Dhavin Bos Mafia Jatuh Cinta Kepadaku S2

Dhavin Bos Mafia Jatuh Cinta Kepadaku S2
112 : DBMJCP : Keinginan


__ADS_3

Tidak perlu menunggu waktu yang lama, Revina akhirnya tertidur.


Saat melihat Revina sudah tertidur, Arlsei kembali fokus menatap ke arah depan sambil mengacak rambutnya sendiri sehingga gaya rambut aslinya kembali lagi seperti semula.



"lagi-lagi aku harus bekerja ekstra keras." Gumam Arlsei. Ketika ia melirik ke arah spion mobil, dia akhirnya melihat adanya mobil lain yang mulai menyusul.


"Huft~ Huft~" Revina sendiri sudah tidur dengan cukup lelap.


'Nyonya memang Nyonya. Dia bisa sesuka hati tidur. Tapi-' Arlsei memejamkan matanya sesaat. 'Aku terpaksa melakukan ini agar Nyonya tidak melihat apapun. Makannya, obat yang Nyonya minum pun, sebenarnya mengandung obat tidur juga.'


Meskipun agak merepotkan karena dia harus menjaga satu majikan yang tidak bisa apa-apa, karena hal itu sudah menjadi kewajibannya, Arlsei mau tidak mau harus mengerjakan pekerjaannya dengan benar dan sebaik mungkin.


Karena mobil yang ada di belakangnya melaju kian mendekat, Arlsei semakin menaikkan kecepatannya.


"Bos, kelihatannya dia mau membuat kita terus mengejarnya." Dua orang yang ada di belakang mobil yang di kendarai oleh Arlsei itu terus berusaha mengikuti mobil di depan.


"Ya, mau bagaimana lagi? Karena semua anak buahnya yang sudah bersembunyi sudah kita bereskan, dia sekarang jadi sendirian. Hmm....aku pastikan dia akan terus sendirian tanpa adanya bala bantuan. " Pria ini menyeringai, karena rencana untuk membuat Arlsei tidak menerima bantuan apapun sudah di kerjakan.


Ya, Arlsei memang sudah membuat rencana dengan menempatkan puluhan anak buahnya untuk mengamankan kondisi di sekitar jalan yang akan Arlsei dan Revina lalui.


Akan tetapi, karena semua anak buah Arlsei sudah di bereskan oleh anak buah Visco, maka sekarang Arlsei sedirian.

__ADS_1


"Cio, tembak drone yang ada di atas." Perintah pria ini.


"Ok~" Lalu pemuda yang di panggil Cio ini langsung mengambil senjata yang sempat dia simpan di belakang.


Pria yang sedang menyetir itu langsung menekan salah satu tombol yang ada di dalam mobil, untuk membuka kaca yang menutupi atap mobil. Sehingga saat sudah terbuka, lubang itu pun bisa di gunakan oleh Cio untuk mengeluarkan separuh tubuhnya dengan satu senjata yang sedikit besar di panggul di bahunya.


"Oi...oi, mana aku tidak bisa meilhatnya. Berikan kacamatanya." Cio menurunkan tangannya agar laki-laki yang dia panggil Bos itu memberikannya kacamata khusus untuk melihat di malam hari.


"Nih."


Cio langsung memakainya, dan setelah memakainya, dia pun jadi bisa melihat semua hal yang ada di sekitarnya itu dengan cukup mudah, sebab bantuan dari kacamata itu.


"Arlsei, ucapkan selama tinggal pada drone pengintaimu." Bisik Cio sambil membidik drone yang ada di atas langit. Setelah mendapatkan bidikan, Cio pun langsung menarik pemicunya, dan apa yang di dapat, senjata khusus yaitu DroneGun, sebuah jammer itu langsung mematikan sinyal drone, sehingga drone tersebut kehilangan kendali dan jatuh.


Dan tentu saja di beberapa titik sudah ada orang yang menunggu jatuhnya drone tersebut.


_____________


'Tumben sekali mereka lebih cerdik. Beberapa anak buahku sudah di lumpuhkan. Ketiga drone juga sudah hilang kontak gara-gara di tembak dengan DrineGune, dan mereka ternyata sudah memasang penghalau sinyal di sepanjang jalan.' Pikir Arlsei.


Maka dari itu, Arlsei pun sama sekali tidak bisa menghubungi seseorang untuk di mintai bantuan.


'Padahal akan jauh lebih bagus jika aku harus membawa helikopter. Setidaknya bisa di pangkas sampai sepuluh menit. Tapi karena Nyonya ingin naik mobil, meskipun tahu kalau Nyonya itu mabuk darat, pada akhirnya jadi seperti ini.

__ADS_1


Ngomong-ngomong, Nyonya ini seperti magnet menarik musuh ya?


Dalam satu tahun tanpa di ketahui oleh Nyonya saja, sudah ada lebih dari dua puluh penyerangan, dan hampir ada tiga puluh tujuh kasus pembunuhan dengan cara untuk meracuni Nyonya.


Tapi pada akhirnya, jawabannya sudah cukup jelas, kalau Nyonya memang menjadi kelemahan untuk Tuan Dhavin.


Jika saja Nyonya adalah orang yang sebaliknya, mungkin aku tidak akan serepot ini.


Yah~ Tanpa di suruh pun, tugasku juga sudah cukup jelas. Jadi mau dalam kondisi apapun Nyonya yang aku layani, aku harus melindunginya untuk Tuan.' Dan tanpa basa basi lagi, Arlsei mengeluarkan pistol dari dalam jas nya.


Hanya dengan mengandalkan dirinya sendiri, Arlsei pun melawan satu mobil yang ada di belakangnya?


DORR...


Tangan Arlsei yang hendak keluar dari jendela mobil yang sudah di buka dia tarik kembali.


"Kelihatannya apa yang terjadi satu tahun yang lalu juga akan terjadi lagi. Visco ..., ternyata kamu ingat dengan hari dimana kamu menyerang Tuan dan Nyonya." Bisik Arlsei, suaranya begitu rendah dan dingin. Sungguh kontras dengan Arlsei yang biasanya dengan yang sekarang.


_________________


"Hahh~ Aku akan lihat, bagaimana kira-kira hadiah yang aku berikan kepada dua anak bucin itu ya?" Tawa bahagia milik Visco langsung menyebar kesegala penjuru ruangan.


Visco yang tadinya hanya memejamkan matanya dengan senyuman manis yang menikmati alunan lagu klasik yang sedang di perdengarkan kepadanya, sudah membuka matanya dengan tawa ringan yang sungguh mengisi segala suasana yang sebenarnya cukup sepi, karena di dalam rumah itu sedang tidak ada siapapun kecuali Visco yang baru saja menikmati ritual mandinya.

__ADS_1


"Revina ya? Aku sama sekali belum pernah melihatnya dari dekat." Visco mengerjapkan matanya sambil memandang langit-langit rumah. "Dhavin, kamu memang hebat, bisa menjaganya sampai selama ini dariku. Tapi sebentar lagi wanitamu ada di genggamanku.


Jadi.... , kira-kira seperti apakah reaksi wajahmu saat mengetahui Arlsei yang kamu banggakan itu kalah dan Revinamu jadi ada di tanganku? Liana ..., kamu sendiri yang sudah mengizinkanku untuk melakukan sesuatu pada menantumu, jadi jangan salahkan aku jika aku memberitahu Dhavin soal ini." Ucap Visco pada dirinya sendiri sambil menyesap wine berwarna merah darah itu.


__ADS_2