
Hari ini adalah hari pertama jadwal syuting Rayana dan Pith, mereka memang di kontrak dalam satu kegiatan pembuatan iklan, dengan sistem seperti drama. Memiliki alur tentang awal pertemuan hingga akhirnya saling jatuh cinta, kemudian ada ujian dalam cinta, dan akhirnya bahagia bersama.
Mereka di kontrak selama lima hari syuting, karena iklannya akan di buat lima episode, dengan durasi kurang lebih tiga puluh menit. Iklan yang mengontrak mereka adalah iklan ice cream.
Sin pertama adalah pertemuan mereka yang tampa sengaja, saat mereka sama sama membeli ice cream. Dan akhirnya di mulailah cerita dari iklan tersebut.
Rayana sebagai Yana dan Pith sebagai Barack, akhirnya memulai peran mereka setelah sutradara memulai adegan per adegan.
"Cut," kata sutradara tersebut dengan lantang, dan senyum lebar. Ia puas dengan hasil mereka berdua, di mana sutra dara tersebut dapat melihat betapa mantapnya dan menyatunya chemistry antara Rayana dan Pith.
"All is down for to day, see you tomorrow guys," (Semua telah selesai untuk hari ini, samapai jumpa besok teman teman) kata sutradara tersebut sembari berjalan ke arah Rayana dan Pith yang tengah bersiap untuk pulang.
"Thank you for your hard work," (kata sutradara tersebut sembari tersenyum) Sutradara tersebut menjabat tangan Rayana dan Pith secara bergantian.
Setelah selesai syuting, Rayana dan Pith berencana untuk singgah makan siang, Rayana dan Pith menaiki mobil yang sama, agar lebih muda. Setelah sampai di salah satu resto terdekat, mereka segera memesan makanan. Rayana dan Pith berbincang bincang sembari menunggu pesanan. Tak lama kemudian pesanan mereka datang, dan mereka segera makan dengan tenang. Setelah selesai makan, mereka segera keluar dari resto tersebut. Tak di sangka ternyata para awak media telah berada tepat di depan resto tersebut untuk segera mewawancarai mereka, apalagi saat ini mereka tengah berdua.
"Can you explain your true relationship?" (Bisa anda jelaskan bagaimana hubungan kalian saat ini) salah satu awak media segera menanyakan hal tersebut, membuat Pith dan Rayana tersenyum.
"What are you looking at right now? That's who we are now," (Apa yang kalian lihat saat ini? Itulah kami sekarang) Pith menjelaskannya dengan rancu, membuat banyak pemikiran. Namun itu adalah salah satu strategi mereka demi mendongkrak lebih tinggi lagi ke populeran. Sebenarnya itu bukan rencana mereka, namun mereka hanya memanfaatkan situasinya.
"So, what do you think about Miss Raya?" (Apa yang anda fikirkan tentang nona Raya?) kembali awak media mencoba mengorek informasi tersebut.
__ADS_1
"She is so kind, and sweet," (dia sangat baik, dan manis) kata Pith sembari memandang ke arah Rayana, membuat semua awak media tersenyum.
"So, while you were in Australia, did you guys stay together?" (Jadi, apakah selama kalian di Australia, kalian selalu bersama?) Kembali pertanyaan yang di lontarkan, namun kali ini Rayana yang menjawab.
"Tentu saja, kami tetangga apartemen. Kebetulan kamar apartemen saya berada di depan kamar apartemen dia, jadi kami satu gedung. Belum lagi kegiatan yang kami lakukan selalu bersama, karena kami memiliki hobby yang sama," Rayana kali ini menjelaskan dengan sangat lugas, membuat semua orang puas dengan jawabannya.
"Lalu bagaimana sejauh ini hubungan kalian?" kembali lagi pertanyaan di lontarkan.
"Hubungan kami baik baik saja yang pastinya, orang kami tidak bertengkar kok," kata Rayana sembari sedikit bercanda di selingi dengan kekehan. Pith juga ikut terkekeh karena di translate oleh asisten Rayana.
