Dhavin Bos Mafia Jatuh Cinta Kepadaku S2

Dhavin Bos Mafia Jatuh Cinta Kepadaku S2
164 : DBMJCP : Istri Tersembunyi


__ADS_3

Setelah di suruh keluar beberapa saat, Dhavin pun kembali memanggil mereka berdua. 


"Kalian, masuklah." Suara yang begitu dingin itu menyeret Freddy dan Arlsei untuk kembali masuk setelah beberapa waktu di usir keluar. 


KLEK….


“Jadi apa yang ingin kalian berdua katakan sampai menerobos masuk kedalam rumahku?” Wajah Dhavin yang begitu dingin masih terpasang dengan baik, bahwa Dhavin masih tidak terima dengan apa yang terjadi tadi. 


“Aku sudah menghubungimu berkali-kali, tapi tidak di angkat sama sekali. Dan Arlsei hanya ikut aku menumpang pulang kesini. Dan-” Freddy yang baru saja hendak duduk, perhatiannya tiba-tiba saja tertuju pada sesuatu yang besar dan di tutupi dengan selimut, sedang berada dipangkuan Dhavin. Dan selimut itu sendiri menutupi sepenuhnya tubuh Dhavin kecuali kepalanya Dhavin dan sepasang kaki Dhavin itu sendiri. 


“Katakan langsung, tidak usah di potong-potong seperti itu. Dan abaikan apa yang sedang kau lihat itu, atau matamu aku tusuk.” Cetus Dhavin, tidak suka dengan cara Freddy menatap ke arahnya. 

__ADS_1


“.............” Tapi Freddy yang tertarik itu, hanya tersenyum lemah dan beberapa kali kembali melirik ke arah Dhavin. 


Tidak, tepatnya bukan kepada Dhavin, melainkan pada satu orang yang sedang di sembunyikan oleh Dhavin itu sendiri. 


“D-Dhavin, kenapa aku malah disini? Apa kau gila? Ini memalukan.” Dan tepat di dalam selimut itu, benar-benar tersimpan Istrinya yang di suruh duduk di pangkuannya Dhavin dengan posisi menghadap tubuh Dhavin persis, sehingga ia pun seperti koala besa yang berharga. 


Tapi apa tanggapan Dhavin soal ucapannya Revina, Dhavin dengan sengaja bersandar ke sandaran sofa, lalu tangan kanannya yang nakal itu, menyelinap masuk kedala, selimut tersebut dan langsung mere*as pant*at nya agar diam.


‘Akkhh! Itu menggelikan!’ Teriakan tanpa suara itu pun langsung membuat Revina mangap, dan kedua tangannya yang memeluk Dhavin dan berada di belakang punggungnya Dhavin, langsung mencengkram kuat kulit punggungnya itu. ‘Kenapa aku dapat suami seperti dia? Dan ini di depannya Dreddy pula, aku benar-benar tidak tahu apa yang sedang Freddy pikirkan tentangku.’ 


“Aku tidak akan basa basi lagi, si Kafael, dia akhirnya mau melakukan pertemuan denganmu. Tapi karena dia sedanga ada di Dubai dam urusan bisnisnya, jadi dia menyuruhmu untuk pergi menemuinya di sana.” Kata Freddy, membuat suasana tiba-tiba saja menjadi tegang. 

__ADS_1


‘Dubai? Memangnya ada apa ya?’ Pikir Revina bertanya pada dirinya sendiri. ‘Pertemuan apa? Apa ini ada hubungannya dengan profesinya itu?’ 


Deretan pertanyaan muncul di dalam kepalanya. Maka dari itu, Revina yang sempat penasaran dengan pembicaraan itu, sedikit membuka sisi dari selimut bagian atas, dan melihat wajah Dhavin yang begitu serius. 


Dimata Revina, Dhavin terlihat begitu sudah menantikan pertemuan itu. Itu jelas terlihat dari ekspresi wajahnya, tentunya.


“...........” Dhavin yang melihat Istrinya itu sedang mengintipnya lewat celah yang berhasil di buat, ekspresi wajahnya lagi-lagi berubah 180 derajat dengan senyuman yang begitu ramah, di berikan kepadanya. “Kamu dengar itu? Apa aku boleh pergi ke Dubai?” 


Revina membelalakkan matanya. Dengan sipu merah di wajahnya, ia tidak tahu pasti kenapa Dhavin minta Izin kepadanya? 


‘Bukankah selama ini diam-diam Dhavin selalu pergi tanpa pamit dariku? Tapi kenapa tiba-tiba jadi minta Izin kepadaku?’ Pikir Revina sambil menahan geli, saat punggungnya di usap lembut oleh tangan Dhavin. “Berapa lama?”

__ADS_1


‘Dhavin-’ Freddy sedikit iri dengan Dhavin. Hanya dalam kurun waktu pertemuan selama tiga hari, Dhavin mendapatkan Revina untuk di nikahinya, dan dalam waktu satu tahun setelahnya, Dhavin pun resmi memiliki keluarga lengkap beserta dengan dua anaknya yang belum lama lahir itu. ‘Dia bisa langsung berubah drastis seperti itu. Takdir memang selalunya tidak mudah di tebak. Bisa-bisanya karena aku menculiknya, dia malah jadi Istri dari Bos ku sendiri.’ 


Freddy yang tidak kuasa menahan pemandangan itu, menoleh ke arah saping kirinya, menatap deretan pintu jendela yang memperlihatkan kolam renang biru dengan pohon besar rindang di sampingnya, membuat suasana teduh dan sejuk itu langsuk masuk kedalam rumah, mengisi suasana damai di rumah Bos Calvaro.


__ADS_2