Dhavin Bos Mafia Jatuh Cinta Kepadaku S2

Dhavin Bos Mafia Jatuh Cinta Kepadaku S2
167 : DBMJCP : Pelukan


__ADS_3

“Hahh…hah…hah, Dhavin, aku lelah, tolong, cukup.”


“Tapi aku masih belum merasa puas.” Bisik Dhavin, saat ini dia ada di atas punggung Revina, membelai, mengecup dan menikmati kesenangan miliknya bersama dengan Istrinya. “Ini baru juga ronde pertama, tenang saja, aku tidak akan membuatmu kesakitan.” Goda Dhavin lagi. 


Tidak ada yang lebih baik dari menghabiskan waktu bersama sebelum besok dirinya pergi menuju Dubai. 


Dan tidak ada yang lebih bagus, ketimbang bersenang-senang dengan Revina, karena ia tidak ingin melupakan tubuhnya, bahkan sedetikpun. 


“Angghh~ Dhavin, kamu ini, benar-benar tega ya, membuatku lelah.”


“Kamu kan hanya mencurahkan hatimu untuk mereka berdua, jadi untuk malam ini, setidaknya berikan semua sisa hatimu itu kepadamu. Oh, bukan hati aja, tapi batin dan tenagamu.” Selepas mengatakan itu, Dhavin mengecup bahu Revina dengan kelembutan yang membuat bulu kuduk Revina meremang. 


“Ah…yayaya, terser-hiii!” Revina terperangah ketika kedua pahanya di selipi sesatu yang menegangkan. ‘Aku sudah gila, aku benar-benar sudah gila!’


‘Hehehe, nahaslah kamu, Revina, aku akan memakanmu sampai habis.’ Batin Dhavin, dengan begit ubangga, berhasil juniornya ke diantara paha Revina yang menutup rapat, dan setelah itu Dhavin pun dengan percaya dirinya yang cukup tinggi, langsung menggerakkan pinggulnya. 

__ADS_1


PHAK….


“Unghh..!” Lenguh Revina. ‘Rasanya aneh sekali, tapi ini- kepalaku akan semakin kosng.’ Kata hati Revina, dan akhirnya merek berdua pun menghabiskan malam bersama. 


__________


Esok harinya. 


Berhasil mencurahkan semua kebersamaan mereka dalam semalam, tentu saja beberapa pelayan harus bekerja keras untuk membuat kondisi tempat tidur yang sudah seperti kapal pecah itu kembali bersih dan wangi seperti semula. 


Demi mencegahnya sesuatu yang tidak di inginkan, tentu saja, urusan seperti itu di berikan kepada Arlsei. Apalagi karena mengingat bagi Dhavin ca*ran berharga miliknya, tidak boleh di salah gunakan orang lain, dan hanya untuk Revina seseorang, makannya Arlsei diberikan tanggung jawab penuh untuk sprei yang kotor itu.


“Apa kamu dengar semalam, aku sempat mendengar semangat juang Nyonya melayani Tuan, aku yang mendengarnya saja jadi malu sendiri.”


“Hushh.., jangan banyak bicara seperti itu, kalau Tuan Arlsei tahu, nanti kita di hukum.”

__ADS_1


“Tapi kan, Tuan Arlsei itu sedang di belakang rumah, menjemur spresi kotor milik Tuan dan Nyonya, jadi mana mungkin beliau dengar apa yang ak-”


“Dengar apa?”


“Hiii!” Dua orang pelayan ini langsung mundur ke belakang dengan kedua bantal, masing-masing mereka peluk, karena terkejut melihat orang yang baru saja di bicarakan sudah ada di belakang mereka berdua. 


Arlsei dengan diam, terus memperhatikan dua orang pelayan di depannya.


“Lepaskan itu.” Perintah Arlsie, tatapan matanya terpaku pada bantal dan bantal guling yang di peluk oleh mereka berdua. 


“I-ia Tuan? Melepaskan apa?” Masih belum sadar dengan apa yang di maksudnya. 


“Apa yang kalian berdua pegang, lepaskan itu, jangan di peluk, pakaian kalian kan kotor, aku lihat kamu, belum lama ini baru saja mengepel, dan kedua tanganmu semat dikeringkan dengan pakaian pelayanmu itu, dan kamu-” Menunjuk pada satu pelayan yang ada di sebelah pelayan tadi. “Kamu habis dari kebun untuk memotong bunga, sempat ada lebah yang hinggap di pakaianmu, jadi lepaskan bantal itu.”


‘Mengerikan! Bagaimaa Tuan Arlsei bisa tahu?!’ Pekik kedua orang perempuan ini, saat diberikan alasan paling jelas dari Arlsei, karena menyuruh mereka untuk segera melepaskan bantal yang sedang mereka peluk itu. 

__ADS_1


__ADS_2