Dua Penghianat

Dua Penghianat
Se2. Eps 5 KERANJANG SAYUR


__ADS_3

Pov Arfan


Matahari sore terus turun bersembunyi di balik gedung-gedung pencakar langit, Aku bersama ibu dan istriku masih terus mengobrol sampai sebelum adzan maghrib berkumandang. akhirnya obrolan itu baru bubar untuk bersiap-siap kembali melaksanakan salat berjamaah.


******


Malam hari kira-kira pukul 21.00, aku dan Karla sudah masuk ke kamar. namun setelah berada di kamar dia mengambil bantal kemudian membawanya ke arah sofa.


"Kenapa kok tidur di situ?" tanyaku sambil menatap ke arahnya.


"Nggak apa-apa, aku gerah," jawabnya tanpa membalas tatapan.


"Nggak tidur bareng di sini?" aku bertanya lagi penuh harap


"Kamu aja yang di situ, biarkan aku di sini."


"Kenapa sih? kan kita sudah sah menjadi suami istri. kamu  sudah tahu, kalau istri menolak tidur dengan suaminya. maka malaikat akan melaknat istri itu sampai pagi," ujarku menyampaikan apa yang pernah disampaikan oleh bapaknya.


"Oh seperti itu ya! Maaf, aku lupa." jawabnya seperti orang yang tidak punya pendirian, dia kembali membawa bantal itu ke tempatnya, namun dia masih tetap berdiri di samping ranjang.


Melihat kelakuannya aku hanya tersenyum, kemudian menjatuhkan tubuhku di atas kasur. "yo bobo sini!" ajakku sambil menepuknepuk kasur yang berada di sampingku.


"Tapi kamu nggak ngapa-ngapain kan?" tanyanya sambil menatap ke arahku.


"Ngapa-ngapain bagaimana?"


"Kayak gitu, masa kamu nggak ngerti?"


"Enggak, Kalau kamu nggak mau. Aku nggak akan maksa. tapi kalau kamu mau, Aku tidak akan menolak." Jawabku mengulum senyum penuh arti.


"Aku belum siap, aku takut!"


"Ya sudah, aku nggak akan ngapa-ngapain kok! sini tidur!"


"Janji?"


"Sangat janji!"


Dengan ragu-ragu Karla pun mulai naik ke atas kasur, lalu membaringkan tubuhnya menatap ke arah langit-langit kamar. aku hanya bisa menikmati wajah cantik itu dari arah samping, tanpa berani melakukan apa apa. walaupun Sekarang dia sudah sah menjadi istriku, namun aku tidak akan menyusahkannya, Karena dia sudah bersedia menemaniku. itu sudah sangat luar biasa, Aku sangat bahagia.


"Kakak!" panggilnya yang membuat Jantungku berdegup dengan kencang, karena baru sekarang Karla memanggil namaku, dengan penuh rasa hormat. matanya yang bulat dengan titik hitam pekat menatap ke arahku, yang sedang menatap ke arahnya, sehingga desiran desiran aneh itu mulai hinggap kembali. Desiran Aneh ketika tatapan mata kita beradu.


"Iya kenapa Dek?" jawabku sambil mengulum senyum penuh bahagia.


"Besok emang kita beneran mau ke Bogor?" tanyanya sambil memiringkan tubuh mungkin agar dia bisa menatap penuh wajahku.

__ADS_1


"Iya! tapi kalau kamu keberatan, nggak usah ke sana. kita di rumah aja. tadi aku menjawab seperti itu, agar ibu tidak kepikiran."


"Terima kasih! Maafkan aku kalau aku belum bisa menjadi yang terbaik buat kamu Kak! Aku masih trauma dengan Kejadian beberapa tahun yang lalu, sampai sekarang trauma itu masih ingat di benakku. aku masih takut dengan laki-laki," ujar Karla yang terlihat matanya mengembun, Mungkin dia teringat ke kejadian di mana kesuciannya mau direnggut oleh Arga mantan supervisornya.


