Dhavin Bos Mafia Jatuh Cinta Kepadaku S2

Dhavin Bos Mafia Jatuh Cinta Kepadaku S2
28 : DBMJCP : Rencana


__ADS_3

"Hmm...ini sudah hampir jam 11 malam, aku harus pulang." Ucap Revina ini kepada Adel.


"Mau aku antarkan?" Tawar Adel.


"Tidak usah, aku bisa pulang sendiri." Tolaknya.


"Tapi malam-malam seperti ini, berbahaya loh."


'Bukannya yang berbahaya itu kamu sendiri?' Pikirnya. "Terima kasih, tapi tidak perlu. Aku hanya ingin pulang sendiri." Bersikukuh dengan pendiriannya.


"Kalau begitu hati-hati di jalan ya." Salam Adel dengan lambaian tnagan yang terlihat malas itu.


"Ya." Senyum Revina yang ini, mengambil tas miliknya dan memasukan handphone kepadalam saku dari rok yang dia pakai.


'Akhirnya aku bisa menyelesaikan pekerjaan malam ini.' Batinnya.


Setelah melihat Revina palsu itu keluar dari cafe, Adel dan temannya pun sama-sama keluar dari sana dan langsung masuk kedalam mobil yang dikendarai oleh Adel.


Namun apa yang terjadi di dalam mobil, temannya Adel ini melirik Adel yang sedang bermain dengan handphone nya.


'Apalagi rencana yang ingin di lakukan oleh Adel ini?' Benak hatinya, merasa janggal dengan senyuman miring yang tersungging di bibir yang selalunya mengatakan hal manis di luar tapi berisi kalimat yang penuh denan kalimat sesat.


-'Lakukan sekarang, buat dia menerima konsekuensi karena sudah mempermalukanku.'- Satu pesan yang baru saja Adel buat, langsung dikirm kepada nomor milik seseorang yang dimana nomornya belum di save.


________


"Ok...Nona sudah memberiku pesan, kita harus menculik seorang wanita, fotonya ini." Pria ini memperlihatkan foto yang baru saja dia terima dari Adel, dan itu adalah foto milik Revina palsu yang saat ini benar-benar berperan seperti Revina yang polos dan hanya tahu untuk bekerja, tanpa tahu kalau sebenarnya ada ada penjahat yang sedang mengintainya dari kejauhan.


"Wow...walaupun pakaiannya tertutup seperti itu, mau bagaimanapun dia tetap seksi."

__ADS_1


"Iya Bos, ini cukup cantik. Jadi kira-kira apa yang akan kita lakukan setelah berhasil menculiknya?" Tanya salah satu anak buahnya Adel yang saat ini bekerja di bawah salah satu orang kepercayaannya Adel yang Adel kirim untuk melakukan sesuatu kepada Revina.


"Hmm...ini bukan perintah dariku." Memberikan raut wajah berpikirnya. "Tapi ini perintah dari Nona, jadi untuk saat ini, lakukan saja tugas pertama kita, yaitu menculiknya, dan membawanya ke tempat yang sudah disediakan oleh Nona."


"Yah..Bos ini, kalau saja ini bukan dari perintah Nona, aku jadi sangat ingin mencicipinya." Rungut pria ini terhadap perintah yang mereka terima adalah untuk sekedar menculiknya.


TING..


Satu pesan kembali datang, dan mereka buru-buru mencari tahu apa yang baru saja mereka dapat dari satu pesan yang dikirim dari Nona mereka.


"Wah...lakukan sesuka hati kita?! Yang benar nih?" Wajah dari pria ini langsung senang, seperti baru saja memenangkan lotre.


"Kau lihat sendiri kan? Nona menyuruh kita untuk menculiknya, membawanya ke gudang, dan kita bisa melakukan semau kita di sana, tanpa ada yang perlu kita khawatirkan, karena Nona punya rencana cadangan, agar semua cctv yang kemungkinan terekam di segala sisi dari lokasi kita menculik dan membawanya, akah diatur langsung." Jelas anak buah pertama.


"Hebat juga dia menjamin keamanan kita sampai seperti itu. Berarti wanita ini cukup mengancam Nona, sampai mau memperkerjakan kita untuk menculiknya." Kata anak buah kedua.


"Ok." mereka semua mengangguk setuju.


___________


Di tempat dimana wanita yang sedang menyamar menjadi Revina ini sedang berjalan kaki sendirian.


