Dhavin Bos Mafia Jatuh Cinta Kepadaku S2

Dhavin Bos Mafia Jatuh Cinta Kepadaku S2
45 : DBMJCP : Kecupan selamat tinggal


__ADS_3

ZRASSH...


Setelah selesai mandi, Dhavin segera mengeringkan tubuhnya dengan handuk, dan memakai handuk lain untuk dia gunakan sebagai penutup sepasang kakinya.


KLEK...


Setelah itu Dhavin pun keluar dengan tubuh yang sudah terasa segar kembali.


Tubuh lelahnya serasa sudah menghilang terbawa oleh ari mani tadi.


Hanya saja setelah keluar, dia mendapati Revina sudah kembali tidur di atas tempat tidur. Tapi sayangnya seluruh tubuhnya di tutup dengan selimut. Makannya Dhavin jadi tidak melihat lagi wajah Revina yang tertidur itu.


'Apa dia, jangan-jangan marah lagi denganu, sampai tidak membiarkanku melihat wajahnya saat tidur.'


Dhavin hanya menatapnya dalam diam, sebelum akhirnya Dhavin beranjak dari sana untuk bersiap menghadiri pesta yang dirayakan oleh musuhnya sendiri, yaitu Visco.


Karena Ibunya terus menuntut untuk berangkat bersama, maka Dhavin jadi menurutinya saja.

__ADS_1


Lagi pula, di satu sisi lain, Dhavin mencoba membiarkan Revina untuk sendirian lebih dulu.


Meskipun, awalnya Dhavin merasa tidak selesa dengan keputusannya untuk meninggalkan Revina, tapi karena dia percaya dengan semua anak buah pilihannya yang mau berjaga dua puluh empat jam di rumah, maka Dhavin mengiyakan akan pergi juga.


Dhavin pergi ke ruang walk in closet, karena disanalah semua pakaian formal miliknya tersimpan dengan cukup baik dan sudah dalam kondisi rapi siap pakai.


Seperti rambut miliknya yang hitam legam, dengan penampilannya itu, maka Dhavin benar-benar paling cocok memakai jas berwarna hitam, berpadukan dengan kemeja putih di bagian dalam, dan karena memang pada dasarnya Dhavin suka sesuatu yang berwarna hitam layaknya profesi yang di milikinya, maka sudah pasti apa yang melekat pada tubuhnya saat ini membawa kesan misteriusnya.


'Aku sebenarnya ingin sekali membawa Revina pergi juga. Tapi karena yang aku hadiri adalah orang itu, aku harus menyimpan istriku baik-baik di rumah. Dia hanya milikku tentunya, dan hanya ada untukku.


Dan kalau ada siapapun yang sengaja mengganggu kedamaiannya, maka-' Dhavin pun melirik ke arah kaca full glass yang ada di ujung ruangan, yang menghadap ke arah hutan bebas. 'Aku sangat yakin mereka tidak akan kembali hidup-hidup.'


Setelah berpakaian rapi layaknya pangeran yang akan menjemput pasangannya, dia pun keluar dari sana.


Sebelum pergi, tentu saja Dhavin menyempatkan dirinya untuk menghampiri Istrinya itu.


"Revina." Panggil Dhavin dengan lirih. Dhavin sedikit menarik selimut yang menghalangi wajah Revina, setelah bisa melihat wajahnya dari Istrinya yang akan dia tinggal itu, Dhavin pun mendaratkan sebuah kecupan basah miliknya di atas permukaan pipi kiri Revina.

__ADS_1


CUP.


"Aku akan segera kembali." Bisik Dhavin tepat di samping wajah Revina persis. "Jaga dirimu baik-baik ya, jangan terlalu lelah karen Levine dan Louisa, merkea sudah ada yang mengurusnya, kamu hanya perlu mengurus tubuhmu dengan baik agar bisa cepat pulih. Itu saja yang aku inginkan darimu, agar aku bisa segera mengajakmu pergi jalan-jalan."


Dhavin pun menggunakan punggung dari jari telunjuk kanannya untuk mengusap lembut pipi Revina, yang saat ini wajah itu sedang tertidur, layaknya seorang anak kecil.


'Imut.' Detik hati Dhavin.


Karena di rasa kurang puas jika hanya memberikan kecupan di pipi Reevina, Dhavin jadi kembali mengecupnya, namun kali ini di bibir Revina persis.


CUP.


"Selamat tidur." Bisiknya lagi. Lalu Dhavin pun akhirnya beranjak dari kamar utama yang sudah mereka gunakan untuk beranung dalam kebersamaan mereka berdua selama hampir satu tahun itu.


KLEK.


Tepat setelah pintu itu tertutup, Revina pun membuka matanya. 'Dia pergi kemana? Aromanya, dia pasti pergi ke acara resmi. Tapi kemana? Kenapa tadi tidak mengatakan kepadaku langsung kalau dia malam ini akan pergi? Apakah bertemu dengan klien? Tapi selama ini dia tidak pernah membicarakannya secara rinci, dia bekerja apa dan apa. Aku tahunya dia itu bekerja di kantor saja.

__ADS_1


Apakah aku benar-benar lembek, tidak menanyai secara rinci apa pekerjaannya itu?' pikir Revina.


__ADS_2