
Dokter Aldi bisa di bilang sangat licik, ia meminta semua asisten rumah tangganya untuk tidur lebih awal, terkecuali babysiter Willi.
Dokter Aldi meminta babysiter Willi menjaga Will, sementara dokter Aldi melancarkan aksi modus rianya dengan memasak bersama dengan Rayana.
"Emang ga ada asisten rumah tangga atau koki kek di rumah ini?" Rayana masih saja protes, entah yang keberapa kalinya Rayana melakukan protes tersebut, namun dokter Aldi sama sekali tak menghiraukan nya.
Dokter Aldi terus saja menarik lengan Rayana untuk ke dapur. "Kalau bisa masak sendiri akan bagus."
"Biar nambah lowongan kerja, hitung hitung bantu orang," sepertinya ilmu publik speaking yang ditempuh selama enam bulan kini bermanfaat, buktinya Rayana sudah dengan mudahnya membantah dan mendebat perkataan orang lain.
"Mereka semua sudah istirahat, nah sekarang kamu bantuin saya masak ya," kata dokter Aldi mensejajarkan wajah mereka.
Dokter Aldi tersenyum manis membuat Rayana semakin jengkel, karena merasa di permainkan. "Raya mau balik, kamu masak sendiri aja."
Bukannya menuruti dokter Aldi justru meletakkan kedua lengan besarnya di pundak Rayana. "Sayang, anak kita lapar. Masa kamu mamanya ga mau mengurus anak kamu sendiri."
Rayana bengong mendengarkan_nya, anak kita? Bagaimana mungkin? Bahkan Rayana merasa tak memiliki anak, apalagi tanggungjawab untuk di urusi. Rayana memang menyukai Willi yang imut, namun juga tak tertarik menjadi mama sekaligus istri dari lelaki yang saat ini berdiri di hadapannya.
"Saban kapan Raya nikah? Orang Raya masih ting ting gini kok, dijamin masih ting ting," protes Rayan.
"Iya tak lama lagi kamu akan menikah," dokter Aldi tersenyum menggoda Rayana.
"Heh," Rayana tersenyum miring, meremehkan kata kata dokter Aldi. "Sok tau kamu."
Ryana berusaha melepas_kan diri dari dokter Aldi, membuat dokter Aldi menarik Rayana ke dalam pelukannya.
"Kamu ga percaya sayang? Biar saya buktikan," dokter Aldi tersenyum miring.
Dokter Aldi segera mengangkat Rayana ke dapur, dan mendudukkannya di samping wastafel. Rayana tampak gugup dan panik, membuat semburat merah di pipinya, dokter Aldi yang melihat hal itu tersenyum. Kemudian segera memeluk tubuh ramping Rayana.
__ADS_1
Dokter Aldi mengecup kening Rayana, berlanjut ke bagian dagu Rayana. "Rayana menikah lah dengan saya."
Rayana mengerutkan keningnya ketika mendengar pernyataan tersebut, kata kata yang biasa di sebut lamaran kini membuat Rayana terkikik geli.
"Dokter Aldi ngajak nikah atau main PS?" tanya Rayana masih dalam keadaan cekikikan.
"Raya, Aku lagi ngelamar loh, kamu maunya kapan? kalau aku sih besok juga yes," tanya dokter Aldi tersenyum genit, sembari memandang lekat wajah Rayana.
"Hm, jangan besok deh, soalnya satu Minggu ke depan ada syuting sama Pith, terus harus ke Thailand, kalau kosong biasanya harus ngantor," jelas Rayana seolah berfikir keras.
Mendengar nama saingannya di sebut sebut oleh Rayana, membuat dokter Aldi kesal bukan main, bagaimana tidak Rayana akan memiliki banyak waktu ke depan ya dengan saingannya. Namun dokter Aldi mencoba untuk tetap tenang, agar tidak membuat Rayana merasa terlalu di atur.
"Weekend deh weekend," tawar dokter Aldi tersenyum, kemudian mengecup pipi Rayana.
"Jangan weekend deh, pagi sampai siang ada detektif Conan, Spongebob Squarepants, Doraemon, sailermon, siang ada Spongebob Squarepants lagi, rabbit, sinbi the house, Upin Ipin, malam ada street food, tengah malam tidur," kata Rayana tersenyum kemenangan, menandakan dokter Aldi memang tidak di beri kesempatan.
