Dhavin Bos Mafia Jatuh Cinta Kepadaku S2

Dhavin Bos Mafia Jatuh Cinta Kepadaku S2
61 : DBMJCP : Salah tangkap


__ADS_3

Hanya saja, terlepas dari apa yang baru saja Revina katakan tadi kepadanya, pria ini yang tidak lain adalah Freddy, matanya pun langsung membukat sempurna tepat di saat tubuh Revina yang terlihat kecil itu sungguhan memeluknya dengan semangat yang menggelora.


'Apakah Dhavin sering mendapatkan hal semacam ini?' Pikir Freddy, tidak percaya kalau di malamnya yang terasa lebih panjang sekaligus melelahkan, justru di sambut dengan sebuah pelukan yang cukup hangat oleh wanita yang pernah Freddy culik satu tahun yang lalu.


Tidak seperti awal kali pertemuannya, Freddy melihat wanita yang sedang memeluknya ini punya kulit yang kusam dan tidak memperlihatkan seorang wanita yang suka merawat diri, kini hal itu jadi sebuah memori sampah.


Sebab saat ini Revina punya penampilan yang lebih cantik, bahkan karena saat ini Revina sedang menggunakan lengerie, maka terlihat sudah Freddy melihat cardigan yang sempat meliorot dari bahunya itu membawa Freddy melihat kulit tubuh Revina yang kencang, putih, bersih, dan punya keringat yang rupanya cukup membuat Freddy tertarik.


'Kenapa dia berkeringat banyak seperti ini?' Batin Freddy saat melihat bahu, serta leher yang masih bisa di lihatnya itu nampak mengeluarkan banyak peluh, layaknya seseorang yang baru saja melaksanakan olahraga?


'A-apa dia baru saja melakukan itu? Dan akhirnya saat lelah lalu terbangun, dia jadinya salah mengira aku ini adalah Dhavin?' Tapi karena kenyataannya saat ini Freddy masih berpakaian lengkap dalam mode penyamarannya menjadi Dhavin, maka dari itu pula Revina memang benar-benar mudah di tipu juga.


"Kenapa diam? Karena kamu tertangkap basah olehku, makannya tidak bisa berkata apapun?" Tanya Revina sekali lagi.


Dia sama sekali tidak memiliki niatan untuk melepaskan pelukannya, dan justru membuatnya semakin mengeratkan pelukannya, hingga buah dada yang memang sempat terlihat oleh Freddy itu, jadi semkain terhimpit dengan dada bidang milik Freddy.


GLUK.


Freddy pun menelan saliva nya sendiri, sebab dia harus di hadapi sebuah cobaan yang cukup besar, gara-gara satu orang wanita ini.


'Tapi kenapa dengan lengannya ini? Apakah ini artinya, alasan dia membuatku menyamar jadi dirinya. Bukan karena dia ingin bermesraan, tapi sebenarnya ingin melindungi dengan tangannya sendiri? Dhavin, ternyata kamu benar-benar sudah jatuh cinta pada wanita yang dulu aku culik ini.' Lalu demi membuatnya tenang, maka Freddy pun mengusap ujung kepala Revina. "Apa yang kamu katakan? Aku kan sudah bilang, tidak akan pergi."


Sebauh skenario yang tiba-tiba harus Freddy buat.


"Lalu kenapa penampilanmu serapi ini?" Lagi-lagi Revina jadi menuntut kembali sebuah jawaban kepada Freddy yang Revina pikir adalah Dhavin.


"Memanngnya di rumah tidak boleh rapi? Lagi pula, aku kan dari tadi memang belum ganti pakaian. Jadi kenapa menuduhku seperti itu?" Cetus Freddy.


Dia mau tidak mau harus memerankan seorang suami palsu juga di depan wanita ini, istri dari Dhavin sendiri.

__ADS_1


"Hmm..begitu ya?" Lirih Revina, merasa bersalah karena menuduhnya begitu saja. "Apa mungkin aku tadi berhalusinasi saja, kalau kamu sebenarnya hanya memakai kemeja putih saja?" imbuhnya.


"Pasti ini karena demammu, makannya tidak bisa ingat dengan apa yang aku pakai, ya kan?" Freddy pun memang merasakan kulit yan Freddy sentuh itu cukuplah panas.


"Mungkin saja." Gerutu Revina. "Tapi- ini punya aroma bir, loh. Apa kamu baru saja minum-minum?" Revina pun sempat mencium aroma dari pakaian yang Freddy pakai itu.