"Sama-sama! Maafkan aku juga, kalau aku belum bisa menjadi sesuai yang kamu inginkan.Terima kasih udah mau menerimaku menjadi suamimu!"


"Oh iya, boleh nggak bulan madunya jangan ke Bogor, tapi ke Sukabumi?"


"Boleh, tapi kenapa?"


"Di Sukabumi ada kampung yang lagi viral banget, kampung pertanian yang sangat Asri. nama kampungnya kampung sukadarma."


"Tahu dari mana?"


"Banyak video di akun youtube-nya, aku direkomendasikan oleh Mukti, kayaknya Tempatnya sangat menyenangkan seperti itu." jawab Karla.


"Masa sih! Coba mana lihat?" Tanyaku.


Karla pun bangkit dari tempat tidur, Kemudian dia mengambil handphone yang tersimpan di atas nakas, lalu membuka aplikasi merah penayang video. setelah aplikasi itu terbuka dia mulai mengetikkan nama "keranjang sayur" di kotak pencarian. lalu muncullah berbagai video-video tentang membahas Kampung sukadarma, Kampung Petani yang sangat maju.


"Emang di sana ada tempat menginapnya?" tanyaku sambil terus memperhatikan video itu.


"Ada, sebentar aku tunjukin," jawabnya sambil mengalihkan layar handphone, kemudian dia memutar video dimana para petani keranjang sayur sedang mempromosikan villa villa yang mereka miliki.


"Wah cantik banget! mantap ya?" Pujiku penuh kekaguman.


"Pantas saja bangunannya estetik banget. ngomong-ngomong kok kamu tahu betul tentang pemilik pertanian ini?"


"Tahulah! Kan aku sering nonton."


"Kenapa, kamu suka ya?" Tanyanya aku yang mulai cemburu.


"Kagum! karena dia bisa mengubah Kampung mati menjadi kampung hidup seperti itu. kalau suka kayaknya nggak, lagian dia juga sudah memiliki pasangan yang sangat cantik. menurut beberapa komentar yang ada di postingannya, wanita yang selalu menjadi narator di video, itu adalah kekasihnya." jawab istriku menjelaskan.


"Hebat kamu! Kayaknya tahu betul tentang seluk beluk kampung sukadarma."


"Tahulah! aku sangat senang melihat orang-orang yang bermetamorfosa berubah menjadi lebih baik."


"Berarti kamu juga kagum sama aku?" tanyaku sambil menatap kedua bola matanya.


Ditanya seperti itu, Karla hanya tersenyum tanpa memberi jawaban. untuk mengalihkan perasaan malunya, dia menunjukkan video-video lain tentang pertanian di kampung sukadarma.


Akhirnya malam itu kita terus mengobrol, tanpa melakukan aktivitas yang semestinya, layaknya pasangan pengantin baru pada umumnya. Aku tidak mau memaksa, Kalau dia tidak mau. Takut masuk ke undang-undang pemerk0saan terhadap istri. lumayan penjaranya kan 6 tahun.


Pukul 22.30, akhirnya Karla pun menyimpan handphonenya, lalu dia kembali ke posisi semula, posisi yang menatap ke arah langit-langit kamar.

__ADS_1


"Ya sudah ayo bobo! besok kita akan mau mengadakan perjalanan jauh," ajakku sambil mematikan lampu kamar, menggantinya dengan lampu tidur.


Karla hanya melirik sebentar, kemudian memejamkan matanya, bersiap menyambut mimpi-mimpi yang akan hadir dalam tidurnya.


Melihat istriku sudah memejamkan mata, aku pun mulai mengikuti apa yang dilakukan oleh Karla. aku mulai menutup mata, mempersiapkan tenaga kembali untuk menyambut hari esok.


