
Sudah seharian hari Rayana dan dokter Aldi menghabiskan waktunya di Bali, besok pagi mereka harus kembali ke Jakarta, masih banyak pekerjaan yang harus mereka lakukan.
Mereka telah membeli banyak oleh oleh untuk sahabat, asisten, dan keluarga mereka. Rayana juga sibuk mencari mainan yang keren dan khas untuk Willi, agar Willi tahu bahwa meski mereka jauh namun Rayana dan dokter Aldi, tak sedikitpun melupakan dirinya.
Dokter Aldi saat ini sudah berhenti di taman Nasional Bali, rencananya besok mereka akan melewati jembatan selat Bali kembali.
Mereka sedang menunggu waktu menjelang sore, dengan menghabiskan waktu bersama di dalam mobil, dokter Aldi dan Rayana asyik berpelukan dan bermesraan.
Saat malam menjelang mereka sudah keluar dari mobil, untuk mencari makanan. Mereka berencana untuk membeli makan khas daerah tersebut.
"Sayang tadi kok ga keluar?" dokter Aldi membuka pembicaraan di sela sela mereka makan.
"Hm ga apa apa kok," kata Rayana sembari tersenyum.
"Biasanya kamu suka lihat senja," dokter Aldi segera mengusap pinggir bibir Rayana.
"Kan senja aku sudah ada," kata Rayana memandang dokter Aldi dengan pandangan menggoda.
"Dasar centil," dokter Aldi terkekeh mendengarkan gombalan Rayana.
"Iya, kalau aku centil, lah terus kamu apa? Genit? Bercanda genit," Rayana membalasnya sembari menunjukkan wajah polos miliknya.
Setelah makanan habis tak tersisah, karena memang mereka merasa kelaparan. Dokter Aldi dan Rayana segera kembali ke mobil yang terparkir tidak jauh dari tempat ini.
Rayana dan dokter Aldi tengah beristirahat, mereka benar benar kembali memanfaatkan watu berdua.
"Sayang aku boleh nanya sama kamu?" dokter Aldi membuka pembicaraan, setelah usai melakukan olahraga malam.
"Tanya aja sayang, sejak kapan kamu permisi?" Rayana tersenyum ke arah dokter Aldi.
"Pernah," bantah dokter Aldi tak terima.
"Kapan? Kemarin aja pas kita belum sah kamu suka nyosor tampa permisi," kata Rayana membuat dokter Aldi terkekeh jika mengingat kelakuannya dulu.
"Sayang iya aku akui itu," dokter Aldi segera memeluk erat Rayana.
"Iya iya kamu mau nanya apa sayang," Rayana segera mengecup dagu suaminya.
__ADS_1
"Ok, kamu kenapa suka sama aku?" dokter Aldi memandang ke arah Rayana dengan seksama.
Rayana tampak berfikir keras, ia sepertinya kesulitan mencari jawaban atas pertanyaan yang di lontarkan dokter Aldi kepadanya.
"Hm... mungkin karena aku dulu pingin punya suami dokter kali," Rayana tampak ragu ragu dengan jawabannya sendiri.
"Sayang serius akunya," dokter Aldi mencubit gemas pipi Rayana, ketika mendengarkan jawaban dari bibir Rayana.
"Kamu sih nanya gitu," Rayana terkekeh memandang ke arah dokter Aldi. "Habisnya aku ga tahu mau jawab apa."
"Kan aku nanya alasan sayang," dokter Aldi semakin gemas mendengar jawaban Rayana.
"Lah kalau aku balik, kenapa kamu suka sama aku jawabannya apa?" Rayana membalikkan pertanyaannya.
"Karena aku," dokter Aldi tampak berfikir keras. "Eh iya kenapa ya?"
Rayana terkekeh melihat wajah bingung dokter Aldi, Rayana segera memeluk tubuh dokter Aldi.
"Nah itu kan, kamu ga tau alasannya, sama seperti aku," kata Rayana. "Kamu tahu ga kenapa kamu dan aku ga tau alasannya?"
Dokter Aldi menggeleng memandang Rayana sembari meminta jawaban.