"Tenang saja sayang, aku bisa kok meminta waktu kepada ayah kamu, biar di kasih waktu selain hari weekend," kata dokter Aldi mengedipkan matanya, semabari tersenyum penuh arti.
"Kamu akan terima Raya sayang, tunggu saja," kata dokter Aldi mengunci pergerakan Rayana, dan mulai mencium bibir Rayana.
Dokter Aldi me*lu*mat bibir itu lagi, entah keberapa kali ia melakukan hal ini, namun membuatnya tetap saja sangat menyukainya atau bahkan semakin menyukainya.
Rayana mencoba memberi tak, namun otot terlatih dari sang dokter, mengalahkan tenaganya yang malas berolah raga, Rayana tak mampu melepaskan dirinya, hingga membuat dokter Aldi meraup bibir manis miliknya.
"Papa lagi apa sama mama?" Willi datang mengejutkan Rayana dan dokter Aldi.
Dengan segera dokter Aldi melepaskan pa*ngu*tan*nya, kemudian menurunkan Rayana dari atas wastafel.
"Ma... ma... mama sama papa lagi mau siap siap masak, tapi tadi ada kecoa, jadi mama takut," kata dokter Aldi sedikit tergaguk, karena hampir saja di pergoki anak sendiri.
__ADS_1
"Oh, mama takut kecoa juga ya? Papa juga," kata Willi polos membocorkan aib papanya.
"Engga Wil, papa cuman ga suka, jijik," kilah dokter Aldi menepis kata kata anaknya, ia tak mau kelihatan lemah di mata Rayana.
Rayana tersenyum mendengarkan penuturan Willi, dan kilahan dari dokter Aldi. Tiba tiba otak jahilnya timbul, Rayana tersenyum.
"Dok, ada kecoa," teriak Rayana membuat dokter Aldi terkejut, dan ber-lonjak duduk tepat di atas Rayana.
Rayana terkejut melihat wajah dokter Aldi yang terlihat panik, tepat berada di depannya. Ia tak dapat menahan tawanya, Rayana tertawa terbahak bahak, hingga membuat dokter Aldi tersadar ia hanya di jahili oleh Rayana.
Dengan wajah yang merah padam karena malu, akhirnya dokter Aldi turun dari atas Rayana yang saat ini masih tertawa geli, wajah Rayana kini telah berubah menjadi merah karena tertawa, membuat dokter Aldi kesal.
"May... ambil Willi sebentar," kata dokter Aldi membuat babysiter Willi segera menggendong Willi keluar dari ruang dapur tersebut.
Setelah melihat Willi dan babysiter Willi keluar, dokter Aldi segera mendekatkan wajahnya ke wajah Rayana, baru saja dokter Aldi mendekatkan wajahnya, namun tiba tiba perut Rayana berbunyi minta di isi.
"Ayo order saja," kata dokter Aldi sedikit kesal, membuat Rayana bernafas lega, karena tidak ada lagi serangan dadakan dari dokter Aldi.
Setelah memesan, tak lama kemudian orderan mereka datang, Rayana di bantu oleh babysiter Willi menyiapkan semua, membuat Willi tersenyum senang.
"Ayah ga jadi masak? Kok pesan?" Willi tampak bingung dengan situasi sebenarnya.
"Bahan bahan habis," kata dokter Aldi ketus.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Teman teman maaf ya ga bisa up se rutin kemarin karena ada banyak kendala, seperti harus menyusun perbaikan skripsi, dan beberapa acara serta kesibukan lain. Aku harap kalian mengerti, dan tetap setia membaca ceritaku. Disini author berusaha se profesional mungkin untuk bisa up sebisa mungkin. Terimakasih, maaf sekali lagi....
...Jangan lupa like, komentar, vote, dan jadikan favorit. Sebagai penyemangat bagi Author. Agar, author nya lebih semangat up, dan lebih panjang lagi up nya....
__ADS_1
...Dan terimakasih sebanyak banyaknya yang sudah dengan loyalnya memberikan vote, dan hadiah, serta koin. I Love You....