
Pagi ini Angel sibuk dengan urusan skripsinya, sementara Daniel sibuk dengan urusan kantornya. Sementara Melisa sibuk dengan dunia gosip di tv.
Daniel baru saja selesai dengan urusan kantor nya, segera melihat ke arah Angel yang saat ini masih sibuk dengan pekerjaannya. Daniel melihat hal itu segera berbaring di paha Angel. Sementara Melisa yang masih asyik menonton acara gosip, tak menyadari kelakuan anaknya yang asyik menggoda Angel.
"Bee..." panggil Daniel sembari mengusap lembut dagu Angel hingga ke bagian leher dengan tangannya.
Angel tak menghiraukan, hanya menyingkirkan tangan Daniel dari lehernya.
"Bee..." sekali lagi Daniel memanggil namanya.
"Sayang..." Daniel mencubit dagu Angel gemas, karena merasa di abaikan.
Angel menghentikan aktifitasnya, dan mulai memandang Daniel, dengan seksama. "Hm... kenapa?" tanya Angel bingung.
"Bosen..." rangek Daniel membuat Angel sedikit terkekeh.
Melisa tampa sengaja menoleh ke arah Angel dan Daniel. Bola matanya membulat ketika melihat kelakuan anaknya yang begitu manja kepada Angel.
"Hah terus?" tanya Angel sembari mengusap kepala Daniel.
"Mau makan sesuatu tapi yang asem asem gitu," kata Daniel dengan menenggelamkan kepalanya di perut Angel, menikmati usapan serta aroma tubuh istrinya.
"Uluh manja banget jadi laki," ledek Melisa kepada Deniel, membuat Daniel semakin menenggelamkan kepalanya di perut Angel.
"Biarin bu... kan sama istri sendiri," kata Daniel acuh. "Bee kita ngerujak yuk, kayaknya enak ni kalau pakai mangga muda," kata Daniel sembari tersenyum ke arah Angel.
"Hm... boleh sih, ya sudah aku siap siap dulu ya sunit," kata Angel mencoba mengangkat kepala suaminya.
Saat Angel mencoba mengangkat kepala suaminya, namun apalah daya tenaga Deni lebih besar daripada Angel. Daniel justru semakin memeluk Angel dengan erat, membuat Angel memandang suaminya dengan jengah.
"Suniiit, gimana perginya kalau kamu justru gini," tanyain Angel sembari menepuk-nepuk punggung Daniel.
"Suruh maid aja, saya ga mau kamu yang pergi," kata Daniel mutlak kepada Angel.
"Heh jadi laki kok gitu amat, kamu tuh enggak dulu Papa kamu yang manjain ibu, bukan ibu yang mainkan papa kamu," kesal Melisa melihat kelakuan anaknya yang begitu manja dengan menantunya.
"Itu kan papa sama ibu, bukan Daniel sama Angel," kata Daniel tak mau mengalah.
"Ya udah nggak usah suruh maid, kita pesan go-food aja gimana?" tawar Angel membuat Daniel segera mengangguk.
Daniel kembali bangun dari pangkuan Angel, kemudian mengecup pipi Angel dengan lembut, tampa memperdulikan kehadiran ibunya dan beberapa maid. Ibu Daniel yang melihat kelakuan anaknya hanya menggeleng tak percaya. Angel juga menggeleng, namun Ia tetap melanjutkan pesanan go-food-nya.
Daniel terus bermanja-manja dengan Angel, bahkan Daniel kini menggenggam tangan Angel. Angel hanya membiarkan kelakuan suaminya.
"Bee masih lama ya?" keluh Daniel manja, membuat Melisa memilih meninggalkan mereka berdua.
Melisa malas melihat tingkah anaknya yang tiba tiba berubah aneh, dan manja. ingin rasanya Melisa memukul wajah tampan anaknya, jika ia tega.
Ah... tidak, jangan kan tega, seandainya kutukan bisa di cabut serta merta, ingin rasanya ia mengutuk anaknya, yang benar benar mengesalkan.