Dokter Aldi memeluk Rayana dengan erat sesekali mengecup bibir Rayana, dan menyatukan hidung mereka.
"Makin sayang aku sama kamu," kata dokter Aldi kembali lagi mengecup bibir Rayana. "Tapi saat kamu tahu penyakit aku kok kamu ga mundur?"
Rayana terkekeh mendengar pertanyaan dari dokter Aldi. "Itu lah yang di sebut cinta ga butuh alasan, kalau aku punya alasan, mungkin udah lama aku tinggalin kamunya."
"Makasih sayang untuk cinta yang tampa alasannya," kata dokter Aldi memeluk erat tubuh istrinya. "Sayang mau lagi ga?"
Rayana terkesima mendengar pertanyaan dari dokter Aldi, ia tahu betul maksud dari kata kata suaminya. "Mas baru juga selesai, besok aja lagi, soalnya kamu besok bawa mobil seharian."
"Tapi ini boleh kan," kata dokter Aldi langsung saja menenggelamkan wajahnya di dada Rayana.
"Dasar big baby," kata Rayana sembari terkekeh, kemudian mengusap lembut kepala suaminya.
......................
__ADS_1
Saat ini mereka sudah berada di jalan, menuju Jakarta. Mereka tidak punya lagi tujuan untuk hanya sekedar singgah, mereka hanya akan berhenti jika dokter Aldi merasa lelah, atau untuk istirahat siang dan malam.
Ah, ini lah nasibnya jika istri tidak dapat menyetir, tidak bisa bergantian di saat yang seperti ini.
"Maaf ya coba aja aku bisa nyetir kan bisa gantian," kata Rayana menampakkan wajah sedihnya, karena merasa bersalah.
"Engga kok ga papa, aku justru senang kamu ga bisa bawa mobil jadinya aku bisa ngontrol dan tau kamu ke mana aja," kata dokter Aldi tersenyum.
"Iya tapi kan kalau gini kamunya kasihan," kata Rayana sedikit cemberut.
"Ga apa apa sayang," kata dokter Aldi meyakinkan. "Kamu senyum ga? Kalau ga senyum aku hentikan mobilnya terus nyium kamu."
Rayana terkekeh mendengar ancaman dari dokter Aldi, sungguh sangat lucu mendengar ancaman dari dokter tampan tersebut.
"Coba aja, kita lihat siapa yang ga tahan," kata Rayana menantang dokter Aldi.
"Sayang ini siang, dan di jalan, kalau ga habis kamu," dokter Aldi kembali melayangkan ancaman kepada Rayana.
"Memangnya kenapa ini kalau di jalan? Ada masalah?" Rayana sepertinya berpura pura tidak mengerti kata kata dari suaminya.
"Sayang jangan mancing ya," kata dokter Aldi sedikit gemas.
"Ih ga mancing kok, kemarin sudah saat di air terjun kapas biru," Rayana tampak menggoda suaminya.
"Dasar ga jelas kamu lama lama," kata dokter mencoba untuk tidak menghiraukan istrinya yang mulai menampakkan tanda tanda sablengnya.
"Jelas kok, nih ga ada yang transparan," kata Rayana menampakkan mimik polosnya di depan suaminya.
Ini lah yang membuat dokter Aldi semakin sayang kepada Rayana, wanita yang berbeda dengan wanita lain. Wanita yang selalu tahu cara menghangatkan suasana, dan tahu bagaiman membuat dirinya tenang.
Hi semua novel baru author udah ada nih, judulnya Mr. Gay Vs Colonel cantik, jangan lupa di baca dan di like ya, di tunggu kedatangannya di novel baru author.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Selamat hari raya idul Fitri semua, bagi teman teman sekalian bagi yang muslim 🙏🙏🙏...
...Mohon maaf jika ada salah dan kekhilafan serta ketersinggungan selama author menulis novel terimakasih...
__ADS_1
...Jangan lupa like, komentar, vote, dan jadikan favorit. Sebagai penyemangat bagi Author. Agar, author nya lebih semangat up, dan lebih panjang lagi up nya....