'Bos ini, aku sudah selesai memerankan Nyonya untuk anda, kenapa aku tidak mendapatkan jemputan? Bos memang selalu kejam, mau ambil beresnya saja.' Keluh wanita ini sambil menatap layar Handphone nya, dimana dia sedang membuat pesan singkat pada seseorang agar mau menjemputnya.


Di malam yang terasa lebih sepi itu, dia pun terus berjalan sendirian, menghiraukan beberapa bus terakhir yang tadi sempat lewat.


Jalanan kota yang biasanya dipenuhi keramaian, sekarang sudah cukup lebih sepi. Itu terjadi karena semenjak sore tadi adanya pemblokiran jalan di beberapa titik di distrik dua dan empat, di sebabkan adanya jalan yang amblas secara tiba-tiba.


Oleh karena itu, anak buah Dhavin yang masih mempertahankan penampilannya seperti Revina itu, terpaksa mengambil arah lain karena adia merasakan adanya..

__ADS_1


'Ada yang mengikutiku.' Batin wanita ini, dia sempat merasakan adanya beberapa orang yang sedang berjalan dari kejauhan, tapi setiap kali ia berhenti maka mereka juga akan berhenti berjalan juga. 'Huhh....ternyata pekerjaanku masih belum selesai. Bos harus membayarku lebih nih..., apalagi kelihatannya aku harus mengeluarkan tenaga banyak.' Batinnya lagi.


Karena merasa ada di tempat yang kurang tepat, dia pun mencari lokasi yang pas untuk memancing mereka berempat ke tempat sasarannya.


TAP....TAP.....TAP......


"Apa kamu tidak bisa lebih cepat sedikit?" Kata wanita ini, seakan memang sedang menelepon seseorang.


Ke empat pria itu pun terus mengintai Revina itu dari belakang, di saat mereka berempat saling bertatap mata dan memberikan anggukan bahwa mereka sudah siap pada perannya serta posisinya, mereka semua pun berpencar.


"Ayolah....aku sudah ingin pulang, jem-" Merasakan bahwa sasarannya diam-diam sudah ada di belakangnya persis, wanita ini langsung menjauhkan handphone nya dari telinga, lalu dia pun melirik ke arah belakang?


Bukan sekedar melirik saja, sebab tangan dari seorang pria yang hendak meraih wajahnya tadi, karena tujuannya adalah ingin menangkapnya dengan cara membiusnya, maka wanita ini pun langsung sedikit mengambil langkah mundur, sehingga tangan itu saat ini meleset jauh dan bergerak ada di depan matanya persis.


"Siapa kamu?" Tanyanya, untuk sekedar basa-basi selagi mencari beberapa orang lainnya.


"Gerakan refleksmu boleh juga, ya." Puji pria iin terhadap cara wanita yang menjadi tujuan untuk dia culik itu, berhasil menghindari tangannya yang hendak membekap mulut itu agar terkena bius, sehingga dia akan mudah membawanya.


KLAP...


Handphone lipat yang tadi sempat dia pegng itu pun dia tutup sambil memasang wajah polosnya. "Jika tidak seperti itu, aku pasti akan dalam bahaya, kan? Kamu mau membiusku, menculikku?"


"Tanpa perlu penjelasan, ternyata sudah tahu. Tapi, memangnya kamu bisa melarikan diri dari kam?" Pria ini pun menyunggingkan senyuman penuh kemenangan. Dia mengangkat tangan kanannya, dan dalam detik itu pula tiga pria lainnya yang datang dari arah berbeda langsung muncul mengelilinginya.


"Wah..wah..." Revina palsu ini pun menunduk, senyuman tipis yang hampir tidak terlihat itu menyapu semua kesan dari dirinya yang tadi terlihat seperti wanita polos yang kebingungan dan ketakutan. "Apakah kalian benar-benar tega, sampai mengepung seorang wanita yang sedang lelah dan ingin segera pulang ini? Mau menahanku?"


"Ya..menahanmu dalam empat kasih sayang dan cinta yang akan kami berikan kepadamu, sayang." Seringai pria berjaket biru ini kepada Revina palsu itu, tentunya.


"Heh...." Revina ini tiba-tiba mulutnya setengah mengatup dengan tawa yang tidak dia suarakan. "Kalau begitu, coba saja kalau bisa," Tantang wanita ini.

__ADS_1


__ADS_2