__ADS_1
"Aihs... apa ini, lebih baik aku mengutuknya memiliki anak, agar aku mendapatkan cucu lebih cepat," guman Melisa dengan wajah sedikit sumringah.
Seorang satpam baru saja datang, dan membawa seorang lelaki muda, dengan berpakaian ojek online yang membawa makanan untuk Daniel.
"Tuan ada ojek online yang mengantarkan makanan," kata satpam tersebut, segera membawa pemuda tersebut menemui tuan dan nyonya mudanya.
Namun Daniel tidak menghiraukannya, Daniel tetap menyenderkan kepalanya di bahu Angel. Angel hanya menggeleng melihat kelakuan suaminya, yang benar-benar aneh menurutnya.
"Ah... ini uangnya, terimakasih," ucap Angel tersenyum kepada lelaki tersebut.
Daniel yang melihat hal itu merasa tidak senang, Daniel memandang Angel dengan pandangan tajam.
Sesaat setelah pemuda tersebut keluar dari ruangan tersebut, Daniel segera memeluk Angel.
"Bee... saya ga suka ya lihat kamu senyum sama cowok," rengek Daniel namun tatapannya tajam kearah Angel.
Angel bingung melihat tingkah suaminya, padahal biasanya Angel juga melakukan hal yang sama dan suaminya juga tidak apa-apa. "Kamu kenapa sih sunit?" tanya Angel sembari menangkup kedua pipi Daniel.
"Pokoknya jangan senyum," kesal Deniel dengan wajah yang ditekuk, tetapi dengan suara yang manja.
"Iya sunitku sayang," kata Angel mengecup pipi Daniel, sontak membuat Daniel tersenyum senang.
"Iya bee ku sayang," kata Daniel sembari memeluk Angel.
Seorang maid membawa piring untuk meletakkan rujak tersebut, saat Angel akan segera membuka bungkusan tersebut, Daniel segera mencegahnya dan mengajak Angel ke kamar.
Daniel memerintahkan anak buahnya yang laki-laki untuk membawa bad sofa ke atas. Sontak membuat Angel benar-benar melongo.
"Untuk apa sunit? Kan di atas sudah ada kasur kalau kamu baring gak usah pakai bed sofa," Angel yang semakin bingung dengan tingkah suaminya.
"Engga pokoknya saya mau pakai bed sofa, saya nggak mau ada bantahan, sekarang bawa ke atas," perintah Deniel sembari memandang seluruh pegawai laki-lakinya dengan tajam.
Angel hanya menggelengkan kepalanya sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Kamu kenapa sih sunit? enggak biasa biasanya kamu gini, kamu ada masalah kantor?"
"Masa sih? Perasaan aku biasa aja, kamu aja kali yang aneh," bantah Deniel tak terima dibilang aneh dengan istrinya sendiri.
Mendengar kata-kata Daniel membuat Angel semakin bingung dengan sikap suaminya. "Iya iya... ayo sini kita ke atas," kata Angel mengalah dengan tingkah aneh suaminya.
Angel kemudian mengalihkan pandangannya kearah para pekerja laki-laki, yang sedang bersiap untuk ngangkat bed sofa tersebut. Angel tersenyum tidak enak kepada mereka, dikarenakan sikap suaminya yang tiba-tiba aneh.
Daniel yang melihat Angel senyum kepada para pekerja laki-laki, menggeram kesal karena cemburu. Daniel segera menarik Angel ke atas dengan membawa rujak pesanannya.
"Bee saya sudah bilang, ga usah senyum sama cowok cowok, nanti mereka ge'er lagi, dan ngira kamu suka," kesal Deniel kepada Angel.
Angel yang melihat hal tersebut semakin bingung, Angel memilih untuk mengangguk setuju, karena Angel masih bingung dengan keadaan yang sebenarnya.
