
Pov Arfan
"Suka banget Kak! terima kasih sudah mau mengajakku datang ke sini." jawab istriku sambil terus memindai seluruh area ruangan yang terlihat begitu megah, walaupun dari luar terlihat hanya terbuat dari bambu yang disusun dibentuk menyerupai Saung.
Perlahan Karla mulai melangkahkan kaki menuju ke dekat jendela, lalu dengan lekat dia menatap ke arah luar, "sini Kak....! sini....!" ajak Carla memanggilku.
Melihat dia memanggil dengan penuh kekaguman. dengan cepat aku menghampirinya, lalu memeluk tubuh Istriku dari belakang, mendaratkan ciuman di tengkuk istriku.
"Kakak.....! aku manggil kakak ke sini, aku mau memperlihatkan keindahan sang pencipta," ujar Karla yang mendengus namun tetap menggelinjang, menahan geli dari sentuhan yang aku berikan.
"Tidak ada ciptaan tuhan yang paling indah, selain dirimu sayang." jawabku sambil menahan nafas, karena waktu seperti ini aku sudah menunggu sekian lama. walaupun sebenarnya pemandangan yang Karla Tunjukkan, sangat memukau. karena dari kaca itu kita bisa melihat hamparan sawah yang begitu luas, di samping samping sawah terlihat, Mini Resort Mini Resort berjajar rapi. ditambah green house green house yang menurut keterangan dalam video keranjang sayur, itu adalah tanaman hidroponik yang berbaris teratur.
"Ah.....! Kakak bisa aja, tubuhku bau keringat Kak!" tolak Karla sambil terus menggelinjang, menghindari ciuman ciuman nakalku.
"Udah selesai kan?" Tanyaku yang didekatkan ke arah telinganya.
"Apanya yang sudah selesai?"
"Palang merahnya,"
"Belum Kak!"
"Katanya tadi malam sudah, kok sekarang belum?"
Ditanya seperti itu, Karla hanya membalikkan tubuh. dengan cepat kemudian kedua bola mata yang indah itu menatap memenuhi seluruh wajahku.
"Mandi dulu ya!" Pintanya penuh harap.
Aku tidak menjawab permintaan itu, aku mulai mendekatkan wajahku ke wajah istri yang beberapa hari ini haram disentuh. Karla hanya memejamkan mata bersiap menyambut Kemungkinan apa yang terjadi, hingga wajahku semakin dekat dengan wajahnya. Deru napas mulai memburu saling menyapu memenuhi wajah masing-masing.
Bibirku mulai didekatkan ke bibirnya, dengan perlahan aku mulai mengecup lembut bibir mungil milik istriku. awalnya dia hanya tertegun, mungkin tidak tahu harus melakukan apa untuk membalas perlakuanku. namun lama kelamaan bibir Indah itu mulai bergerak, menyambut hangat setiap kecupan kecupan yang aku layangkan.
__ADS_1
Matanya terpejam dengan sempurna, seolah sedang menikmati getaran getaran aneh yang mengalir di tubuhnya. tanganku mulai memegang leher jenjang milik Karla, agar cium4n kita semakin intens.
Bosan bermain dengan bibirnya, aku mulai menurunkan kecupanku ke arah dagu. aku mulai menggigit lembut dagu putih milik istriku. kemudian turun ke leher, sehingga Karla mengangkat dagunya, seolah memberikan keleluasaan agar leher jenjangnya bisa terjamah semuanya oleh bibirku.
Tanganku mulai turun ke area belakang Lalu meremas gundokan paling empuk yang berada di belakang tubuh Karla. istriku hanya bisa memejamkan mata, nafasnya sudah mulai memburu, mungkin sedang menikmati setiap sentuhan yang aku berikan.
"Kenapa berhenti?" tanya Karla yang membuka mata setelah aku menghentikan aktivitas itu.
"Di sana yuk! biar enak," ajakku sambil menunjuk ke arah kasur.
Dengan perlahan aku gendong tubuh istriku, menuju ke arah kasur yang sudah tersedia di mini Resort itu, kemudian meletakkan tubuhnya dengan sangat hati-hati.
"Kakak!" panggil Karla dengan suara pelan dan lembut, matanya yang Sayu menatap ke arahku.
"Kenapa sayang?" jawabku sambil mendekatkan kembali bibirku ke arah bibirnya, sehingga tak ada ucapan lagi hanya suara kecupan-kecupan lembut yang keluar dari bibir kita.
Perlahan kecupanku mulai aku turunkan ke arah leher, sehingga Karla terlihat menggelinjang kegelian, namun dengan begitu hasratku semakin terpanggil, ingin terus memberikan kenikmatan dalam setiap sentuhan yang aku berikan, tanganku mulai meremas gundukan empuk yang ada di dadanya, membuatnya semakin memejamkan mata menahan kenikmatan yang aku berikan.
