Dua Penghianat

Dua Penghianat
the and


__ADS_3

Pov Dali


Suasana di rumah Pak Farid terlihat banyak orang yang berkerumun, karena ada sesuatu yang aneh di sana. dari rumah itu tercium bau bangkai yang sangat menyengat.


"Ayo masuk...!" ajak Pak RT mulai memberi komando.


Akhirnya aku dan Pak RT ditemani oleh beberapa warga yang sedang menikmati Senja di taman, mulai membuka pintu gerbang rumah Pak Farid. kebetulan pintu gerbang itu tak dikunci. semakin masuk aroma bau busuk semakin tercium, membuat kami menutup hidung menggunakan kedua tangan atau baju.


Kami semua menuju ke area teras, kemudian mengetuk-ngetuk pintu sambil mengucapkan salam. Namun sayang beberapa kali mengucapkan salam, tak ada sedikitpun perubahan dari dalam rumah. membuat kami semakin merasa bingung dan lumayan kepalaku terasa pening, mencium bau busuk yang sangat menyengat.


"Coba cari sekeliling rumah, siapa tahu saja ada keanehan." perintah Pak RT mulai memberikan instruksi.


Aku ditemani kedua satpam Mandiri group, mulai menyisir sebelah samping rumah. terlihat ada kolam yang dipenuhi ikan koki, suara air kemiricek menimpa kolam. mata kami terus memindai area sekitar mencari sesuatu yang bisa dijadikan petunjuk, Namun sayang kita tidak menemukan apa-apa, bahkan sampai bertemu dengan orang-orang yang menyisir taman samping sebelah kanan, kami pun saling melaporkan penemuan masing-masing, yang tak membuahkan hasil sama sekali.


"Coba intip kedalam rumahnya...!" saran Pak RT.


Satpam dari Mandiri group mulai melihat ke dalam rumah melalui jendela dapur. namun mereka menggelengkan kepala menunjukkan tidak ada sesuatu yang aneh.


"Bagaimana?" tanyaku yang merasa penasaran.


"Gelap Pak...! nggak kelihatan apa-apa," jawab satpam.


"Coba intip lewat jendela samping," ujar Pak RT memberikan saran.


Akhirnya kami pun berpencar kembali, aku ditemani satpam Mandiri Group menuju ke arah samping kanan, sedangkan rombongan Pak RT menuju ke arah samping kiri.


Ketika ada jendela, mungkin itu adalah jendela kamar aku menyuruh satpam untuk mengeceknya melalui celah jendela.


Satpam yang disuruh pun mengangguk, kemudian dia menempelkan matanya ke jendela. namun beberapa saat mulutnya menganga tampak berbicara sedikitpun, nafasnya memburuk seperti habis melihat hantu.


"Kamu kenapa Firman?" Tanya satpam yang satunya lagi.


Orang yang ditanya pun tidak menjawab, Dia hanya menunjuk ke arah jendela dengan mata yang membulat sempurna. satpam yang satunya lagi dia pun penasaran Akhirnya dia pun menempelkan mata mengintip ke dalam jendela. sama seperti Pak Firman, dia pun menganga sambil menunjuk ke arah dalam. aku yang merasa heran, aku pun mengikuti hal yang sama aku menempelkan mata mengintip ke arah dalam kamar.


Deg!


Ternyata di dalam kamar itu terlihat ada dua orang yang sedang tidur, disaksikan oleh seseorang yang sedang duduk, namun yang berbeda tempat itu seperti sangat kotor.


"Panggil Pak RT!" suruhku sama kedua satpam.


Firman pun mengangguk, kemudian dia berlari menuju ke arah samping. tak lama dia pun kembali diikuti oleh Pak RT dan beberapa warga yang lainnya.


"Ada apa?" tanya Pak RT sambil menatap penuh heran.


"Di dalam Kayaknya ada orang pak," jawabku memberitahu.

__ADS_1


"Coba Tolong panggil! Siapa mereka?"


"Kurang tahu Pak...! tapi yang jelas didalam ada tiga orang. yang dua di kasur, yang satu duduk di kursi." jawabku tak berani memberikan kesimpulan.


Tanpa bertanya lagi Pak RT pun menempelkan matanya ke jendela, mengintip ke dalam ruangan. beruntung lampu di dalam kamar dinyalakan sehingga walaupun tak bisa leluasa melihat, tapi itu bisa menunjukkan bahwa di kamar itu ada orang.


"Astaghfirullahaladzim...! Pak Gufron, Pak Gufron, Pak Gufron!' Panggil Pak RT sambil mengetuk-ngetuk jendela.


Namun sayang dari arah dalam tidak ada seorang pun yang menjawab, seperti ruangan itu sangat hening tak berpenghuni.


"Kok gak menjawab?" tanya Pak RT sambil menatap ke arahku.


"Lagi tidur kali pak."


"Pak Gufron...! Pak Gufron, Pak Gufron....!" Panggil Pak RT Untuk yang kesekian kalinya. Namun sayang orang yang di dalam tidak memberikan respon sedikitpun, jangankan memberikan respon menurut keterangan Pak RT bergerak pun sama sekali tidak.


"Ya Allah... ini ada apa?" tanya pak RT yang terlihat ketakutan.


"Dobrak saja Pak jendelanya...!" Ujar salah Seorang warga memberi saran.


"Aduh....! saya nggak berani, Nanti Pak Gufron marah."


"Nggak apa-apa, nanti biar saya ganti... kita harus memastikan dulu keadaan di dalam seperti apa," jawabku memberi keputusan karena aku takut ada sesuatu di sana karena sudah menunjukkan tanda-tanda keanehan.


