Dua Penghianat

Dua Penghianat
Eps. 120 akhir Kisah Erni


__ADS_3

POV Arfan


Dari arah jalan terdengar suara sirine yang dibunyikan, mungkin bantuan sudah datang. dengan cepat kita pun mengatur strategi untuk naik ke lantai atas.


"Jangan ada yang bergerak! silahkan kalian menyerahkan diri dengan baik-baik. Tempat ini sudah dikepung." ujar salah seorang yang sedang berada di bawah tangga, sambil mengacungkan senjata ke arah lantai di.


Suasana di lantai satu mulai terlihat terang, karena banyak senter yang diarahkan ke arah dalam. bahkan di halaman sudah sangat jelas, karena banyak lampu mobil yang dinyalakan.


"Ampun Pak! ampun!" terdengar suara seorang laki-laki dari dekat tangga.


"Silakan turun! dan jangan melawan."


Terlihat ada seorang laki-laki yang menuruni anak tangga, dengan mengangkat tangan di kepala, pria itu terus turun sambil menundukkan pandangan


Dor!


Suara letupan tembakan terdengar kembali, dibarengi dengan jatuhnya laki-laki yang turun, mungkin dia tertembak dari arah belakang.


Burk!


Tubuh itu ambruk tepat di hadapan salah seorang pengaman, dengan sigap satu anggota menghampiri untuk mengecek keadaan orang itu. terlihat dari arah punggung mengalir Darah segar. Anggota-anggota yang lain masih menatap ke arah, atas menerka-nerka apa yang terjadi.


"Cepat bawa ke rumah sakit!" Seru seseorang memberikan perintah.


Dengan sigap ada empat orang yang membawa tubuh laki-laki yang baru terjatuh menuju ke arah mobil ambulans. kemudian fokus kita kembali menatap ke arah tangga.


"Pak! di luar Pak!"" terdengar ada seseorang yang memberikan laporan.


Dengan cepat kita pun bergegas menuju ke arah depan, lalu Orang yang memberikan laporan itu menunjuk ke arah Rooftop. terlihat jelas Erni yang sedang menodongkan pistol ke arah Karla. Karla Yang Tak Bergerak entah Apa yang dilakukan oleh Erni, dia hanya tersenyum menakutkan dengan rambut yang ajak-acakan. wajah itu terlihat dengan karena lampu senter mengarah tepat ke arah atas.


"Karla!" gumamku sambil berlari kembali masuk ke dalam gedung. Tanpa ada rasa takut aku menaiki tangga. walaupun beberapa orang terdengar melarang, namun aku tidak memperdulikan itu. Aku terus berlari namun terdengar beberapa deru langkah yang mengikutiku dari arah belakang. hingga akhirnya sampai ke Rooftop.


"Erni Tolong hentikan!" Pintaku dengan nafas terengah-engah.


"Hahaha ada orang bod0h! yang telah menghancurkan hidupku. biarkan kita tidak memiliki siapapun, agar kita merasakan kepedihan yang sama." ujar Erni sambil mengarahkan pistolnya ke arahku, sesekali diarahkan pistol itu ke kepala Karla yang terlihat lemas tak berdaya. Wajahnya yang pucat dengan beberapa lebam di area pipi.


"Tolong lepaskan! kita bisa perbaiki semuanya."


"Perbaiki Bagaimana? kamu telah meninggalkanku, mencampakkanku. Padahal aku masih ingin hidup denganmu. Sekarang semuanya Tinggal Kenangan, Biarkan Aku membunuh wanita ini. agar kamu merasakan bagaimana Pedihnya Ketika perasaan kita tak terbalas." ujar Erni yang mengulung senyum, rambutnya yang tertiup oleh angin, membuatnya terlihat menakutkan. apa lagi keadaan yang remang-remang, semakin menambah ngerinya suasana waktu itu.


"Erniiiiii! aku Farid! tolong lepaskan gadis itu. kita bisa hidup damai, tanpa mengganggu kehidupan Arfan."


"Lelaki tidak berguna! Ngapain kamu ke sini." ujar Erni dengan nada suara pelan, sambil menatap ke arah pria yang berdiri di sampingku.


"Tolong berikan pistol itu!" Pinta Farid sambil meregangkan tangan.


