Dua Penghianat

Dua Penghianat
Eps. 64 Akhirnya AKU MENEMUKANMU


__ADS_3

Pov Erni


"Dulu ketika masih di kampung Bu. Dia pernah berkunjung ke coffe saya." jelas Vina.


"Sekenal apa kamu sama pria itu, apa jangan-jangan kamu punya hubungan khusus dengan dia?" Selidikku makin Inten.


"Enggak, Bu! aku nggak pernah punya hubungan apa-apa dengan pria itu. aku mengingatnya, karena dia adalah pria pertama yang menolak kecantikanku." ujar Vina dengan raut wajah yang angkuh, Menganggap dirinya cantik.


"Berarti lu! Eggak ada apa apa! Di hadapan pria itu?"


"Iya, pria itu tetap Teguh dengan pendiriannya, dia tak sedikitpun tergoda oleh kecantikan tubuhku." jelas Vina membuatku semakin merasa bersalah terhadap mantan suamiku. karena wanita secantik Vina saja dia tolak, namun nasi sudah menjadi bubur, aku tidak bisa mengulang ke masa itu kembali, Masa-masa indah bersama suamiku.


"Terus kenapa lu bisa tahu video itu?"


"Kebetulan aku mengikuti youtuber yang bernama Karin, dulu Dia adalah seorang TKW juga, sama sepertiku. yang beralih profesi menjadi content creator."


"Kamu kenal dekat?"


"Iya kenal dekat! bahkan bisa dibilang sahabat."


"Ya sudah! kamu juga cari baju kamu sana! nanti aku ada tugas untuk kamu."


"Serius bu?"


"Sudah sana pergi! pakaianmu sudah kucel seperti itu, masih saja kamu pakai." usirku sama Vina.


Dengan cepat vina pun Beranjak Pergi dari tempat berdirinya, kemudian dia menghampiri ibu yang sedang memilih-milih baju. setelah kepergian Vina, dengan cepat aku membuka handphoneku, untuk menonton video, yang tadi belum sempat selesai karena aku masih mengemudikan mobil.


Setelah membuka Link yang dikirimkan oleh Vina ke nomor kontakku. aku memperhatikan pria bertongkat ketiak yang sedang dipaksa untuk makan di restoran mewah. namun pria itu menolak, bahkan sampai menghancurkan kamera yang merekamnya.


Aku terus memperhatikan pria itu, melihat dengan jelas untuk memastikan bahwa pria yang ada di video itu adalah mantan suamiku. Setelah lama aku memperhatikan ternyata memang benar pria yang ada di video itu, adalah Arfan mantan suamiku. namun yang berbeda, sekarang dia sangat lusuh dan dekil, berbeda ketika dia menikah bersamaku.


"Di mana kamu sekarang? Aku merindukanmu!" gumamku sambil terus memperhatikan video itu, Namun sayang video itu terhenti, sesaat setelah kameranya terjatuh dipukul oleh tongkat Arfan.


"Ingin tahu kelanjutan cerita pria ini, jangan lupa like comment dan share! Kalau tembus  10.000 like, aku akan mengupload episode keduanya. karena sebenarnya pria ini adalah." ucap seorang wanita yang tadi memaksa Arfan untuk makan di restoran. Dia menghentikan ucapannya membuatku semakin penasaran.


"Yah! kalau tahu kelanjutannya, mungkin aku bisa tahu sekarang suamiku berada di mana." gumamku dalam hati sambil memperhatikan ibu dan Erna yang sedang memilih-milih baju.


"Kenapa bengong, Bu?"


"Oh iya! tadi kamu bilang kamu kenal dekat sama youtuber YouTube yang ada di video. bisa nggak, kamu minta video kelanjutannya!" ujarku sama wanita yang menyapa.


"Bisa! bisa banget, Bu! kenapa ibu penasaran yah. Iya memang Karin orangnya seperti itu, dia suka membuat subscribernya penasaran. Makanya sekarang subscribernya sudah hampir 200.000 an." tanya Vina yang tidak mengetahui hubunganku, dengan pria yang ada di video itu.


