Duda Genit

Duda Genit
Instagram


__ADS_3

Angel tengah belajar memasak dengan asisten rumah tangganya, yang saat ini bekerja di rumah Angel dan Daniel, meskipun ia hanya memotong motong saja, tapi tak apa lah sudah ada campur tangannya.


Asisten rumah tangganya memang tetap bekerja di rumah mereka, namun asisten rumah tangga tersebut tetap melakukan rapid test agar terbukti negatif virus covid.


"Bi... habis ini dipotong-potong lagi ya?" tanya Angel kepada asisten rumah tangganya tersebut saat sedang memegang sebuah wortel.


"Iya nyonya," kata Bi Minah yang bekerja di rumah mereka.


"Iya bi..." kata Angel mulai memotong motong wortel tersebut, dengan tipis.


Saat Bi Minah menghadap ke Angel, bi Minah terkejut, melihat hasil potongan Angel yang begitu tipis.


"Ah nyonya ini terlalu tipis," kata Bi Minah mengejutkan Angel.


Angel yang terkejut refleks memotong wortel tersebut, hampir membuat tangannya ikut terpotong. "Astaga bi... untung ga kena tangan nih," kata Angle dengan wajah yang masih terkejut.


"Maaf Nyonya, saya tak sengaja," kata bi Minah sembari tertunduk karena merasa bersalah.


Angel menghela nafasnya, Iya juga tak tega memarahi bi Minah yang selama ini membantunya. "Ga apa-apa kan namanya juga nggak sengaja," kata Angel berusaha menghibur bi Minah agar tak merasa bersalah.


"Iya non terimakasih," kata bi Minah tersenyum kepada Angel.


Ternyata nyonya nya ini bukanlah sosok yang begitu menyebalkan dan manja, meskipun ia berasal dari keluarga yang benar benar kaya. Bahkan cenderung lebih baik memperlakukannya, bi Minah begitu terharu menerima perlakuan dari tuan maupun nyonya. Meskipun ia pembantu, namun mereka tak pernah memandang bi Minah rendah.


"Oh ya tadi wortelnya kenapa?" tanya Angel bingung karena hampir melupakan tentang wortel tadi.


"Ah... wortelnya ketipisan di potongnya, agak tebal lagi sedikit," kata bi Minah sembari tersenyum kearah Angel.


"Ah iya bi... gini?" tanya Angel kepada asisten rumah tangganya tersebut, Dina hanya mengangguk melihat hasil potongan terakhir dari Angel.


Hasilnya mereka menyelesaikan masaknya, meskipun dengan sedikit drama yang terjadi, karena partner masak dari bi Minah, benar benar tak bisa memasak sama sekali.


Mereka segera menata makanan tersebut di meja, sembari menunggu Daniel kembali dari menyelesaikan kan shalat Ju'mat-nya.


"Bi... mereka shalat ju'mat-nya masih lama ya," tanya Angel yang sejak tadi telah duduk di meja makan menunggu suaminya.


"Engga Nyonya, paling sebentar lagi tuan kembali dari shalat Ju'mat," kata bik Minah yang memang mengetahui jadwal shalat.


Benar saja, tak lama kemudian Daniel kembali dari shalat Jum'at. Angel menyambut suaminya dengan sangat riang gembira, sembari membawa suaminya ke ruang makan.


"Sunit Ayo makan... tadi ini aku bantu bi Minah loh di dapur," kata Angel membanggakan diri.


Daniel terkekeh mendengar kata kata istrinya, ia kemudian ikut dengan Angel menuju ke dapur. "Paling bantu motong kamu bee, kamu kan ga bisa masak," ledek Daniel membuat Angel tersenyum malu malu.

__ADS_1


Mereka duduk berdampingan. Angel sibuk mengambilkan makanan untuk Daniel, sementara Daniel tersenyum melihat perlakuan istrinya.


"Ih istri saya sangat patuh ya... sini peluk dulu," kata Daniel memeluk pinggang istrinya, dan menenggelamkan wajahnya di perut rata istrinya.


"Ih sunit... ada bi Minah," kesal Angel, berusaha melepaskan pelukan Daniel.


"Ga apa apa kan bi?" tanya Daniel memandang ke arah bi Minah.


Bi Minah hanya mengangguk, sembari meninggalkan tuan dan nyonya-nya di ruang makan.


"Tu kan Bee ga apa apa," kata Daniel sembari mengecup perut Angel.


"Ih geli sunit..." kata Angel, merasa geli di bagian perut yang di kecup.


"Hm... kapan punya isi sih ini perut kamu bee?" tanya Daniel sembari mendongak ke arah wajah Angel.


"Mana ku tau?" kata Angel bergidik, sembari meletakkan piringnya yang telah terisi makanan untuknya.


"Kata orang ya sayang, harus berusaha sekuatnya. Karena usaha tak pernah membohongi hasil," kata Daniel dengan tatapan mesumnya, membuat Angel melotot.


"Ih dasar mesum... makan sana," kesal Angel melepas pelukan Daniel, kemudian duduk di kursinya. Daniel terkekeh melihat tingkah istrinya, sungguh sebuah hal yang menyenangkan ketika menggoda Angel. Setelah makan siang yang hikmad Angel dan Daniel segera masuk ke kamar.


Daniel tersenyum melihat istrinya kini tengah duduk di sofa, Angel seperti tangah melakukan sesuatu. Angel saat ini tengah mengatur posisi kamera, dan dirinya, di sisi yang tak tertangkap kamera terdapat alat make-up Daniel mengerutkan keningnya melihat hal itu.


"Untuk buat konten, mau belajar jadi selebgram," jawab Angel santai.


