Dhavin Bos Mafia Jatuh Cinta Kepadaku S2

Dhavin Bos Mafia Jatuh Cinta Kepadaku S2
116 : DBMJCP : BOOMM


__ADS_3

"Kenapa Revina lama sekali? Yah~ Mungkin saja dia ingin dandan lebih cantik agar aku semakin tertarik dengannya.


Walaupun sebenarnya tidak berdandan sekalipun, aku sudah tertarik kepadanya, tapi tidak ada salahnya juga melihat Revina berdiri di depanku di sini, berduaan, setelah satu setengah bulan dia tidur panjang." Ucap Dhavin.


Wajahnya yang menyiratkan ekspresi orang yang sedang jatuh cinta itu membuat kedua orang yang sedang bersembunyi di tempat gelap yang sedikit jauh dari posisi Gazebo itu terus saja memperhatikannya.


'Kenapa dia bisa punya wajah seperti itu? Tidur satu setengah bulan? Apa maksudnya adalah koma?' Pikir pria ini.


"Bagaimana, kamu sudah siap dengan konsekuensi yang ada kan?" Tanya pria ini kepada rekan barunya.


Mereka berdua adalah orang yang selama ini mengintai di tepi danau, untuk mengacaukan acara milik Dhavin yang akan merayakan ulang tahun pernikahannya itu.


"Semoga saja dia suka dengan gaun pengantinnya. Lalu hadiahku ini." kata Dhavin lagi penuh dengan harap.


Dia kini sedang bersandar di tiang gazebo sambil menatap buket bunga mawar berwarna merah.


Dia sudah tidak sabar lagi untuk bertemu sekaligus melihat seperti apakah penampilan dari Revina, karena Revina secara pribadi di rias dengan penata rias serba bisa si Arlsei.


Arlsei adalah orang yang selalu menjadi andalannya, karena semua kinerjanya selalu memuaskan. Maka dari itu ia sangat mempercayai Arlsei untuk menjaga Revina jika dirinya yaitu Dhavin sedang tidak ada di sisi Revina.


Masih menunggu, Dhavin perlahan mengangkat buket bunganya dan mendekatkan wajahnya di ke arah bunga mawar itu. Saat Dhavin mencium khas dari aroma mawar itu, perlahan membuat sorotan matanya yang terbuka dengan sedikit menyipit itu seperti melihat sosok wanita yang sedang di tunggunya.


Sayangnya saat Dhavin menjauhkan wajahnya dari buket mawar itu, rupanya apa yang ia lihat hanyalah khayalan belaka.

__ADS_1


"Revina~" Panggil Dhavin seraya kembali menghirup aroma mawar tersebut.


Demi melepas kerinduannya, Revina yang yang lebih dominan menyukai mawar putih ketimbang merah itu dia peluk dengan erat.


"Jawab, apakah kamu sudah siap?" Tanyanya lagi kepada rekan baru nya itu, apakah sudah siap menghadapi singa jantan yang sedang di mabuk asmara oleh singa betina yang belum datang itu.


"Ya, aku sudah siap." Jawab anak baru ini, di tangannya pun sudah ada satu pistol, tapi dia tentu saja sudah membawa persediaan senjata lain yang dia simpan dengan baik di tubuhnya.


"Kalau begitu kita mulai pesta yang sesungguhnya." Bisik pria ini. Wajahnya mencerminkan kebahagiaan miliknya karena akhirnya dia bisa berhadapan langsung dengan Dhavin?


Oh, tentu saja yang pertama harus di lakukan adalah memberikannya sebuah acara pembuka yang cukup meriah.


Dan acara pertamanya adalah dengan menekan detonator bom yang sudah dia pegang itu.


Setelah tombol merah itu di tekan, lampu berwarna hijau yang ada di kendali waktu dalam bom itu langsung berubah menjadi berwarna merah. Kian waktu yang berlalu kedipan lampu berwarna merah itu semakin cepat, sampai di titik ada bunyi samar nit itu terdengar panjang, di saat itulah bom itu langsung aktif dan meledak.


DHUARR....


"Boss...!"


Dalam seketika ledakan itu membuat gazebo itu hancur dan air langsung menyembur keluar hingga semua lampu yang sudah tertata rapi di area jalan setapak langsung padam.


Dan hal tersebut langsung menciptakan kepanikan dari semua anak buah Dhavin yang ada di sekitar sana.

__ADS_1


"Kalian semua berpencar! Sisanya bantu aku cari Bos!" Teriak salah satu pemimpin dari kelompok yang dia buat.


"Baik!" Semua orang langsung berlari, yang separuh untuk mencari keberadaan dari penyusup itu sendiri, dan sisanya langsung berusaha mencari keberadaan dari Bos mereka.


Apakah selamat atau tidak, satu yang ada di dalam tugas mereka, yaitu hanya untuk mencari keberadaan dari Bos mereka yang kemungkinan terkena puing-puing bangunan.


______________


Sedangkan di tempat di mana dua orang anak buah Visco itu berada.


"Apa? Kenapa kamu terkejut seperti itu?" Tanya pria ini kepada rekan baru nya itu, sebab dia melihat wajah terkejut dari anak di sampingnya itu.


"T-tidak." Laki-laki ini langsung mengkondisikan ekspresi wajah terkejutnya tadi dengan berusaha untuk bersikap seperti biasa. 'Bagaimana dia bisa meletakkan bom di bawah air? Dan ledakan sebesar itu, apakah orang itu sudah mati?'


Meskipun bukan dirinya yang menekan tombol detonator bom, tapi saat melihat adanya ledakan sebesar itu, sampai semua yang ada di pinggir danau jadi porak poranda, membuatnya dalam perasaan kacau.


Dia sempat memiliki simpati saat melihat ekspresi dari Dhavin tadi adalah benar-benar orang yang sedang jatuh cinta, dan sekaligus orang yang sedang rela menunggu lama wanitanya, tapi semua itu harus berakhir dengan peristiwa yang di sengaja.


"Lalu apa yang akan kita lakukan?" Akhirnya setelah kebimbangan yang ada di dalam hatinya tadi, yang mana membuatnya diam membisu untuk mencerna keadaan kakacauan yanga ada di depan sana, dia bisa bertanya lagi.


"Beliau menyuruh kita aagar mereka di sapu bersih. Jika Bos nya tidak ada, bukannya semua bawahannya juga harus di bersihkan?" Jawabnya.


Pria ini mencoba melirik kearah senior nya, dia melihat wajah dari orang yang ada di sebelahnya ini terlihat menikmati pertunjukan yang ada di depan sana. Ada senyuman rasa puas, melihat satu orang yang menjadi incarannya bisa di singkirkan.

__ADS_1


"Bersiaplah, kamu akan memulai debut pertamamu sebagai anak buah Tuan kami. Edwin." Tatap pria ini dengan senyuman ramahnya kepada pria di sampingnya yang dia panggil Edwin.


__ADS_2