
“Jika anda memberontak seperti ini, sepertinya tidak ada cara lain untuk menggunakan ini.” Sambil mencengkram tangan Revina, laki-laki ini pun mengeluarkan satu botol spray ukuran kecil.
‘Apa itu?! Jangan-jangan itu obat tidur?’ Revina yang kemudian merasa terancam dengan kemungkinan terbesar dari botol yang terlihat mencurigakan itu, dengan serta merta, sebelum orang tersebut menyemprotkan cairan itu terhadapnya, awal niat dalam mode tangan saling tarik menarik, Revina langsung memilih untuk beranjak dari tempat dia duduk dan segera menerjang tubuh dari orang tersebut dengan keras.
“Sebaiknya anda tid-” Baru hendak menekan ujung dari botol spray itu untuk menyemprotkan obat tidur ke Revina, secara spontan dia tiba-tiba saja mendapatkan serangan yang cukup mengejutkan, dimana Revina tiba-tiba saja mendorongnya dengan kuat, dan gara-gara itu pula kekuatan kakinya itu langsung kehilangan keseimbangannya, sampai akhirnya tubuh nya pun langsung terdorong ke belakang, dan …
BRUK….
“Nyonya!” Teriak anak buah Dhavin, saat mengetahui Nyonya nya itu mendorong kuat musuhnya sendiri hingga membuat mereka berdua langsung terjatuh secara bersamaan.
‘Adududuh…, pinggangku rasanya menindih batu.’ Pikir pria ini, saat merasakan pingggangnya merasakan sesuatu yang cukup menonjol hingga ia merasakan sakit yang luar biasa.
“Sini! Aku tidak akan membiarkanmu menggunakan obat bius kepadaku.” Tegas Revina, mencoba merebut botol spray yang masih dipegang oleh orang yang sedang dia tindih itu.
__ADS_1
‘T-tenaganya, kenapa dia kuat sekali.’ Batin nya, saat tangan kirinya yang sedang memegang botol semprot dengan cukup kuat, agar tidak direbut oleh Revina, justru mendapatkan serangan yang kuat juga dari Revina, sampai tangannya pun benar-benar dicakar habis-habisan seperti seekor singa betina yang baru saja mendapatkan mangsanya. “Lebih baik nyonya diam saja deh.” Ucap pria ini dengan santai, karena mau bagaimanapun tenaga yang di miliki nya itu jauh lebih besar ketimbang milik revina.
‘Mana mungkin aku bisa diam! Mana mungkin! Sebenarnya aku sangat takut, aku takut jika aku benar-benar di culik oleh kalian dan berpisah dengan Dhavin.
Akkhh! Malam yang seharusnya indah berduaan dengan Dhavin, tapi kenapa aku malah akhirnya ada disini dan berhadapan dengan kalian?!
Tapi demi melindungi diriku, aku tidak akan sungkan jika untuk berbuat kasar kepadamu juga!’ Dengan perasaan takut yang masih di milikinya, Revina pun mencengkram kerah baju seragam hitam yang di pakai oleh laki-laki ini dengan kuat.
BUKH….
Sebab perasaan dan pikiran yang kacau balau, bogem mentah itu pun di tangkap lebih dulu, sebelum permukaan tangan yang sudah Revina kepal itu menghantam wajah dari laki-laki ini.
‘Ahw…kuat sekai,’ Rasa sakit yang di terima di tangannya pun akhirnya Revina rasakan. Tapi sayangnya, rasa sakit itu sama sekali tidak seberapa saat dimana ia melahirkan, jadi Revina pun masih mampu untuk menahannya.
__ADS_1
“Anda memang wanita yang cukup keras kepala.” Ucapnya. Dengan ekspresi yang dingin.
“.........” Melihat ekspresi wajah dari pria ini cukup mengerikan karena merasa terintimidasi, Revina pun menggertakkan giginya dengan kuat dan memutuskan untuk melepaskan cengkraman tangan kirinya dari kerah baju pria ini untuk di gunakan melepaskan tangan kanannya yang di cengkram oleh tangan pria ini.
Dengan kuku yang dimilikinya, dia berusaha untuk mencakar kulit pria ini.
‘Cakarannya cukup kuat, tapi dia tidak seberapa kuat dengan kekuatan yang aku miliki.’ Apalagi dengan tangan kirinya yang masih menggenggam botol spray berisi obat tidur, pria ini langsung mengarahkan semprotan tersebut ke Revina. ‘Sebaiknya anda tidur saja, itu jauh lebih baik agar tidak menyia-nyiakan tenaga.’
Dan setelah mengatakan itu, dia pun mengangkat botolnya dan…
DORR….
Satu tembakan itu berhasil menyita perhatian Visco, Freddy dan kedua anak buah mereka untuk menaruh perhatian mereka ke satu arah, dan itu kearah dimana Revina saat in, gaun putihnya sudah ternodai dengan darah merah segar.
__ADS_1