"Kamu jangan tanya-tanya! kalau memang benar kamu bisa meminta video kelanjutannya, buruan minta!" dengusku dengan kesal.

__ADS_1


"Baik bu! Maaf, kalau saya banyak tanya." ujar Vina dengan cepat ia mengambil handphone yang ada di tas kecilnya, kemudian ia mengetik sesuatu lalu mengirimkannya.


"Bagaimana, bisa nggak?" Tanyaku Yang penasaran.


"Nanti, Bu! belum dibales, kalau sudah dibalas sama Karin, nanti saya akan infokan ke ibu!"


"Awas jangan sampai lupa!" ancamku dengan serius.


"Enggak! aku enggak akan lupa."


"Oh ya, kamu sudah beres memilih bajunya?" Tanyaku mulai mengalihkan pembicaraan.


"Sudah Bu, nih!" ujarnya sambil mengangkat satu setel baju yang ada di tangannya.


"Pintar juga, dia memilih baju yang pas untuk tubuhnya." gumamku dalam hati, mengagumi kepiawaian Vina dalam memadukan baju dengan tubuhnya.


Tak selang Berapa lama Ibu  dan Erna pun datang menghampiri, sambil membawa belanjaannya, memperlihatkannya kepadaku.


"Aku ambil dua ya, Kak!" ujar Erna sambil menunjukkan pakaian yang ada di tangannya.


"Boleh! semuanya juga boleh, kalau kamu bisa memakainya!"


"Terima kasih!" ucap Erna sambil tersenyum, Kemudian aku pun menuju kasir tempat pembayaran, setelah selesai membayar semua belanjaan keluargaku. Aku pun keluar dari toko busana wanita, kemudian menghubungi Farid untuk memberitahunya agar segera pulang.


Keesokan paginya, setelah aku selesai membersihkan tubuh, bersiap untuk berangkat kerja. tiba-tiba pintu kamarku ada yang mengantuk.


"Siapa?" aku bertanya sambil merapikan kancing bajuku.


"Vina, Bu!" jawab suara seorang wanita dari balik pintu.


"Iya ada apa, Vin?" aku bertanya sambil kenaikan informasi suaraku takut Vina tidak mendengar.


"Ada urusan penting, urusan yang semalam, Bu! tentang pria yang ada di video itu." Jawab Vina menjelaskan.


Dengan cepat aku pun membuka pintu, Kemudian terlihat Vina yang sudah rapi,dan tercium wangi parfum semerbak keluar dari tubuhnya. dia sedang berdiri menatap ke dalam kamarku.


"Masuk!" seruku.


"Baik, Bu!" jawab Vina sambil mengangguk, kemudian ia mengikutiku masuk ke dalam kamar.


"Bagaimana, kamu sudah dapat video lanjutannya?" Tanyaku yang tidak sabar.


"Sudah Bu! Tapi nggak menyuruh saya duduk dulu." ujar Vina yang terdengar kurang ajar.


"Ya sudah, duduk!" ucapku sambil duduk di salah satu kursi sofa, yang ada di kamarku. kemudian diikuti oleh Vina.

__ADS_1


"Aku sudah mendapat video kelanjutan pria itu. semalam temanku Karin, sudah mengirimkannya."


"Kenapa kamu nggak langsung kirimkan ke kontakku? daripada kamu menggedor-gedor kamar orang. risih tahu!" Ketusku yang sedikit memicingkan mata.


"Saya sudah coba, Bu! namun videonya tertahan terus, Mungkin HP saya kurang support untuk mengirim video yang filenya begitu besar." elak Vina sambil menunjukkan beberapa video yang hendak Ia kirim ke nomorku, namun benar video itu tidak selesai dikirim.


"Ya sudah, mana? aku coba lihat?"


Dengan cepat Vina pun memberikan handphonenya, kemudian dia menunjukkan video yang dikirim oleh temannya. terlihat di dalam video itu Arfan, setelah merusak kamera, dia terus berjalan menuju ke masjid, setelah itu ia melanjutkan perjalanannya menuju Perumahan Priay Semanan. namun video itu terhenti, karena mereka tidak bisa masuk ke dalam perumahan elit itu. Karena dicegat oleh satpam yang berjaga.


