Dhavin Bos Mafia Jatuh Cinta Kepadaku S2

Dhavin Bos Mafia Jatuh Cinta Kepadaku S2
158 : DBMJCP : Tidur berdua.


__ADS_3

"Kenapa jadi diam? Tadi kedengarannya kamu sedang bisa banyak bicara." Tanya Dhavin, ia begitu ingin sekali mendengar suara milik Revina lagi, tapi karena sedikit pertengkaran tadi, mereka berdua jadi sempat saling diam.


"Tidak." Revina jadi merungut, ia di sini jadi merasa serba salah. Jika bukan karena dirinya yang mengawali pertengkaran diantara mereka berdua, sudah pasti saat ini baik itu dirinya maupun Dhavin, sudah pasti sedang bersenang-senang, setidaknya untuk saling berbicara.


"Ya sudah, kalau begitu aku tidak akan menganggumu lagi, ak-"


"Tidak, ka-kamu bisa menggangguku. Aku tadi salah, maaf aku seharusnya tidak mengatakan itu kepadamu, pa-padahal kamu sudah se..baik ini kepadaku." Sela Revina. "A-akulah yang salah, jika bukan karena aku, tidak ada suasana...secanggung ini." Imbuh Revina dengan akhir matanya kembali ia pejamkan. Ia tidak sanggup untuk melihat seperti apakah ekspresi wajah dari Dhavin kali ini.


"Hah~" Dhavin tersenyum remeh. "Padahal aku bukan punya maksud kalau aku marah dan akan mendiamimu sehingga aku tidak mengganggumu lagi, tapi karena aku dan kamu juga lelah, tadi aku mengatakan itu untuk mengajakmu tidur saja. Tapi-"


Dan senyuman jahil milik Dhavin yang tiba-tia saja mengembang begitu lebar, membuat Revina sadar, kalau dirinya salah paham.


'Aku jadi merasa di permainkan' Rutuk Revina kepada dirinya sendiri, sebab ia merasa jadi ketipu sendiri, gara-gara salah tangkap.


"'Tapi karena kamu sudah mengizinkanku untuk mengganggumu, aku dengan senang hati melakukannya." Senyuman yang begitu lebar. Dimata orang pasti menganggap senyumannya Dhavin saat ini seperti senyuman biasa, tapi sayangnya tidak dengan Revina, ia menganggap kalau itu adalah senyuman penuh dengan malapetaka untuknya.


"T-tidak, t-tunggu dul-"


Kalimatnya seketika mengambang di udara setelah Dhavin tiba-tiba saja meraup lehernya dan tangan kanannya berjalan-jalan di belakang punggung Revina, membuat suasana begitu panas dalam waktu kurang dari sepuluh detik itu.

__ADS_1


GREEPP...


Rasa geli itu menyeret tangan Revina untuk mencengkram baju Dhavin. Dan rasa geli itu juga menuntun tubuhnya untuk menari di atas tempat tidur dalam pose-pose yang begitu memikat mata Dhavin.


"D-dhavin, besok saja lah."


"Tapi maunya sekarang." Dhavin sekarang sudah mengusel-usel wajahnya sendiri di depan dadanya Revina, sampai Revina jadi menggelinjing antara geli juga nikmat.


"Ahh~ G-geli!" Revina tersentak ketika mulut Dhavin malah mengigit pu*ingnya. Walaupun ia hanya memakai baju tidur, tapi karena Revina pada dasarnya tidak memakai dalam an, hal itu pun bisa membuat Dhavin bisa mendapatkannya juga.


"Hahaha, lihat ini, yang kecil ini sedang menantangku." Goda Dhavin dengan senyuman cerahnya, melihat ujung dari buah yang tidak bisa di makan itu sudah berdiri dan menantang mata Dhavin untuk melahapnya lagi.


Dan demi menghindari Revina kabur dari sisinya, Dhavin lebih dulu melingkarkan tangan kanannya di belakang pinggang Revina lalu memeluknya dengan begitu erat.


"Angghh~ D-Dhavin, j-jangan sedo*t itu."


"Kenapa?"


"Nanti mereka berdua tidak kebagian." Cetus Revina, membuat Dhavin mengerjapkan matanya beberapa kali. "Mereka berdua sedang banyak minum su*uku, jadi kamu jangan ambil dulu."

__ADS_1


"Lah~ Kalau bukan sekarang, lalu kapan? Nanti aku juga yang tidak kebagian." Tidak peduli dengan apa yang dikatakan oleh Revina, Dhavin terus melakukan perbuatannya itu.


Karena Dhavin melahap pu*ing Revina dari luar baju tidurnya, maka baju yang di pakai oleh Revina pun jadi basah.


"........" Sesaat Dhavin menatapnya lagi untuk sesaat, sampai karena merasa risih, Dhavin pun membuka kancing dari baju tidurnya Revina dan langsung melahapnya langsung tanpa ampun.


"Ungh~ Dhavin, kamu itu pria macam apa sih? Ah~!" Dhavin sempat menggigitnya, sehingga Revina jadi kena sentak menyakitkan.


"Memangnya pria macam apa aku, kamu kan sudah tahu." Jawab Dhavin singkat sebelum akhirnya ia pun melanjutkan perbuatannya itu, sampai Revina sudah tidak mampu berkutik lagi, sebab Revina kelelahan untuk menghadapi tubuh dari beruang Grizzly ini. 'Tapi bagiku ini cukup manis. Bahkan saking mes*mnya aku, aku berpikir kalau ini lebih enak ketimbang kopi seharga 10 juta itu.'


__________


10 menit kemudian suara protes dan kalimat penuh godaan yang sempat mengisi kamar tersebut, sepenuhnya sudah menghilang, selepas mereka berdua sudah tidur nyenyak dalam posisi paling aneh untuk sepasang suami istri pada umumnya.


Tidak seperti suami istri yang ada di luar sana, mereka berdua kini dalam posisi terbaring untuk saling menghadap.


Gara-gara Revina tidak mampu mengurus Dhavin yang bersikeras untuk menyita air su* su nya langsung dari tempatnya, membuat Revina yang perlahan merasa nyaman itu jadi tertidur.


Dan begitu pula dengan Dhavin, karena mulutnya lelah untuk melahap dan bergerak untuk meminum air su* su milik Revina langsung, sekarang ia pun tertidur di depan buah dada Revina persis, hingga wajahnya pun memang benar-benar menempel pada bakpau kecil namun manis itu.

__ADS_1


__ADS_2