Dhavin Bos Mafia Jatuh Cinta Kepadaku S2

Dhavin Bos Mafia Jatuh Cinta Kepadaku S2
151 : DMJCK : Tiba-tiba ...


__ADS_3

“Selamat datang Tuan,” Satu persatu pelayan yang tidak sengaja lewat memberikan salam kepada satu majikan yang baru saja pulang dari pekerjaannya. 


“Hm …, bawakan aku makanan ke dalam kamarku.”


“Baik Tuan.” Jawab pelayan laki-laki ini. 


Setelah itu pria ini pergi naik ke lantai dua dan masuk kedalam kamarnya. Tapi apa yang ia dapat setelah masuk ke dalam kamarnya, rupanya kamar itu tidak sepenuhnya kosong. 


“Bukannya aku sudah memberikanmu kamar? Apa yang sedang kamu lakukan di dalam kamarku?” Tanya pria ini, yaitu Visco. 


Dan seorang wanita yang sedang tiduran sambil bermain handphone itu menoleh ke samping kanan, dan melihat pemilik dari rumah tersebut sudah pulang. 


Tapi tidak seperti saat pertama kali berangkat, penampilan dari pria itu cukuplah rapi, di saat pulang, penampilannya jauh lebih mengerikan, karena tubuh Visco yang basah kuyup itu menampilkan jejak dari noda darah merah yang menghiasi kemeja putihnya. 


“Aku hanya merasa kamar ini juga perlu aku huni, setidaknya saat kamu tidur, tempat tidurnya jadi hangat.” Jawab wanita ini, siapa lagi kalau bukan Safina, mantan pacar Dhavin beberapa tahun yang lalu. 


“Kamu selalu saja punya alasan yang cukup membuat orang lain salah paham.” Seringai Visco melihat Safina justru terlihat begitu santai, ketika dirinya berada di atas tempat tidur milik seorang pria, dan si pemilik tempat tidur itu sendiri sudah pulang. 


“Ngomong-ngomong, karena kita baru bertemu setelah pesta ulang tahunmu waktu itu, aku jadi baru sadar kalau pelipismu terluka. 

__ADS_1


Kamu bukan orang yang mudah terluka jika berurusan dengan orang lain, selain mereka. Apa yang sebenarnya terjadi kepadamu?” Ucap Safina, bangun dari tempatnya berbaring dan mengubah posisinya menjadi duduk di tepi tempat tidur sambil menoleh ke arah Visco yang saat ini sedang memegang pelipisnya. 


Karena baru kemarin, jadi luka itu masih di bilang baru dan cukup sakit walaupun tidak seberapa. 


“Apa aku harus memberitahu rutinitasku kepada wanita sepertimu?” Tanya Visco, dia mulai menanggalkan pakaiannya .


Safina merungut, karena Visco tidak mau memberitahukannya. 


Yah, walaupun ia sadar kalau ia bukan siapa-siapanya Visco selain orang yang ingin menumpang tinggal di tempat pria itu, jadi ia pun tahu posisinya sama sekali tidak memiliki hak, karena ia hanyalah tamu di rumah Visco saja. 


‘Jika melihat wajahnya seperti itu, berarti dia memang belum tahu kalau aku sebenarnya punya hubungan dengan Liana. 


Yah, walaupun Safina memang cantik, dan dengan tubuhnya itu dia bisa menggoda pria manapun, tapi dia tetaplah wanita bodoh. 


Jika Freddy berpikir kalau waktu itu aku tertipu dengan penampilannya yang seperti Dhavin, tentu saja itu salah besar. Sebagai orang yang sudah ketahuan sudah bucin, mana mungkin dia akan mencium wanita lain. 


Freddy, kau secara tidak langsung memperlihatkan kesalahanmu kepadaku.’ Pikir Freddy. ‘Tapi karena Safina saja tertip, sudah jelas kalau dia memang wanita yang bodoh. Aku juga tidak mempermasalahkan dia tinggal di rumahk, karena aku memang butuh teman bicara seperti dia.’ 


Visco diam-diam tersenyum, lalu mengambil handuk sebelum akhirnya ia masuk kedalam kamar mandi. 

__ADS_1


KLEK.


“........” Safina, dia terdiam seribu bahasa saat melihat kepergian dari Visco. 


“Tuan, saya membawakan makan malam untuk anda.” Seorang pelayan datang dan sedang menunggu di depan pintu. 


“Tuanmu itu sedang mandi. Sini, berikan padaku saja.” Kata Safina kepada pelayan tersebut. 


“Baiklah,” Memberikan nampan dengan beberapa seafood menjadi makan malam untuk majikannya itu karena memang suka dengan seafood.


Setelah memberikannya kepada Safina, pelayan tersebut pergi. 


Safina lantas membawanya masuk kedalam kamar dan meletakkannya ke atas meja kecil di depn sofa persis. 


Tapi ketika Safina hendak pergi meninggalkan makanan itu, dia terlebih dulu menatapnya. Sampai ia akhirnya melamunkan makanan itu. 


‘Bagaimana kalau-’ Kalimatnya terhenti saat tangan kanannya memegang saku dari rok yang ia pakai. Di dalam sakunya ada satu barang kecil yang selalu ia bawa. 


Tepatnya hari ini seperti ada sesuatu yang tiba-tiba saja merasukinya, saat Safina melihat ke arah makanan itu, tiba-tiba ia di hadapi dengan perasaan untuk melakukan sesuatu kepada makanan itu. 

__ADS_1


Makanan yang akan di makan oleh Visco. 


__ADS_2