"Hm... ada yang bisa di bantu?" tawar Daniel.


"Ga ada..." kata Angel, sembari terus mengatur kamera, agar berhadapan dengannya. "Nah selesai..." seru Angel sembari tersenyum bahagia.


Angel mulai membuat tutorial make-up sehari hari di live streaming Instagram, dan benar saja banyak yang menonton. Namun Daniel yang jahil tak membiarkan hal itu berjalan dengan baik, Daniel tiba tiba muncul dari belakang. Saat Angel ingin mengenakan foundation, Daniel tiba tiba mencubit dan menghapus foundation di wajah Angel.


"Sunit..." kesal Angel ketika Daniel mulai beraksi.


Daniel hanya menjulurkan lidahnya dan meninggalkan Angel, dengan mengusap rambut Angle. Banyak komentar yang menanyakan siapa Daniel.


"Sorry guys dia orangnya memang jahil minta ampun, ok sekarang kita lanjut ya..." Kata Angel kembali fokus kepada ponselnya.


Angel kembali meletakkan foundation ke wajahnya, namuan Daniel kembali datang dan kembali menghapus foundation tersebut.


"Sunit..." kesal Angel sembari memukul lengan Daniel.


Bukannya pergi Daniel justru mengecup pipi Angel dengan mesra, membuat para penonton live streaming histeris, karena hal tersebut. "Iya bee ku sayang," kata Daniel setelah mengecup pipi Angel.

__ADS_1


Angel memutar bola matanya dengan malas, membuat Daniel gemas, dan duduk di samping Angel. Daniel memandang ke arah ponsel Angel, kemudian melihat setiap komentar yang masuk kedalam ponsel Angel, rata rata menanyakan siapa Daniel.


"Oh... saya suaminya Angel, nama saya Daniel," kata Daniel dengan santai, sementara Angel memandang Daniel dengan kesal.


"Ih sunit, ganggu aja ini lagi live loh..." kesal Angel.


"Iya bee sayang ku lanjut aja," kata Daniel sembari mengecup bibir Angel, sukses membuat para penonton menjadi baper.


Angel akhirnya kembali lagi melanjutkan live streaming Instagram nya. Angel kini telah sampai pada tahap akhir, namun Daniel tiba tiba kembali datang dengan memasukkan kepala Angel di sebuah plastik hitam.


"Sunit..." teriak Angel ketika Daniel kembali menjahilinya. Daniel berlari meninggalkan Angel yang tengah kesal dengan nya.


Angel kembali tersenyum di hadapan kamera, kemudian kembali lagi melanjutkan tahap akhir yang tertunda akibat kejahilan suaminya.


Baru saja Angel akan memamerkan hasil make up nya, Daniel justru kembali lagi menjahili Angel dengan menutupi kamera Angel dengan bantal.


"Sunit..." teriak Angel sekali lagi.


Daniel segera berlari meninggalkan istrinya yang sedang kesal. Angel melempar Daniel dengan batal kursi, membuat Daniel membalasnya.


Karena kesal sejak tadi di jahili, Angel mengejar Daniel dan ingin sekali memukulnya, biarlah kali ini ia menjadi istri yang tak soleha, pikir Angel.


Daniel yang tahu Akan di kejar, segera berlari menuju ke tempat tidur. Sebenarnya sejak tadi Daniel kesal melihat komentar para laki laki, yang terus saja memuji Angel, dan menggoda Angel. Daniel kesal dan cemburu, membuat Daniel menggoda dan menjahili Angel, hingga menciumnya. Daniel yang memang menduga Angel akan mengejarnya, segera naik ke atas tempat tidur.


Angel yang mengejar Daniel, seakan lupa akan live streaming Instagram yang di lakukan nya, Angel segera menghadiahkan pukulan untuk Daniel, dan segera di tangkis Daniel. Daniel kemudian segera mengunci tangan Angel, memeluk dan mencium Angel. Daniel bahkan mengangkat Angel ke dalam pangkuannya, dan mengecup seluruh wajah Angel dengan puas.


Setelah puas Daniel kemudian melepaskan Angel, dan segera mendekati ponsel Angel, dan segera mematikan live streaming Angel. Sementara Angel yang kelelahan memilih untuk berbaring di tempat tidur. Daniel mendatangi Angel, kemudian ikut berbaring di samping Angel.


"Cuci muka dulu gih bee, ga baik tidur pakai make up," kata Daniel segera mengecup bibir angel.


"Iya sunit... gendong, capek," kata Angel dengan nada manja, membuat Daniel segera bangun dan menggendong Angel. Angel segera mengalungkan tangannya di leher Daniel.


Sesampainya di kamar mandi, Daniel segera mendudukkan Angel di atas meja wastafel. Daniel segera membasahi wajah Angel dengan air, kemudian menggosokkan sabun dengan lembut di wajah Angel. Perlakuan lembut Daniel membuat Angel tersenyum bahagia. Daniel kemudian membasuh wajah Angel hingga bersih.


"Terimakasih sunit sayang..." kata Angel sembari tersenyum.


"Hadiahnya dong," kata Daniel memonyongkan bibirnya.


Angel yang melihat hal itu tersenyum dan tertawa, kemudian mengecup bibir Daniel. Saat Angel akan menjauhkan kepalanya, Daniel segera menahan kepala Angel dan me*lu*mat*nya dengan lembut, kemudian melepaskan pa*ngu*tan mereka.


"Besok besok kalau mau live streaming di Instagram bareng sama saya ya bee," kata Daniel tengah mengatur pernafasannya.


"Emang kenapa sunit?" tanya Angel sembari mengalungkan tangannya di leher Daniel.

__ADS_1


__ADS_2