
"Hiks...hiks....hiks..." Revina yang ketakutan itu pun menangis, karena ia benar-benar takut, apalagi saat kini tangannya di borgol dan di sambung ke gagang mobil, sedangkan mulutnya di sumpal dengan mulut.
"Bisa berhenti menangis tidak? Aku benci wanita menangis." Pria ini mencoba memperingatkan dengan tatapan benci.
Tapi karena tidak begitu menghiraukan amaran dari laki-laki ini, Revina pun semakin menangis sejadi-jadinya.
"Mwaahhhh....whahh...!" Dan tentu saja dengan mulut yang masih tersumpal itu, Revina tidak mau menghentikan tangisannya saat itu juga, karena ia hanya merasa tidak adil padahal di hari yang seharusnya menjadi hari yang paling bahagia karena ia akan merayakan ulang tahun pernikahannya, malah berakhir dengan penculikan yang pernah ia alami satu tahun yang lalu juga. "Mhwaaa...! Mwhwaaaa!"
"DIAM! DIAM! DIAM! APA KAMU TIDAK TAHU ARTI KATA DIAM?!" Karena emosi yang sudah tidak terbendung lagi, ia akhirnya meluapkan emosinya kepada Revina dengan bentakan yang cukup membuat Revina langsung diam dengan tubuh menggigil ketakutan. "Jika masih tidak mau diam aku akan melakukan hal lebih dari sekedar memborgolmu saja!"
Wajah penuh amarah itu benar-benar langsung mengacaukan pikiran Revina, hingga Revina tidak lagi bersuara, dengan kepalanya yang menunduk, sorotan matanya menjadi gelap. Rambut yang awalnya sudah tertata rapi.
'Apa aku membentaknya terlalu berlebihan?' Tiba-tiba ada satu perasaan tidak nyaman ketika melihat wanita yang ada di sampingnya tiba-tiba diam?
"MWAAH....MWAHH...!" Tangisan itu pun kian menjadi-jadi.
Tidak tahan dengan tangisannya, pria ini langsung menginjak rem sedalam dalamnya.
CKITT....
__ADS_1
Hingga tubuh mereka berdua sama-sama sempat terhuyung ke depan, tapi karena mereka menggunakan sabuk pengaman, maka mereka selamat dari yang namanya benturan.
Dengan wajah bengisnya, pria ini langsung mengambil saputangan yang ada di dalam mulut Revina.
"Lepaskan! Aku akan membayarmu berapapun kamu mau, tapi lepaskan aku!" Pinta Revina. Dia percaya diri untuk memberikan uang kepada pria ini karena Revina sendiri memang sudah memiliki tabungannya sendiri.
"Aku tidak memerlukan uangmu, yang aku perlukan hanya membawamu ke Tuanku." Jawabnya.
"Memangnya apa yang dia berikan kepadamu?! Suamiku pasti bis-"
"Palingan suamimu sudah mati." Sela pria ini dengan cepat, hingga Revina langsung membelalakkan matanya.
"Ya, mati!" Katanya lagi dengan penuh penekanan.
"Aku tidak percaya Itu, Dhavin tidak mungkin mati. Memangnya ap-"
"Lihat dulu ini~ Aku baru saja mendapatkan videonya," Tangannya merogoh saku jas nya dan mengambil handphone untuk di perlihatkan kepada Revina, soal video detik-detiknya Dhavin terkena ledakan dari bom. " lihat- Orang yang ada di gazebo ini, dia suamimu kan? Dia yang sedang menunggumu seperti orang bodoh gara-gara di butakan cinta."
Dengan video detik-detik dari bom yang tiba-tiba meledakkan gazebo yang ada di pinggir danau, seketika tatapan mata Revina jadi kosong.
__ADS_1
Karena cinta, membuat Dhavin terlibat masalah besar sampa seperti itu?
Pikirannya terus menganggap kalau cinta pada akhirnya menjadi kelemahan miliki seseorang.
Dan itu yang di pikirkan dan di rasakan Revina.
"Apa sekarang kamu sedang berpikir bagaimana hidup sendirian tanpa seorang suami? Takut jadi janda?" Tanyanya dengan ekspresi wajah yang ramah, tapi sebenarnya sedang meremehkan. 'Aku tidak tahu apa yang akan Tuan lakukan dengan wanita ini, sampai aku harus kehilangan Cio.
Apakah karena menginginkan wanita ini untuk jadi Istrinya Tuan? Tapi jika memang seperti itu, apakah artinya selera Tuan juga sudah rendah? Wanita ini berasal dari negara lain, apalagi dari anak kalangan biasa, apakah sampai semenarik itu ingin merebut Istri orang lain?
Ya..., tugasku itu memang hanya untuk menculiknya saja, tapi-'
Tatapan matanya pun terus turun ke bawah, seorang wanita yang hendak merayakan ulang tahun pernikahan, sudah menggunakan gaun pengantin yang cukup mahal.
Gaun saja jika di jual sudah lumayan, apalagi jika minta tebusan kepada Dhavin Calvaro karena sudah menculik Istrinya?
'Tidak-tidak. Dia bukanlah pria yang akan melepaskan mangsanya begitu saja dengan memberikan uang saja. Meskipun akan mendapatkan uang tebusan, pada akhirnya uang itu akan kembali kepadanya.' Pikirnya.
"Tidak," Jawab Revina.
__ADS_1
"Apa?" Seperti ada yang salah dengan pendengarannya, dia pun jadi bertanya apa? Karena tidak percaya dengan jawabannya, kalau Revina tidak takut jadi janda?