Duda Genit

Duda Genit
S2 (Berangkat)


__ADS_3

Hari ini Rayana sedang bersiap untuk pergi ke luar negeri, Rayana tengah berada di bandara saat ini, sembari melambaikan tangannya menuju pesawat yang akan lepas landas. Rayana saya ini tengah dalam perjalanan menuju Australia, untuk melaksanakan pendidikannya, di bidang publik speaking.


Aska juga ikut serta mengantar keponakan yang sudah di anggap sebagai anak tersebut, baru kemudian berangkat ke rumah sakitnya. Sama halnya dengan Bram dan Rakara yang ikut mengantar Rayana. Angel dan Daniel jangan di tanya, setelah mengantar putri satu-satunya segera kembali ke rumah, untuk melanjutkan masa pacaran yang tertunda.


Setelah pesawat yang di tumpangi Rayana lepas landas, baru lah mereka bubar dari tempat itu. Baru lah para pengantar pulang.


Rakara segera kembali ke kantor, untuk melakukan rapat, yang sengaja di tunda demi mengantar adik tercinta, yang terkadang kurang akhlak, ah atau lebih di sebut minim.


Kini mereka akan kesepian karena si tukang peras sana sini tidak di sini lagi, tidak akan ada lagi yang bisa di suruh mengantar makanan ke rumah sakit, untuk Aska. Tak ada lagi si manusia tukang gombal.


Ah, tapi tak apa lah, kan itu hanya sementara. Setelah masa pendidikan publik speaking nya selesai, makan si toa ember jebol, dan si cado akan kembali mengacau mereka.


Rakara menghabiskan waktu sepanjang hari di kantor, tentu saja bersama sekertaris sekaligus asisten pribadinya, yang merangkak menjadi calon istri. Mereka menikmati waktu bersama sembari mengerjakan pekerjaan kantor, yah anggap saja sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui.


"Ran, kita malam ini makan malam di rumah ku ya," ajak Rakara berencana mengundang Rani.


"Hm..." Rani tampak berfikir, mungkin dia sedikit bingung. Ah, atau lebih tepatnya takut tidak di terima.


Karena dari apapun mereka tak sebanding, bahkan dari latar belakang saja sangat complang, Rakara yang jelas jelas dari keluarga yang terpandang, sementara Rani hanya seorang anak panti asuhan, yang kebetulan bisa beruntung, mampu mendapatkan donasi dari Angel untuk bersekolah.


Ah, bukankah ia termasuk orang yang rakus, sudah di sekolah tinggi tinggi, kini menggoda anak dari orang yang berjasa.


Rakara yang menyadari kegelisahan itu, segera menggenggam tangan Rani. Ia tak ingin calon istrinya itu memikirkan hal yang macam macam. Padahal jelas jelas apa yang di pikirkan nya itu belum tentu terjadi.

__ADS_1


"Apa mereka akan menerimaku?" tanya Rani merasa ragu.


Rakara menarik nya ke dalam pelukan, entah kenapa itu merupakan salah satu hal yang sangat di sukai nya.


"Tenang lah semua akan baik baik saja, dan kita sama sama mengerti mereka, dan tahu siapa mereka," Daniel mencoba meyakinkan Rani, untuk bertemu kedua orang tuanya.


Meskipun ini bukan yang pertama kalinya bertemu dengan Angel dan Daniel, namun tetap saja saat ini ia benar benar merasa canggung, dan gugup, seolah ini adalah pertama kalinya mereka bertemu.


"Jangan khawatir ada saya," kata Rakara sembari mengusap lembut kepala Rani. Rakara segera keluar dari ruangan mereka, kemudian segera berangkat ke rumah mereka karena ini memang sudah sore.


Setelah menempuh perjalanan hampir satu jam, Rani akhirnya sampai di rumah mewah, yang dulu sering ia datangi. Membuat Rani tak asing lagi dengan tempat itu.


Angel baru saja selesai menyiapkan makan malam untuk suami dan anak pertamanya, beserta untuk calon menantunya.


Angel segera menghampiri suami nya untuk menyambut kedatangan calon menantu. "Yah anak anak udah datang."


"Iya bee," kata Daniel segera berdiri sembari merangkul tangan sang istri tercinta.