"Maksudnya antara kalian, atau perasaan kalian," kata salah satu pewawancara yang tahu Rayana akan mengalihkan pembicaraan.
"Baiklah tolong beri waktu, karena mereka harus istirahat. Tolong mengerti kedua artis kita udah kelelahan, apalagi Pith yang baru kemarin sampai," kata asisten Rayana, yang tahu gerak gerik Rayana saat ini. Pasalnya sejak tadi Rayana serius saja meletakkan tangannya di belakang, memberi kode untuk segera kembali.
Setelah mengatakan hal itu, akhirnya para wartawan memberi jalan sembari mengambil gambar sebanyak banyaknya. Apalagi saat ini mereka menaiki mobil yang sama, maka kesempatan yang tepat untuk para wartawan.
Rayana segera mengantar Pith ke hotel tempatnya menginap, kemudian Rayana segera ke rumah sakit, karena jelas tadi di infokan di sekitar rumahnya, dan di sekitar perkantoran Rayana telah di penuhi oleh wartawan. Rayana segera masuk ke dalam rumah sakit dengan cara mengendap endap. Rayana segera berlari menuju ruang pamannya. Sementara mobil yang mengantarnya telah pergi, demi mengecoh para wartawan yang mengincarnya.
Rayana berjalan di lorong dengan masker dan juga topi menuju ruangan Aska, yang mungkin saja saat ini masih sibuk melayani pasien. Rayana dipersilahkan suster untuk masuk ke ruangan Aska, sembari menunggu di sofa ruangan. Rayana terlihat begitu bosan menunggu, hingga akhirnya tertidur.
Aska yang melihat hal itu tersenyum, kemudian meninggalkan ruangan nya, tampa membangunkan Rayana. Tak lama kemudian dokter Aldi masuk, dan tersenyum melihat Rayana yang tengah tertidur pulas. Dokter Aldi mengusap lembut wajah mulus tampa jerawat tersebut, kemudian mengecupnya keningnya sebentar.
__ADS_1
Dokter Aldi segera menggendong Rayana, dengan meletakkan masker dan topi di wajah Rayana. Agar orang orang tak dapat melihat wajah Rayana. Nasib menyukai seorang aktris, tak dapat berbuat banyak, bahkan untuk pamer saja rasanya sulit.
Dokter Aldi melewati lorong rumah sakit dengan Rayana di dalam gendongannya, ia seakan tak perduli tatapan orang orang yang memandangnya dengan pandangan bingung, bahkan beberapa dokter yang cukup dekat dengannya juga bingung.
Yah, hanya Aska saja yang mengetahui siapa wanita itu, dan Aska lah yang meminta dokter Aldi untuk membawa Rayana keluar.
Dokter Aldi tersenyum ketika melihat Rayana yang masih terlelap, ketika di dudukkan di kursi penumpang. "Kamu capek banget ya pastinya, tadi habis syuting kan?"
Dokter Aldi memandang Rayana sembari memasang sabuk pengaman untuk Rayana. Hanya butuh empat puluh menit, akhirnya dokter Aldi sampai di rumahnya. Terlihat Willi tengah menunggunya di depan rumah.
Willi memasang tampang bingung, ketika melihat papanya menggendong seorang wanita, yang sepertinya ia kenal.
"Willi papa ngantar mama dulu ya ke kamar, Willi mau ikut?" tanya dokter Aldi kepada anak tunggalnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Teman teman maaf ya ga bisa up se rutin kemarin karena ada banyak kendala, seperti harus menyusun perbaikan skripsi, dan beberapa acara serta kesibukan lain. Aku harap kalian mengerti, dan tetap setia membaca ceritaku. Disini author berusaha se profesional mungkin untuk bisa up sebisa mungkin. Terimakasih, maaf sekali lagi....
...Jangan lupa like, komentar, vote, dan jadikan favorit. Sebagai penyemangat bagi Author. Agar, author nya lebih semangat up, dan lebih panjang lagi up nya....
...Dan terimakasih sebanyak banyaknya yang sudah dengan loyalnya memberikan vote, dan hadiah, serta koin. I Love You....
__ADS_1