"Kamu mau apa Erni? aku sudah mengikuti semua kemauanmu. Aku berhenti mengikuti tender, tapi kenapa kamu masih mau menyakiti Karla. Aku tidak menuntut apa-apa darimu, walaupun kamu telah menghianatiku, telah menghancurkanku. asal kamu tahu, Setelah aku berpisah denganmu. hidupku hancur, bahkan dua kali aku hendak melakukan bunuh diri. beruntung ada ibu dan Gadis itu yang menolongku. sekarang kalau kamu mau membunuh, bunuhlah aku!" Pintaku dengan suara bergetar, takut pistol yang ada di tangannya meledak.


"Tolong Bu Erni berikan pistolnya! dan secepatnya menyerahkan diri. karena itu bisa meringankan hukuman Ibu nanti di pengadilan." tenang salah seorang.


"Hahaha! enak aja. kita akan mati bersama biar semuanya impas."


"Karla tidak tahu apa-apa, Erni! akulah yang paling salah dalam masalah ini. jadi tolong lepaskan Karla, biarkan aku saja yang Mati " aku menawarkan solusi.


"Kalian semua harus mati! setelah wanita sial4n ini mati. jangan ada yang mendekat atau ku pecahkan kepalanya." ancam Erni sambil menarik pelatuk pistolnya, karena melihat Farid perlahan melangkah.

__ADS_1


"Tolong! ayo kita pulang Sayang! kita Mulai hidup baru, yang penuh kebahagiaan, aku janji secepatnya aku akan mencari kerja." ujar Farid menenangkan.


"Selangkah lagi kamu maju! gua akan membunuh lu bod0h!" Ancam Erni sambil mengarahkan pistolnya ke arah Farid. Membuat orang itu mundur kembali ke belakang sejajar denganku.


"Tolong Erni! tolong biarkan aku saja yang mengganti Karla di situ!" pintaku memohon, perlahan aku mulai melangkah mendekat ke arah Erni. dengan cepat dia pun mengarahkan pistol ke arahku.


"Tembak saja! kalau itu bisa membuatmu bahagia. Kalau kamu belum puas dengan apa yang pernah kamu lakukan terhadapku. Aku ikhlas, aku rela, asalkan kamu bahagia." pintaku yang sudah tidak tahu dengan cara apa harus menyelamatkan Karla. kalau memang nyewa aku bisa menyelamatkan nyawa karla. itu akan kulakukan, karena aku bisa hidup sampai sekarang gara-gara gadis aneh itu.


"Maju selangkah lagi gua tembak lo!" ancam Erni, namun aku tidak memperdulikan ancaman itu, aku terus melangkah.


Dor!


Satu tembakan diarahkan ke arahku, membuat tubuhku terdorong sedikit ke belakang. Tembakan itu tepat mengenai lengan kiriku, rasanya tenganku tidak bisa digerakkan mungkin karena kebas. namun peluru itu tidak membuatku sampai tumbang. aku mulai melangkahkan kaki kembali mendekat. "tembaklah di kepalaku! kalau itu yang menjadi keputusanmu." Ujarkku sambil menatap ke arahnya.


"Jangan maju lagi! atau gua pecahkan kepala wanita sial4n ini. wanita pengganggu kehidupan kita hahaha." Ancamnya sambil mengarahkan kembali pistol ke arah kepala karla, yang sudah terlihat lemas tak berdaya, bahkan entah masih sadar ataupun tidak.


"Kalau kamu mau membunuh Karla, Bunuh aku sekalian."


"Jangan mendekat, hahaha!" ucap Erni yang membulatkan mata.


"Tolong Bunuhlah aku! Jangan Sakiti Gadis itu. aku mohon!" pintaku mengiba sambil mendudukkan tubuh bersimpuh di hadapannya. perlahan aku memejamkan mata sambil menundukkan kepala, menerima kemungkinan terburuk di dalam hidupku.


"Hiks! hiks! hiks!


Terdengar suara tangisan dari arah depan, entah siapa yang menangis. Erni ataupun Karla, aku sudah tidak mengangkat kepalaku lagi.


"Erni jangan! Tolong jangan!"  Pinta Farid dengan berteriak.


"Selamat tinggal! Maafkan gua." terdengar suara seorang yang sangat memilukan.


Dor!


Erniiiiiiiii!


