Dhavin Bos Mafia Jatuh Cinta Kepadaku S2

Dhavin Bos Mafia Jatuh Cinta Kepadaku S2
156 : DBMJCP : Tidak ada perubahan


__ADS_3

“Apaan sih kamu.” Saking malunya, Revina jadi enggan untuk menatap wajah Dhavin yang pastinya sedang tersenyum bebas yang begitu mematikan. 


“Apaan? Aku hanya memuji Istriku sendiri pintar, kenapa kamu malah cemberut karena aku memujimu?” jawab Dhavin dengan senyuman mautnya. 


Tidak kuat menahan rasa malu yang memang jika sekalinya muncul, pasti akan langsung membuat Revina tidak mampu menatap lawan bicaranya, jika yang ia hadapi adalah pria ini, alhasil Revina jadi menundukkan kepalanya, lalu mencengkram baju yang di pakai Dhavin. 


‘Kenapa Revina bersikap seperti ini? Apa dia sakit?’ Merasakan perasaan nostalgia, karena hal seperti ini pernah terjadi, ketika saat Revina menemuinya dalam kondisi masih basah kuyup dengan keadaaan hendak melahirkan, Dhavin segera mencoba mencari tahu apa yang terjadi kepada Revina ini. “Ada apa? Apa kamu sakit? Atau luka yang waktu itu masih membuatmu merasakan kesakitan?”


Revina menggelengkan kepalanya. ‘Bukan itu bodoh! Masa pria sepertimu yang suka menggodaku sama sekali tidak peka kalau aku sedang malu.’ pikir Revina, masih menundukkan kepalanya di depan dada Dhavin, dan kedua tangannya pun masih mencengkrma erat baju Dhavin. 

__ADS_1


“Kalau bukan, lalu apa? Jika kamu diam, aku mana tahu apa yang kamu inginkan.” Ucap Dhavin. Kedua tangannya lantas meraih wajah Revina agar wanita ini mendongak ke arahnya dan menatap matanya, setidaknya agar Dhavin tahu apa yang sebenarnya terjadi kepada Istrinya itu, Istrinya yang ternyata suka dengan mengumbar wajah tersipu malu. “K-kamu, kamu sedang tarik ulur denganku, untuk memancingku dengan cara menggodaku seperti ini?” 


Gemas dengan rona pipi milik Revina yang muncul secaa alami hanya karena malu, Dhavin jadi tidak kuat untuk menahan tangannya untuk tidak mencubit pipinya. 


“Kamu selalu saja punya pikiran yang berlebihan. Aku bahkan sama sekali tidak punya niat untuk menggodamu. Dari awal, dari pertama kita bertemu, kamu masih ingat kan?” Kata Revina, tiba-tiba membahas topik masa lalunya, meskipun di satu sisi pipinya sedang di cubit oleh Dhavin.


“Ho~ Ada apa ini? Tiba-tiba saja membahas pertemuan pertama kita.” Ucap balik Dhavin, dan seringaian tipis khas milik Dhavin, selalu sukses membuat Revina jadi terlena, dan hasilnya Revina untuk sesaat jadi tidak fokus untuk mendengar apa yang barusan Davin katakan. 


“Revina.” 

__ADS_1


“Akhh…sakit tahu.” Mengelus pipina yang berakhir dengan cubitan yang cukup kasar. Meskipun tindakan dari Dhavin ini, mebuat Revia jadi kembarli tersadar sepenuhnya. 


“Makannya, dengarkan aku bicara apa.” Ucap Dhavin detik it ujuga. 


“Memangnya kamu tadi bicara apa?” Tanya Revina dengan tampang wajah tidak merasa bersalah, sebab sudah mengabaikan pertanyaan nya Dhavin tadi. 


'Hah~ Bisa-bisanya aku punya Istri sepertinya. Istri yang terlalu imut.' Terjerat dengan perasaannya sendiri, untuk sesaat Dhavin memejamkan matanya, dan langsung menjawab seolah dia mengatakannya dengan penuh kesabaran. " Pertemuan pertama kita. Aku masih sangat ing-mphh.." mulut Dhavin langsung di bungkam dnegan telapak tangannya Revina.


"Aku tanpa sadar jadi mengarahkan pembicaraan memalukan itu kepadamu. Jangan bahas lagi,"

__ADS_1


"Phuah.." Dhavin berhasil melepaskan bekapan tangan dari mulutnya, lalu berkata : "kenapa tidak mau membahasnya? Mungkin itu bisa aku jadikan obat tidur, lagipula aku rasa itu lebih seru ketimbang adu fisik yang melelahkan, jadi adu mulut saja."


"Apa kamu tidak merasa ucapanmu perlu di ralat?" Tatap Revina.


__ADS_2