Dhavin Bos Mafia Jatuh Cinta Kepadaku S2

Dhavin Bos Mafia Jatuh Cinta Kepadaku S2
47 : DBMJCP : Mantan Dhavin


__ADS_3

"Lihat ini, Dhavin akhirnya bisa pergi juga dari rumahnya." Ucap Visco pada dirinya sendiri saat dia akhirnya bisa melihat keberadaan Dhavin yang benar-benar sudah keluar dari rumahnya. "Sebagai Tuan rumah, aku maka aku harus menyambutnya dengan cukup ramah, kan?" Imbuh Visco lagi.


Dia tidak bisa mengalihkan pandanganya dari Dhavin yang saat ini sudah berada di depan rumah, tempat tinggal Ibunya Dhavin.


Di sana, Visco bisa melihat, Ibunya Dhavin atau Liana, baru saja masuk kedalam mobil yang di kendarai oleh Dhavin sendiri.


Visco menyentuh layar laptop nya. "SUdah setahu berlalu, dia masih saja cantik. Dasar, wanita. Dia sama sekali seperti bukan Ibunya," Cibir Visco melihat Ibu kandung Dhavin itu selalu senantiasa cantik seperti seorang gadis muda yang berumur dua puluh tahunan ke atas, dan tidak terlihat seperti orang yang sudah memiliki anak sebesar itu.


Dan Visco tentu saja cukup tertarik dengan kecantikan serta tubuh yang ternyata tetap terjaga untuk bisa tampil seperti seorang pela*kor.


Tapi lebih dari pada itu semua, adalah...


TOK...TOK...TOK....


Ketukan pintu itu membuyarkan segala lamunan milik Visco atas pusat perhatiannya yang dari tadi terus saja tertuju pada ibu dan anak itu.


Visco menutup laptop nya, lalu berjalan menghampiri pintu yang baru saja mendapatkan beberapa ketuka.


KLEK...

__ADS_1


Vsico akhrirnya menemukan seorang wanita cantik yang sduah lama tidak Visco lihat. "Safina. Ternyata kamu datang juga? Aku pikir kamu sudah kapok denganku." Ujar Visco.


"Sudahlah, jangan bahas yang sduah berlalu. Semua itu sudah jadi masa lalu, tau." Ketus Safina. "Apa aku bisa masuk? Aku lelah, tapi aku ingin pergi ke pesta ulang tahunmu."


"Ho~ kamu memang sungguh penuh dengan sesuatu. Masuklah, kalau lelah tidur saja dulu, atau mau aku tidurkan dengan membacakan sebuah dongeng untukmu?" Tawar Visco pada seorang wanita bernama Safina.


Dia adalah mantan pacar Dhavin dulu. Sebenarnya itu cukup dulu sekali, karena saat setelah lulus SMA dia memutuskan untuk pergi keluar negeri, di saat itulah hubungannya dengan Dhavin ternyata jadi kanndas, setelah empat tahun berlalu, Safina kembali, dan mencoba untuk membujuk kembali agar Dhavin bisa kembali bersamanya dan melanjutkan hubungannya.


Tapi semua itu sudah kandas setelah kedatangan wanita lain, yang ternyata berhasil mencuri perhatian seorang Dhavin Calvaro.


Dan di saat itu pula, Safina yang benar-benar tidak menyukai keberadaan Revina. Kala itu, Safina membuat penyiksaan kecil untuk Revina di dalam sebuah gudang kosong yang jauh dari kota, dan tentu saja semua itu juga bagian dari rencana yang dimiliki oleh Visco ini.


"Memamangnya acarannya masih berapa lama lagi?" Tanay Safina, berjalan masuk kedalam kamar milik Visco, lalu merebahkan diri di atas tempat tidur pria ini, hingga semerbak dari sisa aroma yang tertinggal dari aroma tubuh yang dimiliki Visco ini akhirnya bisa tercium juga oleh Safina.


"Kalau begitu, biarkan aku tidur setengah jam, dan di saat itu juga, bacakan aku dongeng yang kamu maksud itu." Pinta Safina saat itu juga.


Visco kemudian berjalan menghampiri Safina yang sudah seenaknya berbaring di atas tempat tidurnya. Dan di saat yang sama juga, Visco pun menuruti kemauannya, dengan sama-sama berbaring di atas tempat tidurnya juga, menemani Safina yang sedang menatap langt-langit kamarnya.


"Jadi maunnya, dongeng seperti apa yang ingin kamu dengar? Kamu bbisa memilihnya sendiri tanpa membuatku harus membuatkan daftar pilihan." Ucap Visco.

__ADS_1


"Beritahu aku tentang Dhavin saat ini, apalagi wanita kampungan itu."


"Sangat penasaran ya? Tapi jika aku ceritakan itu, apa jadinya nanti? Apa kamu akan membalaskan dendammu lagi?"


"Itu aku pikirkan setelah aku tahu cerita lengkapnya darimu." Ungkap Safina.


Visco melirik satu wanita yang kini ada di sampingnya persis. Dengan gaun malam berwarna hitam yang di pakai dan membalut semua permukaan dari kulit putih milik Safina, di saat yang sama pula ada bagian yang memang sengaja di perlihatkan oleh Safina dengan gaun yang di pakainya itu, dan itu adalah punggung serta belahan dada milik Safina, dimana semua yang melihatnya apalagi untuk kaum pria, langsung menarik perhatian mereka untuk tertuju pada Safina ini.


Itulah tujuan dari wanita mantan pacar Dhavin yang penuh dengan godaan ini.


Bahkan seperti sekarang saja, denga nsengaja salah satu kaki Safina di angkat ke atas dan sedikit di tekuk. Maka mau tidak mau Visco pun jadi melihat paha milik Safina ini.


"Tap, apa kamu sedang mencoba menggodaku?" Tanya Visco, tidak bisa mengalihkan semua hal yang bisa Visco lihat dengan mata telanjang itu.


"Jika kamu menganggapnya begitu, itu boleh juga." Seringai Safina.


Lalu Safina mencoba merubah posisinya. Dia merangkak untuk menghampiri Visco yang saat ini sedang duduk bersandar. Safina kembali mendaratkan tubuhnay di atas tempat tidur dan memeluk Visco, seraya kaki kanannya itu dia angkat dan dia letakkan di atas sepasang kaki Visco, agar dia bisa memperlihatkan kaki miliknya yang cukup cantk karena selain punya kluit yang putih, bersih, kulitnya juga kencang, sehingga hal itu pun bisa di jadikan bahan untuk Visco mengelus manja kaki Safina seraya mendongeng untuk Safina seorang.


"Kamu memang wanita yang nakal." Mngizinkan Safina yang saat ini memeluk tubuhnya. Sedangkan tangan kiri Visco dia gunakan untuk menyetrika kaki jenjang milik Safina sampai ke atas sana, yaitu pan*tat nya, karena disana juga lumayan menarik untuk Viscco elus juga.

__ADS_1


"Aku memang nakal. Jadi kapan, dongengnya di mulai?" Tanya Safina lagi, seraya menahan sensasi geli yang dia dapakan itu.


"Iya, akan aku mulai dongengnya setelah waktu itu kamu pergi dari negara ini lagi, demi menghindari amukan Dhavin yang kamu cintai tapi sekaligus kamu khianati itu." Ucap Visco, memulai pembicaraan dari sebuah dongeng dari seorang Dhavin yang akan menjadi tokoh utama dari cerita yang di inginkan oleh Safina ini.


__ADS_2