Dhavin Bos Mafia Jatuh Cinta Kepadaku S2

Dhavin Bos Mafia Jatuh Cinta Kepadaku S2
07 : DBMJCP : Ganggu jadi terganggu, Menghilang jadi kesepian.


__ADS_3

"Apa yang sedang kamu lakukan, Freddy?" Suara miliki seorang wanita langsung datang menghampiri Freddy yang saat ini sedang berkutat di depan laptop. Wanita ini datang dan langsung merangkul leher Freddy dari belakang, lalu melirik layar laptop yang sedan di gunakan oleg Freddy.


"Oh..! Apakah Dhavin menyuruhmu untuk menyaring anggota baru?" Tanya Liana lagi, dia adalah Ibu nya Dhavin Calvaro.


"Seperti yang anda lihat." Ketus Freddy, tidak mengalihkan pandangannya dari layar laptopnya, sekalipun liana yang notabene nya adalah Nyonya majikannya itu saat ini sedang memeluknya dari belakang.


Padahal hubungan dari mereka berdua adalah atasan dan bawahan, tapi Liana selalu bersikap manja dan ingin dekat dengannya terus.


Yah..karena Freddy hanya berperan sebagai salah satu anak buah Liana, jadi dia tidak bisa melakukan apapun selain membiarkan wanita ini bermanja seperti itu.


Liana melirik ke arah Fraddy yang begitu serius itu. "Dari pada mengurus hal rumit seperti ini-" Liana mengulurkan tangan kanannya ke depan untuk menutup laptop Freddy, "Lebih baik temani aku untuk cuci mata. Bagaimana?" Liana kembali menatap wajah Freddy yang saat ini sudah ada di sampingnya persis.


"Bukankah kemarin anda sudah cuci mata dengan saya?" Tanyanya. Yang dimaksudnya adalah jalan-jalan bersama.


"Kamu kalau kebanyakan kerja, hadi lupa hari. Kemarin yang kamu maksud itu pasti satu bulan yang lalu." Beritahu Liana kepada Fraddy yang ternyata bisa menjadi seorang pelupa, padahal Freddy adalah anggota terbaik seperti Arlsei dan tentunya setelah Dhavin.


'Satu bulan? Ternyata waktu bisa cepat berlalu tanpa aku sadari.' Freddy yang terlalu serius dengan pekerjaannya itu jadi merasa seperti penggila kerja, hingga melupakan hari, kalau dirinya melakukan cuti sekitar satu bulan yang lalu.


Melihat Freddy terdiam karena baru saja sadar dengan ingatannya sendiri, Liana berkata lagi, "Ayo, ikut aku pergi. Anggap saja sebagai pengawalku hari ini."


"Hmm..." Karena Nyonya majikannya sudah berkata seperti itu, Freddy pun tidak memiliki hak untuk menolak ajakannya, "Tapi kita mau kemana?" Tanyanya dengan rasa penasaran.

__ADS_1


"Kamu akan segera tahu." Jawabnya sambil melepas pelukannya dari Freddy.


"............." Freddy terus menatap punggung Liana yang kian menjauh itu. Dan setiap kali berurusan dengan Liana, yaitu Nyonya nya, maka Freddy berpikir, 'Rasanya akan ada sesuatu yang akan terjadi.'


Setelah itu Freddy pun beranjak dari kursinya, meletakkan laptop miliknya id dalam brankas, kemudian pergi mengekori Liana dari belakang.


________________


Setelah beberapa hari?


Sebenarnya setelah satu bulan lebih Revina berada di rumah sakit, terhitung dari saat setelah melahirkan dan berakhir dengan koma hingga sadar, Revina akhirnya bisa di perbolehkan pulang.


Padahal hampir setiap hari pria itu pergi menjenguknya, tapi sampai tiga hari lamanya dan sampai hari ini, hari dirinya bisa keluar dari rumah sakit, Revina sama sekali tidak melihat batang hidung dari laki-laki itu.


"Nyonya, apa ada sesuatu yang ketinggalan?" Tanya suster ini, setelah membantu Revina naik ke kursi roda.


"Tidak ada." Jawabnya singkat, seraya memakai masker dan topi bundar.


Sebenarnya tidak ada barang yang tertinggal di kamar inapnya itu, tapi yang tertinggal itu adalah kenangan mengharukan yang sempat Revina dapat, yaitu ketika dirinya baru bangun dari koma, dia langsung di sambut oleh sosok Dhavin yang sedang tertidur karena lelah menunggunya.


Sebab ternyata Dhavin juga turut turun tangan langsung dalam merawatnya.

__ADS_1


Karena itu, Revina merasa itu adalah kenangan paling indah.


Tetapi lebih dari pada itu, Revina di hadiahkan dua malaikat kecil yang sudah sedikit membesar, siapa lagi kalau bukan kedua anaknya.


Itulah kenangan miliknya yang masih tertinggal di dalam kamar inap tersebut.


Akan tetapi selama tiga hari ini Dhavin sama sekali tidak menampakkan dirinya. Kemana perginya sosoknya itu, Revina sendiri tidak tahu, sebab setiap kali meneleponnya, nomornya sama sekali tidak aktif.


"Kita pulang, ya Nyonya?" Tanyanya.


"Ya." Sahut Revina sambil menatap ponsel lipat miliknya, dimana seluruh panggilan untuk menghbungi Dhavin, sama sekali tidak ada yang berhasil. 'Dhavin, dimana?' Batinnya.


Tiba-tiba saja ada yang tidak beres dengan hati kecilnya. Entah kenapa hatinya jadi sedikit merasa gelisah?


'Hmm...sebenarnya kenapa? Tumben sekali dia tidak datang sampai tiga hari. Bahkan sampai hari ini aku akan pulang, kenapa dia masih saja tidak bisa di hubungi? Semoga saja tidak ada sesuatu yang buruk.' Dan Revina pun menghela nafas kasar.


Padahal setiap hari di ganggu, tentu saja Revina merasa terganggu dengan kehadiran pria itu.


Akan tetapi, setelah pria itu tidak datang sampai tiga hari lamanya, Revina saat ini merasakan kesepian.


'Perasaan memang aneh.' Batin Revina lagi.

__ADS_1


__ADS_2