Dhavin Bos Mafia Jatuh Cinta Kepadaku S2

Dhavin Bos Mafia Jatuh Cinta Kepadaku S2
99 : DBMJCP : Kasus


__ADS_3

Dengan langkah yang begitu cepat, Dhavin pergi keluar dari rumah Vian.


"Dhavin, ternyata kamu punya ide gila ya?" Vian yang kebetulan hendak menemui Dhavin di dalam ruang tamu, tanpa sengaja jadi bertemu dengan Dhavin yang sedang separuh berlari terburu-buru seperti sedang di kejar sesuatu.


"Berisik." Ketus Dhavin.


"Tapi kamu tidak apa-apa kan? Soalnya aku kaget gara-gara di telepon si tembok itu!" Vian berseru pada pria yang berlari dengan cepat, sehingga dalam sekejap mata, Dhavin sudah berada di ambang pintu keluar dan tidak menyahut apapun soal pertanyaannya tadi.


Saat ini Vian pun hanya bisa melihat punggung Dhavin yang sudah menghilang setelah masuk kedalam mobil.


"Tapi apa iya, dia mencium seorang pelayan di pesta ulang tahun Visco? Di depan banyak orang seperti itu?" Vian kembali menatap layar handphone nya, dan di sana terlihat adanya foto beda status tengah berciuman dengan seorang pelayan di salah satu acara pesta.


Vian mencoba memindai lagi, di perbesar dan di lihat dengan lebih seksama lagi, sampai layar handphone nya menyentuh bulu lentiknya.


'Tapi mau di lihat dari manapun, ini memang terlihat sangat asli. Tapi kan, Dhavin sudah punya Istri. Aku bahkan tahu betul kalau dia sangat bucin pada wanita desanya yang sudah semakin cantik jelita layaknya bidadari, masa iya Dhavin selingkuh, dengan pelayan?' Mau seberapa kali pun Vian melihatnya, Vian sangat ragu dengan apa yang ada di foto itu.


"Hai Bos," Sampai satu sapaan terdengar untuk Vian.


Saat Vian menoleh ke belakang, lalu mengikuti arah dari manusia kepala rusa itu pergi, Vian langsung membelalakkan matanya.


"Adel?" Panggil Vian dengan wajah bingung di tambah cukup terkejut, karena si manusia rusa itu sedang membawa seorang wanita dengan cara di pikul, layaknya karung. "Hei, apa yang kamu lakukan padanya? Ini tindakan ilegal!" Vian yang hendak mencegat Vinella pergi dengan membawa Adel yang pingsan itu, tiba-tiba di sahut oleh Vinella sendiri.


"Ini permintaannya Bos," Setelah mengatakan itu, Vinella memperbaiki posisi Adel yang ada di samping pundak kanannya, dan kembali berjalan untuk membawanya ke dalam mobil dan akan menjadikan Adel sebagai tawanan.

__ADS_1


'Eh? Jadi dia anak buahnya Dhavin? Tapi kenapa dia memakai topeng?' Vian jadi tersenyum tawar melihat keanehan dari kelompoknya Dhavin Calvaro.


__________________


Seperti orang yang kesetanan, Dhavin benar-benar pulang sambil menyetir cukup ngebut. Bahkan bisa di bilang, dia seperti sedang balapan mobil, dengan trek dari medan jalan yang harus Dhavin lalui itu cukup berliku, Dhavin pun melakukan aksi drift untuk setiap kelokan yang ada, sehingga ia dapat belok di jalan dengan kecepatan masih bisa berada di angka yang tinggi.


"Kenapa dua orang ini justru membuatku mendapatkan masalah secara tidak langsung? Apa mereka berdua aku kirim saja ke afrika. Mereka berdua kan seperti dua binatang yang pas," Kutuk Dhavin.


Dhavin begitu marah, hatinya sangat kacau, saat dia melihat dirinya sendiri sedang mencium seorang pelayan di pesta ulang tahun Visco.


Dan orang yang bisa melakukannya, karena orang itu memang sengaja di utus untuk menggantikannya, tentu saja adalah Freddy.


Meskipun tidak tahu siapa pelayan yang di cium oleh Freddy itu, Dhavin hanya yakin kalau Freddy bukanlah tipe orang yang akan sembarangan mencium wanita, jadi Dhavin berpikir kalau Freddy sungguh kenal dengan pelayan tersebut.


'Pasti itu, anak itu pasti mencium Vinella yang menyamar jadi pelayan.'


Hanya saja, karena ia saat ini sama sekali tidak bisa di buat berpikir terus dengan hal itu, gara-gara konsentrasinya harus di bagi, Dhavin pun tidak melakukan apapun, termasuk menelepon Revina, ia sama sekali tidak ada niatan itu, sebab niat paling besar adalah bisa sampai di rumah dengan cepat.


Saat ini jam sudah menunjukkan pukul setengah sembilan malam, cukup gelap tapi juga termasuk masih sore, karena jam bangun orang-orang seperti drinya, jam malam itu seakan tidak pernah ada sama sekali.


'Tapi apa yang terjadi dengan Revina? Dia pasti sedih lagi.' Dhavin yang cukup frustasi itu langsung menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu, lalu kembali memegang stir mobil dengan kedua tangannya.


BRMMM.........

__ADS_1


__________________


"Ini apa lagi? Kenapa Dhavin mencium seorang pelayan? Jadi dia suka status yang rendah-rendah sepertiku dan dia? Dia ternyata punya selera yang cukup aneh." Gumam Revina. Dia baru saja bangun dari tangisan pertamanya, tapi dia jadi tambah sakit dengan melihat pemandangan itu.


Walaupun, dia sama sekali tidak bisa menangis lagi, sebab sudah ia keluarkan di ronde pertama.


Yang ada di dalam hatinya saat ini adalah perasaan yang cukup jengkel, karena ia tetap saja tidak bisa mengalihkan rasa perasaan yang sedang tersakiti, tapi juga tidak berdarah.


Karena kesal jika melihat foto akan berita seorang Dhavin mencium seorang pelayan, Revina pun berdiri di atas tempat tidurnya dengan secepat kilat, mengangkat handphonenya ke atas, tanpa babibu lagi handphone nya itu langsung di lempar dengan kuat sambil berterak.


"DHAVIN!"


SYUHHT.....


Handphone lipat yang belum lama di pakai itu pun melayang dengan cukup cepat menuju pintu masuk, hingga di saat yang bersamaan pintu itu terbuka dan memasukkan tangan kanan yang langsung menangkap handphone yang bisa hancur seperti tisu yang basah.


GREP...


Dan akhirnya pintu itu terbuka lebar, memperlihatkan seorang Dhavin yang terlihat seperti di kejar hantu kuntilanak.


"Hahh ...hah..., kamu memanggilku?" Tanya Dhavin untuk mengkonfiramasi apa yang barusan ia dengar dengan cukup jelas, tapi karena takut salah juga, maka Dhavin jadinya terpaksa untuk bertanya.


Dhavin kembali melangkahkan kakinya dengan lebar.

__ADS_1


'Kenapa aku yang baru saja berteriak, berhasil membuat Dhavin sudah ada di depanku itu?' Kedua kaki yang sedikit terbuka lebar, karena ia harus mengambil kuda-kuda untuk melempar handphone penuh dengan tenaga, langsung berdiri kembali dengan posisi sempurna.


__ADS_2