Duda Genit

Duda Genit
S2 (Nina hamil?)


__ADS_3

Rayana masih asyik memakan cemilannya, namun kali ini Rayana menginginkan cemilan yang sedikit kecut kecut, karena itu Aliya meminta para maid menyiapkan mangga muda untuk di jadikan cemilan.


"Mereka ngapain sih di ruang kerja mas Raka dari tadi," Rani nampaknya amat penasaran, dengan apa yang mereka kerjakan.


"Oh, lagi ngomongin keamanan kita kedepannya, terlebih lagi kita berdua sedang hamil muda," kata Rayana santai sembari memakan cemilannya, seolah tak ada kecemasan di raut wajahnya.


Namun berbeda dengan Rani, wanita yang tengah hamil muda itu terlihat sedikit khawatir, membuatnya berkali kali mengusap tengkuk kepalanya, dan menggosok sosok kan tangannya.


Menyadari hal itu Rayana segera memandang kakak iparnya. "Kakak jangan khawatir, aku yakin mereka akan menjaga kita dengan baik," Rayana menenangkan sang kakak ipar.


"Aku harap begitu," kata Rani segera beranjak dari duduknya.


"Kakak kenapa?" Rayana sedikit khawatir dengan raut wajah kakak iparnya.


"Engga kakak mau ke kamar aja," Rani segera berjalan menuju ruangannya.


"Kak aku panggilin dokter deh," Rayana segera menghentikan langkah kakak iparnya.


"Engga kakak ga papa kok," Rani terus melangkah menuju kamarnya, tampak jelas di wajah nya raut cemas. Mungkin saja saat ini ia tengah menghawatirkan keadaannya, dan suaminya.


Rani melangkah kakinya masuk ke kamar, kemudian segera membuka pintu balkon, Rani memandang langit menerawang jauh.


"Semoga semua berjalan lancar, dan sesuai dengan apa yang kita harapkan," gumam Rani sedikit menitikkan air matanya.


Rakara masuk dengan tergesa gesa ke dalam kamarnya, setelah mendengar penjelasan dari adiknya, Rakara sedikit khawatir dengan keadaan istrinya, terlebih saat ini istrinya tengah mengandung.


Rakara segera memeluk istrinya dari belakang, Rakara berharap istrinya tak terlalu ambil pusing dalam hal ini, Rakara takut istrinya setres dan berakhir pada anak mereka.


"Sudah ya, semua sudah di rencanakan matang matang," Rakara mencoba menenangkan istrinya.


"Tapi kamu janji ya, apapun yang akan kalian lakukan, yang ingin kalian lakukan, cerita sama aku," Rani menggenggam tangan suaminya.

__ADS_1


"Iya dong, pasti," Rakara segera memeluk istrinya. "Ayo turun Raya cemas dengan keadaan kamu."


"Iya mas aku minta maaf sudah buat kalian cemas, aku cuman takut kehilangan keluarga ku lagi," Rani tersenyum manis kepada suaminya.


"Iya aku ngerti kok, ayo turun," Rakata segera menuntun istrinya untuk segera turun ke bawah.


Saat mereka tengah berada di atas tangga, Rayana tampak sangat khawatir memandang ke arah mereka. Rani tersenyum melihat wajah khawatir adik iparnya.


"Kak Rani maaf ya sudah buat kakak cemas," Rayana benar benar khawatir dengan keadaan kakak iparnya.


"Iya, harus nya kakak yang minta maaf sudah buat adik kakak ini cemas," Rani menoel dagu Rayana agar segera berhenti mencemaskan dirinya.


"Iya kak, kakak kakak mau makan sesuatu ga? Atau mau pesan apa gitu, soalnya Raya mau mesan lagi," Rayana segera menawarkan makanan kepada kakak iparnya.


Rakara menepuk jidatnya pusing melihat Rayana, memang adiknya ini semenjak hamil banyak makannya, dan terkadang milih, namun semua orang menganggapnya normal, maklum ini masih di trisemester pertama.