Orang yang disuruh pun manggut, kemudian dia meminta orang-orang akhirnya menjauh takut terkena serpihan dari kaca yang pecah.


Setelah dirasa aman, satpam pun memukul kaca jendela dari arah samping.


Prak!


Suara kaca yang pecah terdengar sangat nyaring, namun setelah kaca terpecah, bau busuk pun menyeruak memenuhi tubuh. bahkan ada beberapa orang yang terlihat muntah-muntah tidak kuat menahan bau itu.


Setelah merapikan serpihan kaca, satpam pun melihat ke kamar, sama seperti satpam yang dari Mandiri grup Dia terlihat menganga seperti ketakutan.


"Ada apa zumri?" tanya Pak RT.


"Ada, ada, ada....!" jawab Zumri tergagap.


Merasa tidak mendapat jawaban yang jelas, Pak RT pun mendekat ke arah jendela kemudian Dia mengintip ke arah dalam yang tertutup oleh gorden, tangannya menutup kedua hidung karena bau busuk semakin menyengat.


"Astagfirullahaladzim..!" Ujar pak RT yang membuatku merasa penasaran, Kemudian aku pun mendekat ke arahnya untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi. setelah aku bukakan gorden penutup jendela, mataku terbelalak, nafasku tertahan dan jantungku terasa berdegup dengan kencang. hati berdebar karena aku melihat tiga mayat yang sangat mengerikan, yang satu sedang duduk di kursi dan yang dua sedang tidur di kasur. lalat lalat pun mulai berterbangan masuk ke dalam, membuat suasana itu semakin terlihat menjijikan.


"Ya Allah, siapa itu..?" Tanyaku sama Pak RT.


"Kurang tahu, cepat Panggil pihak yang berwajib dan sterilkan lokasi. ayo kita keluar dari sini, sambil menunggu pihak yang berwajib datang."  ajak Pak RT kemudian dia pun berjalan menuju ke arah depan rumah lalu keluar di pintu gerbang.

__ADS_1


"Ingat jangan ada yang masuk lagi, kalau tidak ingin terbawa masalah. saya akan menghubungi pihak yang berwajib terlebih dahulu," ujar Pak RT sambil pergi mungkin mau mengambil handphone ya ke rumah.


Sedangkan orang-orang yang tadi masuk ke dalam, Mereka pun mengobrol saling bertanya dengan apa yang tadi mereka lihat.


"Pak Gufron bukan itu?" tanya salah Seorang warga yang kebetulan tadi tidak mengintip.


"Kurang tahu, soalnya tidak jelas melihat wajahnya. Jangankan melihat membayangkannya saja saya sudah takut.


"Ada apa..?" bisik Ira yang mendekat  karena tadi dia tidak ikut masuk ke dalam.


"Ada tiga mayat di dalam,"


"Mayat siapa?" tanya Ira yang terlihat kaget.


"Kurang tahu, soalnya kita tidak bisa melihat jelas wajahnya."


"Ya Allah kok bisa, terus sekarang harus bagaimana?"


"Kita menunggu pihak yang berwajib untuk menangani kasus ini, karena kita bukan ahlinya."


"Semoga saja itu bukan keluarga Pak Farid...!' doa Ira sambil mengikutiku menuju Taman.


Suasana pun semakin riuh, karena orang-orang sudah mulai pada pulang dari pekerjaannya. mereka saling bertanya dengan orang-orang yang sudah dari tadi menunggu di situ. hingga di depan rumah Pak Farid pun mulai dikerumuni banyak orang.


Lama menunggu akhirnya pihak yang berwajib pun datang, dengan Sigap Pak RT menjelaskan kronologi kejadiannya. Setelah berdiskusi sebentar Mereka pun masuk kembali ke dalam halaman, kemudian membuka paksa pintu rumah. aku hanya melihat dari luar pagar, karena hanya orang yang berkepentingan lah yang boleh masuk.


Setelah masuk Mereka pun keluar kembali, lalu membagi tugas sehingga di depan rumah Pak Farid dipasangi polisi Lant. itu menandakan ada kasus di sana. keadaan pun semakin sore Mungkin sebentar lagi adzan magrib akan berkumandang. dari arah dalam rumah terlihat ada tiga kantong jenazah dibawa ke ambulans.


Aku mendekat ke arah pak RT yang sudah keluar dari gerbang untuk menanyakan kejadian yang sebenarnya.


"Siapa yang meninggal Pak RT?" Tanyaku sedikit berbisik.


"Pak Gufron dan Pak Farid, yang satunya lagi istrinya. mereka meninggal dengan mengenaskan, Pak Gufron dan istrinya pak Farid terlihat kepalanya pecah, sedangkan Pak Farid tidak memiliki luka apapun, Mungkin dia meminum cairan pembersih lantai."


"Astaghfirullahaladzim, kok kejadiannya bisa seperti ini?"


"Kurang tahu, mungkin kedepannya akan dilakukan penyelidikan.


Setelah semuanya dirasa rapi, akhirnya tiga jenazah pun dibawa ke rumah sakit untuk melakukan otopsi, bertepatan dengan adzan maghrib berkumandang.


Aku dan Ira masih tetap berada di tempat it,  sebelum pergi kita pun melirik ke arah dalam rumah yang terlihat menyeramkan. terlihat ada bayangan sosok wanita yang tersenyum sambil Melambaikan tangan, semakin lama bayangan itu semakin memudar, hingga akhirnya tak terlihat kembali


"Selamat jalan Vina Semoga Kakak tenang di alam sana!"


Tamat

__ADS_1


__ADS_2