Dhavin Bos Mafia Jatuh Cinta Kepadaku S2

Dhavin Bos Mafia Jatuh Cinta Kepadaku S2
115 : DBMJCP : Mengakhiri


__ADS_3

"Nyonya?" Terkejut Arlsei karena Revina tiba-tiba saja bangun. 'Kenapa Nyonya tiba-tiba bangun? Bukannya efek dari obat yang mengandung obat tidur itu seharusnya bertahan paling lama satu jam?'


Akan tetapi kenyataannya tetap ada di depan mata, bahwa majikannya ini sudah bangun lebih dulu dari pada yang di perkirakan oleh Arslei.


'Kenapa dia terkejut kalau aku bang-' Seketika kalimatnya terhenti saat Revina melihat ada dua mobil yang sedang melaju ke arah mereka berdua. "Arlsei! Fokus ke depan!' Teriak Revina.


".........!" Arlsei yang tersadar kembali dari keterkejutannya tadi, tangan kanannya langsung menarik tuas persneling ke gigi roda nomor dua lalu dia dengan buru-buru menginjak gas dengan stir di arahkan ke arah kiri.


"............!" Melihat mobil yang di kendarai oleh Arlsei tiba-tiba bergerak ke arah kiri, pria yang mengendarai mobil di belakang Arlsei itu segera dengan cekatan sedikit mengarahkan stir mobil nya ke arah kiri untuk untuk beberapa saat, sebelum akhirnya dia langsung membanting stir nya ke arah kanan dengan kuat.


Setelah itu, rem yang di injak cukup dalam itu membuat body mobil bagian belakang langsung terseret ke arah kiri dengan cepat hingga akhirnya belakang mobilnya itu langsung menghantam mobil Arsei yang hendak kabur itu.


BRAKK....


Dan mobil berwarna biru metalik itu langsung menabrak pohon pinus yang ada di pinggir jalan dengan keras.


_______________


Di tempat Dhavin berada, dia akhirnya sudah sampai di gazebo.



Dia berdiri di tengah Gezebo. Sambil melirik area sekitarnya yang terasa gelap, Dhavin selalu melihat ke arah jam tangannya.


Jam masih menunjukkan pukul enam petang. Walaupun baru saja sampai, dia merasa sudah lama menunggu.


Karena sempat bosan, dia pun meletakkan buket bunga nya di atas meja, lalu dia mengambil satu bungkus pakan ikan yang memang ada di bawah tiang dan tersembunyi di balik tirai.


Dengan sengaja Dhavin pun sedikit demi sedikit menyebarkan pakan ikan itu ke air danau. Dan di sanalah, perlahan ada banyak ikan koi yang berdatangan untuk minta makan kepadanya.


"Kira-kira ikannya sudah ada berapa banyak?" Gumam Dhavin. Karena danau itu adalah danau buatan, makannya Dhavin sengaja menyuruh anak buah nya untuk meletakkan ikan Koi di dalamnya.


Itu bukanlah ikan koi yang mendadak di tempatkan di danau itu, melainkan memang sudah di besarkan di danau itu selama satu tahun ini. Karena percaya bahwa ikan Koi adalah simbol keberuntungan, maka Dhavin tepat setelah dia menikah tahun lalu, setiap satu bulan sekali Dhavin akan menyuruh anak buahnya agar selalu menambahkan sembilan ekor ikan koi.


Lantas karena sudah setahun, jumlahnya sudah menjadi seratus delam ekor.

__ADS_1


Meskipun begitu, jelas kalau jumlah ikannya sudah lebih dari itu, karena sekarang saja dia seperti harus memanen ikan koi nya, agar tidak terlalu banyak seperti itu.


"Kenapa Revina lama ya?" Dhavin yang sudah tidak sabar itu selalu melihat ke arah jam tangan. Dan karena penasaran, Dhavin pun menelepon seseorang yang bertugas untuk mengantarkan Revina ke tempatnya.


-"Nomor yang anda tuju sedang tidak


aktif."-


Dhavin mengernyitkan matanya, karena untuk pertama kalinya dia tidak bisa menghubungi Arlsei.


Sudah mencobanya untuk kedua kalinya dan bahkan ketiga kalinya, Dhavin selalu gagal menghubunginya.


Karena masih penasaran, Dhavin mencoba menghubungi Revina.


Ya. Karena wanita itu adalah orang yang tidak akan meninggalkan handphone begitu saja dari tangannya, maka Dhavin pun mencobanya


Tapi...


