Dhavin Bos Mafia Jatuh Cinta Kepadaku S2

Dhavin Bos Mafia Jatuh Cinta Kepadaku S2
70 : DBMJCP : Karena Revina membalas.


__ADS_3

Khawatir dengan tangisan Revina yang benar-benar pecah sampai sesenggukan, Dhavin langsung memeluknya dengan erat dan dengan pelan-pelan mencoba membujuk Revina untuk bercerita kepadanya.


"Revina, menangis saja dulu. Keluarkan saja apa yang membebani hatimu itu kepadaku. Jangan hanya di pendam sendiri. Kamu tahu apa akibat memendam perasaan sendirian? Itu akan mempengaruhi tubuhmu juga, apa kamu tidak tahu, seberapa banyak pun aku memberimu makan, tubuhmu tetap saja kurus, itu artinya kalau kamu memang banyak hal yang di pikirkan dan di pendam sendirian, ya kan?" Jelas Dhavin.


Sungguh di sayangkan, tidak seperti diri Dhavin yang tetap bisa menjaga tubuhnya sendiri sekalipun dia memang memendam banyak perasaan juga rahasia, maka tidak dengan Revina yang jelas sudah ketahuan kalau banyak yang di pikirkan dan di pendam sendiri, tubuhnya akan lebih kurus dari pada sebelumnya, dan itu bisa di lihat dalam waktu seminggu saja.


Maka dari itu, keanpa Dhavin berani berkata demikian kepada Revina, itu adalah agar Revina jadi lebih terbuka.


Setidaknya Revina tidak membebani tubuhnya dengan segala pikirannya sendiri itu.


Revina yang merasakan dirinya memang sedang dalam kondisi di sudutkan oleh Dhavin agar meluapkan semua tekanan hati dan pikirannya kepadanya, langsung membenamkan wajahnya di dalam pelukan itu.

__ADS_1


Sambil merasakan usapan lembut yang mendarat di punggungnya, perlahan Revina angkat bicara.


"Aku..yang semalam."


"Yang semalam apa?" Tanya Dhavin, mencoba mencari penjelasan lebih jelas kepada Revina ini.


"Kaca yang pecah itu. Aku-...a-aku..karena aku..aku memakai pistolmu."


'Dia tahu aku ternyata menyimpan pistolku? Padahal aku sudah meletakkannya di tempat yang aman, tapi kenapa-' Dhavin pun terkejut, karena ini menyangkut senjatanya juga yang ternyata diketahui oleh Revina dan sempat di gunakan? "Jadi maksudmu, kamu memakai senjata milikku, dan mengenai jendela kamar kita?"


"Hmm..."

__ADS_1


'Tapi jika memang seperti itu, kenapa Revina dapat luka serempetan peluru?' Sampai Dhavin menyadarinya juga, bahwa ternyata Revina mendapatkan luka serempetan peluru karena memang ada peluru yang ditunjukkan untuk membunuhnya.


Tapi di satu sisi, Revina juga menggunakan snejatanya dan menembakkan peluru ke arah lubang yang sama dengan peluru yang masuk dari luar itu?


'Tunggu..tunggu, aku jelas mendengar satu tembakan peluru dan lubang di kaca jendela juga hanya ada satu. Bukankah artinya Revina menembak di jalur yang sama dengan posisi lubang kaca itu dan menembakkannya ke arah targetnya?' Dhavin cukup menemui keterkejutannya, sebab hanya dengan beberapa patah kata Revina yang terbata-bata dan seperti puzzel itu akhirnya Dhavin temukan dan dia mengerti.


Mengerti kalau maksud dari ucapannya Revina adalah, Revina membalas serangan yang dilakukan oleh orang luar bersamaan dengan peluru yang datang kearahnya.


Dan hal tersebut membuat Dhavin merasa terkejut, sebab dia tidak pernah berpikir kalau Revina punya daya bidikan mata yang cukup tajam.


Sekalipun membuat itu membuat Revina akhirnya tetap mendapatkan luka di lengan, tapi bagi Dhavin, itu adalah kemampuan yang cukup mengagumkan, ketika Dhavin sendiri hanya menganggap kalau Revina adalah istri yang harus Dhavin lindungi, tapi ternyata ada kalanya Revina bisa melindungi dirinya sendiri walaupun yang kali ini, berakhir dengan insiden, sebab Revina jadi mengalami trauma.

__ADS_1


'Tapi tetap saja, walaupun dia memang bisa melindungi dirnya seperti semalam, tapi dia tetap saja terluka. Revina..harusnya kalau kamu memang tahu, kabur saja. Kenapa pakai membalas serangannya sih?' Keluh Dhavin.


__ADS_2