Teriak Farid yang berlari menuju ke arahku, membuatku membuka mata, menatap ke arah depan. terlihat Karla sudah jatuh di hadapanku, sedangkan Erni entah berlari kemana, karena sudah tidak berada di hadapanku.


"Erniiiiiiiiii! Erniiiiiiii!"


Ratap Farid yang berdiri di samping Rooftop, menatap ke arah bawah. dengan cepat dia terlihat mau naik ke pembatas Rooftop, namun aku yang melihat dengan segera menghentikan niatnya yang seperti hendak orang yang mau terjun ke bawah.


"Mau ke mana kamu?" tahanku sambil tetap memegang Farid.


"Biarkan aku mati bersamanya! aku sudah tidak ada guna untuk hidup!" ujar Farid yang memberontak melepaskan genggaman tanganku.


Melihat kejadian itu, para pengaman pun membantuku untuk menenangkan Farid, memeganginya agar tidak melakukan hal yang tidak diinginkan. Farid pun dibawa menjauh dari pinggir Rooftop. merasa penasaran aku melihat ke bawah, ternyata banyak orang yang sedang menggerumuni seseorang yang baru terjatuh.


Aku kembali menghampiri wanita yang terjatuh tadi, tanpa mempedulikan orang-orang yang sedang mengerumuni orang yang baru jatuh di bawah. terlihat dengan jelas Karla yang masih memejamkan mata, membuatku melupakan rasa sakit akibat luka tembak. Karla tak memberikan respon apapun, aku pindai seluruh tubuhnya mencari luka tembak yang dilepaskan oleh Erni.


Setelah mencari agak lama ternyata tidak ada luka tembak di tubuh gadis itu, kemudian ada seseorang yang menghampiri memberitahu kejadian sebenarnya.


"Erni! Erni! Kenapa kamu meninggalkanku?" Ujar Farid yang masih dipegangi.


"Ayo bawa semuanya ke rumah sakit! Agar yang luka mendapat pertolongan." ujar seseorang memberikan komando, karena banyak korban yang harus membutuhkan pertolongan segera.


Akhirnya tubuh Karla pun diangkat perlahan, kemudian di bawa menuju ke bawah. sedangkan aku digandeng oleh beberapa orang untuk turun. Sesampainya di halaman, terlihat ada seorang wanita yang masih terbaring dengan luka di kepala sampai pecah. Darah berceceran di sekitar tubuh wanita itu. Aku tidak terlalu memperhatikannya, aku terus dibawa memasuki ambulans, bareng dengan Karla yang tak sadarkan diri.

__ADS_1


SELESAI


Season pertama sudah selesai, mohon maaf kalau ada bahasa atau kata yang kurang berkenan, atau ada nama dan tempat yang sama. karena cerita ini hanya fiktif belaka.


Terima kasih bagi para pembaca yang sudah Setia mengikuti saya sampai saat ini. Doakan saya ke depannya agar tulisannya semakin baik dengan alur cerita yang mengalur bagaikan air.


********


Alasan seson satu.


Kenapa Arfan tidak membalas kejahatan Erni?




karena tidak semua orang memiliki kekuatan untuk melakukan balas dendam. mereka hanya menjadi orang bodoh, yang menikmati setiap kesakitan. dan yang perlu kita ketahui, bahwa ada peribahasa. raja atau Hakim tidak akan menghukum seseorang melainkan dirinya sendirilah yang menghukum.




Pemeran utama memang lemah, selemah kita yang kadang tidak mampu untuk keluar dari tekanan orang lain. dan biasanya orang-orang yang seperti itu, orang yang sering tertipu, yang sering disakiti. meski kehidupan dan ilmunya sangat tinggi.




******


Bocoran Season kedua.


Farid. Apakah kehidupannya akan menjadi bahagia, setelah mendapat harta peninggalan istrinya yang sudah meninggal?


Arfan. Apakah dia bisa menikah dengan Karla, dan apakah Hidupnya akan masih tetap bod0h.


Dan ada sedikit klu-klu untuk lanjutan season 3.


******


Sekali lagi saya ucapkan terima kasih, Sudah menemani saya. sampai jumpa di season kedua. dan jangan lupa baca novel yang sedang tayang di aplikasi.




keranjang sayur.




Lentera malam.


__ADS_1



See you! :)


__ADS_2