Mereka bersama sama berjalan ke depan untuk menyambut kedatangan calon menantunya. "Ran nak ayo masuk," kata Angel memanggil Rani untuk berjalan bersama dengannya.


Rani dengan sedikit malu malu segera berjalan menuju Angel dan Daniel, Rani mencium punggung tangan Angel dan Daniel. Rani memang sering melakukan ini ketika berkunjung, tapi tak pernah semenegangkan ini.


Biasanya Rani berkunjung hanya untuk menyapa, ataupun hanya untuk bertemu Rakara, berbincang tentang urusan kantor mereka. Tidak lebih dari itu, karena satu sama lain tidak mengetahui isi hati mereka.

__ADS_1


Ternyata apa yang di takutkan Rani tidak lah sepenuhnya benar, ternyata Angel dan Daniel menyambutnya dengan baik, dan menerima Rani sebagai menantunya. Bahkan mereka terkesan sangat bahagia ketika menyambut Rani.


"Jadi kapan rencananya kalian akan menikah?" tanya Daniel sembari menyesap jus buatan istrinya.


"Rencananya setelah Raya balik yah," jawab Rakara sembari tersenyum ke arah Rani.


Sementara Rani hanya menundukkan kepalanya karena malu, Raya tak percaya dengan jawaban dari Rakara. Padahal mereka tak pernah merencanakan hal ini sebelumnya.


"Bagus lah, semakin cepat semakin baik, lagian kami tak sabar ingin menimang cucu," lanjut Daniel semabari terkekeh merangkul Angel.


Yah, mereka kini duduk berpasang pasangan. Seandainya ada Rayana di sampingnya mungkin saja Rayana akan protes. Karena hanya dirinya yang tidak memiliki pasangan, aduh hidup tukang gombal, namun tidak memiliki pasangan memang begitu. Terlalu banyak pilihan membuat Rayana tak terlalu mau memusingkan, siapa yang akan menjadi pasangannya.


Sementara di tempat lain Rayana segera bersiap siap ke tempatnya menempuh pendidikan publik speaking, Rayana telah siap dengan berbagai catatan yang ia miliki. Rayana memang sengaja mengambil publik speaking karena Rayana sadar, terkadang ia tak menguasai keadaan ketika tengah rapat, Rayana sadar akan hal itu, dan ingin memperbaiki kekurangannya.


Di tempat itu Rayana telah mendapatkan teman baru, yaitu lelaki Asia yang berasal dari Thailand. Pith nama panggilan pria itu, ia merupakan aktris kenamaan Thailand yang sedang belajar tentang publik speaking. Mereka sama sama belajar, dan saling membantu di negri orang. Tak jarang Rayana membuat sebuah video pendek tentang dirinya dan Pith, karena mereka sama sama memiliki hobi dan selera makanan yang sama.


Sehingga membuat kebersamaan mereka berlangsung sangat dekat, tak jarang teman teman nya mengira mereka adalah sepasang kekasih. Sementara Pith tak kalah dengan Rayana, ia juga sering mengunggah video pendek dan foto, dengan menandai Instagram Rayana. Sehingga muncullah gosip mengenai mereka berdua, di tambah beritanya kini hampir menyebar hingga ke Indonesia. Namun sepertinya Rayana dan Pith tak menyadari kehebohan itu, mereka asyik dengan dunia mereka, dan berbagai pelajaran baru yang mereka dapatkan, serta pengalaman baru hidup di Australia.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Teman teman maaf ya ga bisa up se rutin kemarin karena ada banyak kendala, seperti harus menyusun perbaikan skripsi, dan beberapa acara serta kesibukan lain. Aku harap kalian mengerti, dan tetap setia membaca ceritaku. Disini author berusaha se profesional mungkin untuk bisa up sebisa mungkin. Terimakasih, maaf sekali lagi....


...Jangan lupa like, komentar, vote, dan jadikan favorit. Sebagai penyemangat bagi Author. Agar, author nya lebih semangat up, dan lebih panjang lagi up nya....

__ADS_1


...Dan terimakasih sebanyak banyaknya yang sudah dengan loyalnya memberikan vote, dan hadiah, serta koin. I Love You....


__ADS_2