Rakara kemudian memandang istrinya, Rakara heran melihat istrinya yang tak seperti ibu ibu hamil lainnya, istrinya justru tak menampakkan tanda tanda ngidam. Namun kata dokter Aldi itu tak masalah karena biasanya ibu hamil itu berbeda beda.


"Ga ga mau," tiba tiba Rani mengatakan hal tersebut.


"Lah kenapa sayang, kan kamu harus di periksa, tenang aja Aldi dokter kandungan handal kok," Rakara berusaha membujuk istrinya.


"Engga aku maunya dokter Hani," kata Rani bersungut tak mau di sentuh oleh dokter Aldi.


Nah inilah mungkin anehnya kehamilan Rani, ia tak mau di periksa oleh dokter manapun kecuali dokter Hani. Mungkin juga karena risih, jika itu dokter Aldi.


Rayana terkekeh melihatnya, sungguh ada orang yang mengidam seperti itu, sensi sendiri jika ingin di pegang oleh dokter Aldi.


"Aduh kak jangan seperti itu dong, sensi banget dengan suamiku, nanti anaknya mirip dia loh, di kira saudara kembaran sama anak aku," Rayana terkekeh menggoda Rani, kakak ipar nya.


Yang lain ikut tertawa mendengarkan godaan dari Rayana, sungguh ibu hamil satu ini semakin suka saja menggoda orang lain.

__ADS_1


"Lagian muka kamu kenapa sih yang, kok ga suka banget di liat sama kak Rani, jangan jangan terlalu jelek ya," Rayana terkekeh ketika mengatakan hal itu, membuat yang lain semakin terkekeh juga.


"Ih ga gitu juga, namanya juga hormon ibu hamil, mungkin risih di sentuh sama orang lain, makanya maunya dokter kandungan aja, yang udah di kenal lama pula," jelas dokter Aldi tak terima di ledek istri sendiri.


Mereka segera menonton drama Korea kesukaan Angel dan Rayana, kali ini sin nya menunjukkan sebuah adegan sedih, sontak membuat dokter Aldi sedikit menitikan air matanya, Karen kasihan dengan karakter wanita, yang di campakkan oleh si pria begitu saja, saat dia sibuk mengerjakan tugas rumah, dan anak anaknya.


"Sayang jahat benget cowoknya, kalau aku ketemu cowok yang seperti itu aku bejek bejek mukanya sampai butuh oprasi plastik," kesal dokter Aldi memandang ke arah layar televisi, dengan mata yang berlinangan air mata.


Semua orang memandang ke arah dokter Aldi, sontak membuat Angel menggeleng, ia mengingat kelakuan Daniel suaminya saat mengandung Rakara, persisi seperti dokter Aldi saat ini.


"Menantu kamu tuh bee," kata Daniel merasa jijik dengan dokter Aldi.


"Idih menantu kamu juga tuh sunit, orang kelakuannya sama persisi kok saat aku lagi ngandung si Raka," Angel membuka rahasia lama Daniel, sontak membuat Daniel memandang ke arah Angel karena rahasianya di buka.


"Kamu jangan buka kartu ya bee," kesal Daniel.


"Idih makanya jangan ngatain orang," kata Angel. "Orang kamu manja banget pas lagi hamil anak anak, terbalik kamu tu."


Rayana, dokter Aldi, Rakara dan Rani hanya diam menyaksikan pertengkaran kedua orang tua yang sudah lanjut usia.


"Nina hamil? Ada dedek bayi juga ya di perut Nina?" Willi memecahkan persitegangan mereka.


Hi semua novel baru author udah ada nih, judulnya Mr. Gay Vs Colonel cantik, jangan lupa di baca dan di like ya, di tunggu kedatangannya di novel baru author.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Selamat hari raya idul Fitri semua, bagi teman teman sekalian bagi yang muslim 🙏🙏🙏...


...Mohon maaf jika ada salah dan kekhilafan serta ketersinggungan selama author menulis novel terimakasih...


...Jangan lupa like, komentar, vote, dan jadikan favorit. Sebagai penyemangat bagi Author. Agar, author nya lebih semangat up, dan lebih panjang lagi up nya....

__ADS_1


__ADS_2