-"Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif, silahkan tunggu beberapa saat lagi."-


"................" Dhavin langsung diam membisu dengan raut wajah yang kian datar sampai tatapan matanya pun kian mendingin seakan masuk kedalam kegelapan. 'Kenapa aku tidak bisa melacak handphone nya?'


__________________


Kepulan asap dari kap mobil yang terbuka langsung menyeruak mengusik hidung.


Arlsei dan Revina, karena mendapatkan kecelakaan yang mengakibatkan mobil yang mereka berdua naiki menabrak pohon, membuat mereka berdua langsung tidak sadarkan diri.


Lima orang dari empat mobil yang masing-masing di bawa oleh mereka, memberhentikan mobilnya di tengah jalan.


Mereka semua turun termasuk pria yang membawa mobil dengan penumpang Cio yang sudah tidak bernyawa itu.


BRAK.


Pintu mobil yang sudah tertutup itu membawa pria yang di panggil Bos oleh Cio ini langsung berjalan menghampiri mobil yang akhirnya berhenti juga setelah menabrak pohon.

__ADS_1


"Kamu, keluarkan wanita itu." Perintahnya kepada salah satu anak buahnya itu.


"Baik." Dengan buru-buru pria ini langsung membuka pintu mobil sebelah kanan, dan ketika dia membukanya, dia langsung terkejut.


"Kenapa kamu malah diam? Kan aku menyuruhmu untuk mengeluarkan wanita itu." Tidak sabaran, pria ini langsung menyusul ke arah samping mobilnya Arlsei.


"Aku tidak tahu, ternyata wanita yang Bos inginkan ini adalah seorang pengantin?"


PLEK.


Memukul kepala anak buahnya itu. "Bodoh, mana mungkin aku menginginkan wanita ini. Dia bukan milikku, tapi milik Tuan Visco."


"He? Berarti Tuan Visco ingin mencuri mempelai pengantin wanita orang lain untuk di nikahinya?" Tanyanya lagi.


"Hahh~ Dia bukan calon pengantin. Wanita ini itu sudah menikah, dan hari ini adalah hari ulang tahun pernikahannya yang ke satu tahun."


"Berarti Tuan Visco memang ingin mencuri Istri orang lain demi menjadikannya Istrinya?"


"Mungkin saja begitu. Apa yang di pikirkan oleh Tuan Visco itu selalu tidak mudah di tebak. Misalnya saja sekarang-" Pria ini langsung mengumumkan pesan singkat yang baru saja dia dapatkan dari majikannya itu. "Walaupuun sudah di lumpuhkan, jangan lengah."


"Yah~ Itu bisa jadi agar tidak lengah pada laki-laki yang ada di sebelahnya itu kan?" ucapnya, sambil menunjuk pada Arlsei yang masih diam tidak berkutik, sekalipun wajahnya sempat selamat, karena kantong udara langsung mengembang saat mobilnya menabrak pohon.


Mereka berlima pun jadi diam membisu, sehingga menciptakan keheningan.


"Kalian tangkap si Arlsei itu, biar aku yang membawa wanita ini." Bos dari mereka berempat pun mengangkat tubuh Revina yang kini sedang dalam kondisi tidak sadarkan diri.


"Tapi ngomong-ngomong Bos, wanita itu ternyata punya dua wow ya?" Kata-katanya menunjuk ke arah Revina, karena gaun yang di pakainya itu memang hampir memperlihatkan belahan dadanya.


"Makannya, cari wanita yang bisa kamu nikahi." Sindir pria ini, lalu membawa Revina kedalam mobil salah satu anak buahnya yang lebih bersih, karena tidak mungkin ia menggunakan mobilnya yang sudah di banjiri darah yang amis. 'Padahal dia Istri dari anak itu, tapi kenapa tubuhnya seringan ini?'


KLEK.


Dengan perlahan dia meletakkan tubuh dari wanita dia gendong secara perlahan di kursi depan mobil.


'Tapi wajahnya cukup cantik. Dari mana anak itu mendapatkan wanita seperti ini?' Sampai di saat pria ini hendak memasangkan sabuk pengaman pada tubuh Revina, hingga wajah jarak wajah diantara mereka berdua cukup lah dekat, tiba-tiba saja dia mencium aroma harum yang cukup memabukkan.

__ADS_1


Perlahan mata yang tadinya terpejam, kini terbuka dan memperlihatkan matanya yang sayu sambil bertanya, "Apa- yang sedang kamu lakukan?" Tanya Revina.


__ADS_2