Dhavin Bos Mafia Jatuh Cinta Kepadaku S2

Dhavin Bos Mafia Jatuh Cinta Kepadaku S2
172 : DBMJCP : Kejanggalan


__ADS_3

Seperginya Revina masuk kedalam kamar mandi untuk mandi lebih dulu, Arlsei yang masih berada di dalam kamar, seketika langsung mengambil handphone nya sang Nyonya.


Walaupun sudah di kunci dengan sidik jari, tapi karena ada kunci cadangan berupa kunci dengan pola, Arlsei akhirnya bisa membukanya.


Terlihat di dalam handphone itu ada banyak foto milik sang Tuan dalam berbagai pose, seakan kalau handphone itu adalah miliknya Tuan Dhavin Calvaro sendiri.


Dan kenyataannya, memang benar, kalau handphone itu tertukar dengan miliknya Dhavin, dan Revina sendiri masih belum menyadarinya.


Maka dari itu, Arlesei segera memerintahkan salah satu anak buahnya untuk mengantarkan handphone baru ke kediaman Calvaro sekarang juga.


"Kau, belikan handphone merk xxx paling baru. Aku beri waktu lima menit." Ucap Arlsei dengan begitu lirih.


Sementara itu, Arlsei menyimpan handphone itu dan pergi dari sana, karena tugasnya sendiri untuk membangunkan Nyonya Revina sudah selesai.


'Lagian, kenapa punya handphone dengan warna yang sama? Walupun edisi terbatas, seharusnya Tuan memberikan nyonya dengan warna yang berbeda, bukan sama. Sekarang, Tuan pasti akan kesusahan juga, selain harus menelepon ke nomornya sendiri ini.' Pikirnya.


Arlsei pun mencoba mendengarkan pesan suara yang singkat yang singkat itu, sebab disitu tertera ada lima panggilan tidak terjawab.


Dan kebetulan, pesan itu baru di kirim 5 menit yang lalu.

__ADS_1


-"Revina, kamu sedang apa? Apa kamu sudah bangun? Aku kebetulan baru saja turun dari pesawat dan sekarang aku naik mobil menuju hotel. Apa kamu baik-baik saja? Sudah rindu aku?"-


Suara milik Dhavin terdengar ada yang aneh, jika itu di dengar dari sudut pandang Arlsei.


-"Baby Revina, apa masih belum bangun juga? Aku sudah sangat ingin sekali bisa mendengar suaramu. Rasanya ternyata lebih sepi, ini jadi mirip seperti saat kamu tidur lama waktu itu."- Dhavin perlahan jadi mengeluh sendiri, betapa rindunya dia pada Revina, namun Revina masih belum kunjung membuat balasan.


-"Ya sudah lah, karena kamu rasanya seperti masih molor, nanti aku telepon lagi. Tapi aku harap kamu bisa mengangkatnya."-


Dan sesudah Arlsei mendengar pesan suara dari Tuan nya itu, Arlsei tiba-tiba saja mendapatkan sebuah kabar dari seseorang, tidak lain adalah anak buahnya sendiri.


"Halo?"


DORR...


DORR....


Begitu mendengar adanya suara tembakan, Arlsei dengan cepat-cepat langsung mengeluarkan sim card dari handphone nya.


'Sudah jelas memang ada sesuatu yang tidak beres, aku harus hubungi Freddy.' Begitu mendapatkan adanya banyak kejanggalan dan berakhir dengan insiden yang tidak Arlsei ketahui, Arlsei pun segera menghubungi Freddy dengan menggunakan nomor Arslei yang lain.

__ADS_1


Arlsei sengaja mengeluarkan kartu sim itu dari handphone nya, karena ada kemungkinan saat anak buahnya tadi menelepon, pasti di lacak. Jadi maka dari itu, kartu sim yang ada pada handphone nya Dhavin sendiri pun langsung Arlsei keluarkan juga sebelum ada yang menelepon nomor itu dan membuat posisi hanphone milik Dhavin yang sebenarnya di lacak oleh orang yang kemungkinan besar sedang mengincarnya.


KLEK...


Begitu melihat pintu kamar mandi mulai terbuka, Arlsei segera menyembunyikan handphone milik majikannya ke dalam saku jas nya.


-"Ada apa?"- Freddy baru saja mengangkat panggilan dari Arlsei saat itu juga.


"Retas handphone milik Nyonya dan semua anak buah yang Tuan bawa sekarang." Bisik Arlsei, lebih dulu berdiri memunggungi Revina sebelum Revina benar-benar keluar dari kamar mandi.


"Arlsei, ada apa? Apa Dhavin meneleponmu?"


"Tidak, saya hanya menelepon anak buah saya yang ada di kantornya Tuan saja."


"Ohh," Dengan begitu polosnya, Revina mengangguk paham, jadi dia pun segera pergi menemui kedua anaknya untuk bermain? Atau minta jatah? "Aku keluar dulu."


"Baik Nyonya." Sambil membungkuk hormat, Arlsei langsung melanjutkan pembicaraan yang sempat tertunda tadi dengan Arlsei. "Bagaimana?"


-"Aku sudah melakukannya. Yang tersisa hanya data-data biasa saja, jadi tidak akan ada kemungkinan mereka bisa melacak nomor milik Dhavin."- Jawab Freddy, dia langsung tahu alasan kenapa yang diretas adalah handphone miliknya Revina, karena handphone nya pasti sudah jelas tertukar.

__ADS_1


__ADS_2