"Emang kenapa sih, Bu? Ibu kayaknya penasaran banget sama pria itu?" tanya Vina yang masih penasaran.


"Sudah sana keluar! dan ketika aku tidak ada di rumah, jangan sekali kali kamu masuk ke dalam kamarku! kalau kamu melanggar, Jangan harap! kamu bisa hidup enak diluar sana!" usirku sambil mengancamnya.


Dengan mengangguk dan tersenyum Vina pun berdiri, kemudian ia keluar dari kamarku, seolah wanita yang tidak mempunyai perasaan, dia berlalu begitu saja.


Setelah Vina keluar dari kamarku. dengan cepat aku merapikan berkas-berkas yang hendak aku bawa ke kantor. sekarang aku mulai paham, kenapa dulu suamiku sering membawa pekerjaan ke rumah. karena di kantor tidak cukup waktu, untuk menyelesaikan satu pekerjaan presiden direktur. Namun hebatnya mantan suamiku dulu dia tidak akan bekerja sebelum dia menyelesaikan tugasnya, menemaniku menonton film kesukaanku.


"Aku berangkat dulu ya, Bu! Nanti kalau kalian Butuh sesuatu, Bilang aja sama bi Inem! dan kalau dia membutuhkan bantuan, Tolong bantu, kasihan kalau mengurus orang segini banyak sendirian." Pintaku sama ibu, sambil mencium punggung tangannya. SeKaya apapun aku sekarang, aku hanyalah anak dari wanita yang ada di hadapanku.


"Iya, kamu tenang aja! Apa gak sebaiknya, kamu libur dulu bekerja. karena besok kan, kamu harus menyiapkan lamaran?"


"Enggak, Bu! pekerjaanku masih menumpuk, mumpung masih ada Satu hari lagi, jadi aku akan selesaikan sekarang. mungkin baru besok, aku bisa libur." Ujarku sambil berlalu pergi meninggalkan ibu. kemudian masuk ke dalam mobil.


Setelah berada di dalam mobil, dengan cepat aku pun menghidupkan mesinnya. lalu menginjak pedal gas pergi meninggalkan rumahku, melaju dengan kecepatan sedang, disinari oleh Mentari Pagi yang masuk lewat jendela mobil, membuat tubuhku terasa hangat.


Aku terus memacu mobilku, menuju arah Priya Semanan. Tak lama di perjalanan, aku pun sampai di depan pintu gerbang rumah mantan ibu mertuaku. Dengan cepat aku menekan klakson mobil, memberitahu satpam bahwa ada tamu yang hendak masuk ke dalam.


Terlihat ada seorang pria berseragam putih biru, yang menghampiri, lalu dia manggut memberi hormat. aku pun segera menurunkan kaca pintu mobil, supaya dia tahu siapa yang berada di dalam.


"Bu Erni!" desis pria itu sedikit tertahan.


"Ya Arman! Tolong bukakan pintu! Gua ada urusan dengan orang yang berada di rumah ini."


"Maaf Bu! Ibu Aisyah, sudah melarang ibu, untuk datang ke sini lagi."


"Buruaaaaaan, Buka pintu gerbangnya! atau gua dobrak dengan mobil!"


"Maaf Bu, Ibu gak boleh masuk ke dalam." jawab Arman tetap dengan pendiriannya.


Merasa kesal aku pun menutup kaca pintu jendela, kemudian menekan klakson dengan keras. Aku tak melepaskan tekanan klakson, sehingga membuat kegaduhan di pagi hari itu.


Terlihat dari luar Arman mengetuk-ngetuk kaca mobilku, namun aku tak menghiraukannya, aku terus menekan klakson mobilku agar semua orang merasa terganggu.


Lama menekan klakson, akhirnya perjuanganku tak sia-sia. terlihat mantan ibu mertuaku, dia keluar dari balik pintu gerbang, kemudian dia menatap ke arah mobil dengan tatapan penuh kebencian. Mungkin dia merasa terganggu oleh Suara bising di pagi itu.

__ADS_1


__ADS_2