Mendengar ucapanku seperti itu, Karla hanya menatap sebentar, kemudian dia memejamkan mata indah itu kembali. Mungkin dia memberikan izin dan bersiap menyerahkan seluruh tubuhnya untuk aku nikmati.
Melihat responnya hanya begitu, perlahan tanganku mulai melepaskan kancing kemeja yang dikenakan oleh Karla. setelah Kancing itu terbuka, terlihatlah dada putih milik Istriku, yang masih terbungkus dengan sangat rapi.
Aku kembali meremas gundukan itu, tanpa membuka branya, memberikan sensasi-sensasi lebih untuk istriku nikmati. perlahan aku turunkan penutup itu, lalu mendekatkan bibirku ke gundukan lembut yang berada di dada Karla, namun sebelum bibirku sampai karla sudah menahan.
"Kenapa sayang?" tanyaku sambil menatap wajahnya yang menatap ke arah wajahku.
"Aku malu Kak!" jawab istriku sambil menutup bagian dadanya menggunakan tangan.
"Kalau kamu malu, pejamkan saja matanya, agar tidak melihat apa-apa,"
Mendapat perintah seperti itu, Karla pun mulai memejamkan matanya kembali. dengan perlahan aku singkirkan tangan yang menutup gunung kembar milik istriku, setelah tangan itu tersingkir perlahan aku turunkan kembali penutupnya. dengan perlahan bibirku mulai aku dekatkan ke arah dada itu.
__ADS_1
Aku mulai mengecup dengan lembut anggota ter sensitif kedua milik istriku, mulai menjilat-jilat ujungnya, dengan ujung lidahku. Karla hanya merapatkan pejaman matanya, Mungkin dia tidak kuat menahan kenikmatan yang baru dia dapatkan, tangannya meremas sprei seolah sedang mencari kekuatan untuk menahan setiap Serangan yang aku berikan.
Puas bermain di dada, kecupanku mulai turun ke arah perut. namun sebelum melanjutkan aktivitas itu dengan cepat aku menanggalkan kemeja yang dikenakan oleh istriku, sehingga tidak ada satu benang pun yang menutupi dadanya.
Aku mulai mencumbu kembali bibirnya, memberikan ketenangan ketika aku hendak melakukan ke inti dari pergumulan itu, tanganku terus meremas gundukan lembut yang ada di dadanya, gundukkan yang tidak terlalu besar, namun tidak bisa disebut kecil.
"Jangan......!" tahan Karla ketika Aku hendak membuka rok yang ia gunakan.
Aku hanya menatap wajahnya, kemudian tersenyum lalu dengan perlahan aku mulai menarik rok yang ia gunakan. awalnya Karla terlihat menolak, namun dengan perjuangan yang begitu gigih, akhirnya dia pun menyerah membiarkanku menarik roknya.
Akhirnya kita pun terlarut dalam kenikmatan kenikmatan duniawi, yang diberikan lewat sentuhan-sentuhan hangat, membuat mata kita terpejam seolah ingin menikmati lebih dalam kenikmatan itu, deru napas saling menyahuti memberikan sensasi berlebih di hari ini.
Agggrhhhh!
Jerit Karla tertahan, ketika ada benda yang menusuk membelah selaput keperawanannya, padahal aku sudah melakukan pemanasan lebih dari sejam, namun istriku masih kesakitan.
Awalnya memang menjerit, namun lama-kelamaan dia mulai tersenyum, sambil menatap wajahku yang sudah penuh dengan peluh, dia mulai memberikan perlawanan, dengan mengangkat bagian tubuh paling Tengah.
"Maaf Kak....! aku mau pipis," rancunya sambil hendak mendorong tubuhku.
"Pipis aja di sini sayang!" Jawabku sambil terus mempercepat aktivitasku, hingga akhirnya keluhan berdua tak tertahankan.
Setelah selesai melaksanakan malam pertama, yang dilakukan di waktu sore hari, aku membaringkan tubuh di samping istri, kemudian mengecup lembut keningnya.
"Terima kasih ya sayang!" ujarku sambil mendekatkan tubuhku ke tubuhnya, kemudian aku memeluk tubuh yang kucintai itu dengan begitu erat.
Karla tidak memberikan jawaban apapun, namun raut wajahnya terpancar satu kebahagiaan, yang tidak bisa dilukiskan oleh apapun. dia pun mulai membalas pelukanku, kemudian mendaratkan ciuman lembut di pipi, "sama-sama Kak! terima kasih juga sudah memanjakanku seperti ini."
Akhirnya dengan berpelukan, mata kita pun terpejam mengistirahatkan sehabis melaksanakan aktivitas yang sangat melelahkan.
Ketika mendekati adzan maghrib bekumandang, kita berdua baru membuka mata. Terukir senyum menyambut dari kedua bibir masing-masing.
__ADS_1
Lama saling memandang, akhirnya bibir itu mendekat kembali, lalu saling bertautan seperti tidak mau terlepas.