepadaku S2
106 : DBMJCP : Sebentar lagi


__ADS_3

BUKH....


"Kalau kau akan merebut posisiku, kau harus menimbang dulu, antara nyawamu atau posisiku, mana dulu yang bisa di dapatkan?" Dhavin mempertegas pernyataannya kalau dia tidak akan pernah meninggalkan posisinya, tidak akan membiarkan kursi yang sudah lama ia duduki itu dari remaja sampai sekarang, tiba-tiba di rebut oleh orang lain, dan orang itu adalah Freddy sendiri?


"Aku tahu." Menyeringai puas karena bisa bermain dengan orang yang selalu sibuk bercumbu itu.


BUKH...


Freddy berhasil menangkap bola kasti itu, tapi untuk serangan yang selanjutnya itu, Freddy memang dapat menghindarinya, tetapi..


KLEK...


"Bo-"


BUKH....


"Ahww...." Vinella yang hendak menemui Bos nya itu, justru di beri hadiah lebih dulu dengan bola kasti yang langsung mengenai dahinya persis, bahkan karena sakit, Vinella refleks langsung berjongkok. "Apakah bos marah kepadaku gara-gara semalam aku tidak bisa mengawasi Adel dengan benar?"


Masih menggosok dahinya yang memerah gara-gara lemparan keras tadi, Vinella tetap harus masuk, karena orang yang ingin dia ajak bicara saja ada di dalam dan sedang berperang dengan Freddy?


'Kenapa Freddy ada di sini? Dan suasana macam apa ini? Kenapa kantornya sungguh berantakan sekali?!' Pekik Vinella dalam hati.

__ADS_1


Tidak suka dengan kondisi yang berantakan, entah ada di manapun itu, Vinella malah terhanyut untuk memungut barang kekacauan itu.


"Kenapa berantakan sekali? Apa yang


Sebenarnya di pikirkan oleh Bos? Kekanakan sekali. Inilah yang aku tidak suka dari salah satu sisi milik sorang pria. Mereka suka membuat berantakan, tapi tidak suka membereskannya sendiri." Vinella jadi ngedumel sendiri.


Dia sangat tidak suka dengan kekacauan yang membuat suasana tidak enak di pandang itu.


"Karena kebiasaan wanita suka merapikan, berarti bukankah itu jadi saling melengkapi?" Ejek Freddy, lalu melempar bola kasti itu ke kepala Vinella.


BHUK....


Walaupun pelan, itu sungguh tidak bisa di terima. Dengan begitu, Vinella langsung membalasnya dengan melemparnya ke arah Freddy langsung.


GREP.....


"B-bos..?!" Vinella panik, karena bolanya hampir saja menghantam wajah berharga Bos nya itu!


"Aku tidak menyuruhmu membereskannya." Melempar bola kasti itu dengan keras ke Freddy, tapi Freddy sendi juga berhasil menangkapnya.


"Biarkan saja, dia kan anak buah yang serba bisa. Jadi pembantu, menyamar, mau jadi pla*or, atau jadi sok lemah, pengemis, atau jadi ibu rumah tangga, dia bisa. Ya, kan Vinel."

__ADS_1


"Diam kau, aku tidak butuh suaramu itu." Protes Vinella. Dia masih saja kurang puas hati dengan apa yang terjadi terakhir kali di antara mereka berdua di pesta waktu itu.


"Kalian berdua lah yang diam." Sela Dhavin detik itu juga.


Matanya terus terpaku pada wajah Freddy yang terlihat tidak bersalah sedikitpun atas kasus yang terjadi terakhir kali. Dan itu sungguh menjengkelkan.


Sedangkan Vinella, dia bekerja kurang becus, sampai lebih enak duduk santai ketimbang membuntuti kemana Adel pergi.


Walaupun kini hasil akhirnya dia jadi mendapatkan sebuah jaminan, berkat pertemuan yang membuat diri Dhavin masuk kedalam perangkap sampai tidak sengaja meminum obat khusus, tapi tetap saja, ada efek samping dari itu semua.


Apalagi kalau bukan si Revina, Istrinya yang tahu dengan kejadian itu, membuat Dhavin jadi kena Imbas kemarahannya juga.


'Untung saja Revina bisa di ajak kompromi. Dan sore nanti, aku tidak boleh terlambat, kan aku sudah ada janji temu Istimewa sebagai perayaan satu tahun pernikahanku. Jadi aku harus sabar dulu dengan dua orang ini.' Matanya terpejam, Dhavin sangat berusaha untuk tidak mengacaukan kembali mood nya itu, karena tidak lama lagi ia harus menemui Revina dalam penampilan yang membuat Dhavin tiba-tiba saja jadi tersenyum tipis.


Sangat mudah membayangkan untuk di imajinasikan.


Makannya, Dhavin yang tiba-tiba tersenyum itu, membuat Vinella dan Freddy terheran.


Vinella yanng belum tahu apa yang sedang di pikirannya Bos nya itu, memberikan kode tanya kepada Freddy.


Balasan Freddy justru tersenyum miring, sambil mengangkat tangan kirinya dan menunjuk jari manis di tangan kirinya itu sebagai jawaban apa yang ada di dalam pikirannya Dhavin.

__ADS_1


'Kenapa dia malah menunjuk jari manisnya? Apa dia mau cincin kawin? Eh?' Satu kalimat yang mendominasi arti dari segalanya itu sukses besar membuat Vinella sadar, kalau hari ini adalah hari Istimewa untuk Bos nya!


'Hmph...sudah satu tahun saja. Revina~' Freddy melirik ke arah jendela, dimana semua pemandangan dari seluruh penjuru kota, bisa dia lihat dengan baik. 'Aku masih tidak bisa melupakannya, saat dia koma dan Dhavin menangis? Sebegitu cintanya?'


__ADS_2