*****


Sebelum adzan subuh berkumandang, aku sudah terbangun. Karena ada sesuatu yang menindih tubuhku sehingga membuat tidurku terasa tidak nyaman. Namun kejadian itu, kejadian yang membuatku sangat bahagia. karena Karla sudah memeluk tubuhku begitu erat, wajahnya sangat dekat dengan wajahku. Sehingga nafasnya memenuhi seluruh wajahku. aku hanya terdiam terus menikmati momen-momen itu, meski air dikantong kemihku hendak tumpah. Karena kebiasaan ketika bangun tidur ingin pergi ke kamar mandi untuk membuang air kecil.


Lama menunggu, akhirnya mata Karla pun terbuka. Mata indah itu menatap penuh ke arah wajahku, memperhatikan dengan teliti, siapa pria yang ada di dekapannya.


Agrrrrrrhhhhh!


Teriak gadis aneh itu memenuhi telinga, karena posisi wajahnya berdekatan dengan wajahku. membuat gendang telinga terasa hendak mau pecah. karena kerasnya suara jeritan istriku.


"Kenapa kamu, kenapa?" tanya aku sambil terperanjat bangun dari tempat tidur menenangkan Karla yang terlihat ketakutan.


"Kok kamu ada dikamarku?" Tanya orang yang baru dua hari sah menjadi istriku. Wajahnya yang terlihat kebingungan karena walau sudah dua hari menikah, Baru kali ini kita tidur bareng sama seperti sekarang.


"Mana, ini kan kamarku, bukan kamarmu."


"Iya kenapa kita ada di kamar yang sama, kamu tidak melakukan apa-apa kan?" tanya Karla sambil perhatikan seluruh bajunya. Mungkin dia merasa takut kalau ada sesuatu yang terbuka atau Aku melakukan hal-hal yang tidak dia inginkan.


"Tenang saja aku belum menyentuh kamu kok. lagian tadi kan kamu yang memelukku." ujarku sambil mengulum senyum, kemudian masuk ke kamar mandi, untuk membersihkan tubuhku agar terasa segar. tanpa memperdulikan gadis aneh itu yang masih menatap kebingungan.


"Kenapa kamu nggak pakai baju, kenapa kamu nggak bawa baju dari luar?" tanya Carla yang sudah berdiri di ambang pintu, Ketika aku baru keluar dari kamar mandi.


"Emang kenapa?"


"Aurat tahu, dosa!" ujarnya.


"Siapa bilang dosa, kan kita sudah sah menjadi suami istri. kamu boleh melihat tubuhku, bahkan lebih dari ini." jawabku sambil mengangkat satu sudut bibir.


"Sudah buruan Jangan menghalangi pintu, aku nggak kuat Pengen buang air kecil." ujarnya sambil mau menarik tubuhku.


"Jangan sentuh! aku sudah wudhu."


Mendengar jawabanku dia hanya tersenyum, lalu menarik handuk yang melilit di Pinggang. sehingga handuk itu terlepas. Karla hanya tersenyum setelah melihat benda yang menggantung di bawah pusarku, kemudian dia masuk ke kamar mandi.


Melihat kelakuannya yang sudah berani seperti itu, dengan cepat aku mendorong pintu kamar mandi, terlihat gadis sedang jongkok. Mungkin sedang membuang Cairan yang berada di kantong kemihnya.


"Eh Sial4n ngapain kamu masuk." bentaknya sambil terus menatap ke arah benda yang tak sempat aku tutup. Terlihat dia merapatkan pahanya agar aku tidak bisa mengintip.


"Kamu harus bertanggung jawab! karena kamu sudah mengeluarkan benda pusakaku dari kerangkanya."

__ADS_1


"Keluar gak! kalau nggak gua siram." ancamnya sambil menodongkan selang air ke arahku.


NB: lebih lanjut tentang cerita kampung sukadarma bisa baca novelku KERANJANG SAYUR :)


__ADS_2