Sedangkan di atas, tepatnya di lantai tiga, sebuah sorotan membunuh langsung tertuju pada Freddy.


Pelakunya tentu saja adalah Dhavin sendiri. 'Apa yang dia lakukan, kenapa dia memeluk Freddy? Apakah dia sedang menggunakan kesempatannya itu untuk menarik Revina menjadi miliknya' Dhavin pun tidak henti-hentinya memperhatikan kedua insan yang saling berpelukan satu sama lain, tepat di lantai bawah. 'Revina, apa kamu tidak bisa mengenali aku dan orang yang ada di depanmu itu?' Kutuk Dhavin, akhirnya di perlihatkan pemandangan yang cukup menyesakkan itu.


'Dhavin?' Akhirnya Freddy menyadari keberadaan dari sosok Dhavin yang terlihat sedang cemburu.


Sudah pasti cemburu, karena Dhavin melihat dengan mata kepalanya sendiri, bahwa Revina memeluk pria lain yang memiliki penampilan sama persis dengan Dhavin.


Dan di saat yang sama, pria yang digunakan untuk menyamar adalah Freddy.


Karena tahu Dhavin rupanya baru saja mandi dan sekarang ada di lantai tiga, maka Freddy pun harus membuat alasan yang tepat untuk lepas dari Revina.


"Tidak perlu, begini saja. Aku tidak ingin sendiiran di kamar jadi temani aku tidur." Pinta Revina sambil melepaskan pelukannya, lalu dia menatap wajah Dhavin palsu itu.


Dhavin yang asli pun mengepalkan tangannya dengan cukup erat.


Di sebabkan Dhavin mendengar apa yang baru saja di katakan oleh Revina tadi, maka agar situasinya bertambah rumit, kalau yang ada di depannya itu bukan Dhavin melainkan Freddy, maka Dhavin memilih untuk mengalah.


Dia pergi dari sana, dan menyuruh Freddy mengikuti kemauannya Revina saat itu juga.


"Dhavin, apakah kamu mau menggendongku ke kamar? Rasanya aku tidak kuat untuk berjalan sejauh itu ke lantai tiga." Lagi-lagi Revina mengutarakan keinginannya yang memancing emosi Dhavin.


'Revina, suamimu itu ada di sini!' Pekikan yang tidak akan terdengar oleh Revina sendiri.

__ADS_1


"Baiklah."


"Tapi aku mau ambil air minum hangatnya dulu." Revina yang hendak pergi ke dapur lagi dengan langkah kaki yang kembali di gerakan dengan cukup hati-hati, langsung di cegt oleh Freddy.


"Biarkan pelayan saja yang mengantarkan air hangat ke kamar." Bujuk Freddy.


"Tapi aku inginnya sekarang."


"Hah~" Freddy pun terpaksa mengambilkan air untuk Revina, sebuah air hangat. Setelah Revina benar-benar minum sampai habis, barulah Freddy menggendong tubuh Revina yang rupanya cukup ringan itu dengan gaya bridal.


Revina yang memang menyukai tubuh atletis milik Dhavin dan kebetulan juga Freddy memiliki hal yang sama dengan apa yang dimiliki Dhavin, maka saat ini Revina pun dengan manja jadinya mengusap dada bidang Freddy.


Freddy menggunakan Lift agar bisa cepat samapi, tanpa membuatnya mengerahkan banyak tenaga.


KLEK.


Setelah masuk kedalam kamar dari kediaman milik Dhavin dan Revina, Freddy pun meletakkannya dengan perlahan di atas tempat tidur.


Tapi ketika Freddy hendak pergi, ujung jas yang Freddy pakai pun tiba-tiba saja di tehan oleh Revina, dengan maksud agar tidak pergi meninggalkannya.


"Temani aku."


"Tapi aku harus ganti baju dulu."


"Tidak apa, tidur di sini. Aku tidak mau tidur sendirian seperti tadi. Sekejap ada tapi sekejap sudah tidak ada. " Kata Revina, membujuk Freddy agar tidak pergi dari sisinya.


Freddy yang awalnnya berpikir itu, akhirnya hanya bisa menuruti kemauan dari orang yang sedang sakit ini.


Karenanya, Freddy membuka jas miliknya dan pergi tidur di samping Revina.

__ADS_1


Dia lakukan itu karena dia tahu, Revina memang ingin bisa tidur di malam hari bersama dengan Dhavin.


__ADS_2