"Ok sunit ku sayang aku minta maaf ya," bujuk Angel seketika membuat Deniel menjadi tersenyum.
Tak lama kemudian, para pekerja laki-laki datang membawa bed sofa ke kamar mereka. Daniel tampak tersenyum puas melihat hal itu.
__ADS_1
"Letakkan di balkon," perintah Daniel, membuat para pekerja segera meletakkan sofa tersebut di balkon kamar mereka.
Setelah mengantar bed sofa tersebut, para pekerja segera keluar dari kamar tuannya. Mereka takut kalau tuannya akan marah, Karena tampaknya mood tuannya hari ini sangat tidak bagus.
"Bee ayo makan di situ," pintar Daniel dengan manja, membuat Angel terkekeh.
"Iya sunit sayang, sabar," kata Angel kemudian berjalan beriringan dengan Daniel.
Angel merebahkan dirinya terlebih dahulu di atas bed sofa, tiba-tiba Daniel menelusup ke dalam pelukan Angel, sembari memeluk perut Angel.
"Lah sunit... bukannya kamu mau makan rujak? Ini gimana cara makannya kalau kamu gini?" tanya Angel bingung dengan suaminya.
"Suap bee," kembali lagi Daniel mengeluarkan suara manjanya.
"Hadeh, kamu kenapa sih sunyi ku sayangku, I love ku," kata Angel sedikit geram dengan sikap suaminya.
"Suap..." kembali lagi suara Daniel meminta Angel menyuapinya, membuat Angel mau tidak mau segera menyuapinya.
"Dasar sableng manja," kata Angel sembari mencubit pipi Daniel dengan pelan.
"Tapi sayang kan?" kata denil kembali.
"Iya, I Love You Sableng," kata Angel sembari terkekeh, kemudian kembali menyuapi suaminya.
Sementara di bawah, Melisa baru saja ingin kembali menonton acara gosip kesukaannya, namun tiba tiba ia terheran heran ketika melihat bed sofa nya hilang.
"Ini bad sofa di sini mana?" tanya Melisa kepada bawahannya, ketika melihat bed sofa tersebut tidak ada.
"Anu Bu, tadi diminta sama tuan muda untuk dibawa ke kamarnya," kata salah satu pelayan wanita tersebut sedikit gugup.
"Apa!!!" Melisa berteriak mendengar hal tersebut.
Melisa kembali teringat, anaknya tiba-tiba hari ini bertingkah aneh. Tapi bukan hanya berhenti sampai di situ, tiba-tiba anaknya itu meminta dibawakan bad sofa ke kamarnya.
Melisa dengan kesal segera menggedor pintu anaknya, sehingga membuat Angel terpaksa memindahkan kepala suaminya, yang tengah tertidur di dada nya. Angel segera berjalan menuju pintu, untuk melihat siapa pengetuk nya.
"Angel kemana itu anak? Bagaiman mungkin dia meminta bad sofa di naikkan!" kesal Melisa, membuat Angel sedikit kewalahan.
Bagaimana tidak jika Daniel bangun, Angel takut Daniel akan meminta kembali di usap dan dinyanyikan, Angel sudah merasa bahwa dirinya memiliki anak yang begitu besar.
"Hust... Ibu diamlah, anak itu sedang tertidur," kata Angel berusaha meredam amarah ibu mertua nya. "Ibu merasa aneh kan, sama dari tadi sensitif ngambekan."
Melisa memandang Angel dengan seksama, ketika mendengarkan bahwa anaknya begitu sensitif dan manja.
"Apa jangan jangan kesurupan itu anak?" tebak Melisa, sembari memandang anaknya dengan prihatin.
"Aduh Bu... mana mau setan masukin tubuh Daniel, yang kadang agak Sableng."
Melisa mendengarkan penelusuran Angel terkekeh. "Iya juga ya, yang ada setannya ikut Sableng," kata Melisa membenarkan kata-kata Angel, sembari terkekeh.
__ADS_1