
Hari ini seperti biasanya Rayana dan Pith sedang berada di lokasi syuting, mereka saat ini tengah beristirahat, Pith yang tengah bercanda dengan Rayana tampa sengaja melihat gantungan tas yang sangat aneh.
"Hi Raya. How come your bag accessories are weird, cockroach-shaped," (Hi Raya, gantungan tasmu kok aneh, berbentuk kecoa) tanya Pith bingung, sontak menyentuh tas Rayana, dan melihat gantungan tas Rayana dengan seksama.
"Of course, these are not just any accessories, this magic accessories," (Tentu saja, ini bukan sembarang gantungan tas, ini gantungan ajaib) Rayana berkata dengan sombongnya, di tambah mimik wajah jumawa yang terlihat lucu. Rayana bahkan memperlihat beberapa mainan karet, yang juga berbentuk seperti kecoa.
Pith Tak tahan melihat ekspresi wajah Rayana menjadi tertawa, ia memegang tangan Rayana mencoba untuk menurunkan ke_jumawaan temannya satu ini.
"Ok try to tell me," (Ok coba beritahu kepadaku) Pith memegang tangan Rayana sembari mengusap air matanya yang sedikit terjatuh. Pith mencoba sekuat tenaga menurunkan volume tawanya, yang sejak tadi menjadi sorotan.
"This can repel pests," (Ini bisa mengusir hama pengganggu) kata Rayana dengan wajah yang sangat yakin, semakin membuat Pith terkekeh.
Pith benar benar tak mampu lagi menahan tawa nya, ia kini tak peduli lagi jika orang orang memandang ke arahnya.
"What is some kind of talisman?" (Semacam Jumat?) Pith terus tertawa meskipun tetap penasaran.
"Hm... from someone who is very afraid of cockroaches," (hm... dari seseorang yang sangat takut dengan kecoa) kini giliran Rayana yang tertawa, ia masih mengingat dengan jelas wajah panik dan takut dari dokter Aldi ketika ia kerjai.
Mereka tertawa bersama sama, dengan imajinasi yang berbada, Rayana dengan bayangan dokter Aldi ketakutan, sedangkan Pith? Ia membayangkan akan membeli benda yang sama untuk menakuti seseorang juga.
Karena mereka semakin larut dalam candaan, tiba tiba Rayana mengeluarkan mainan kecoa dari dalam tasnya, dan menyodorkan ke arah Pith. Dengan segala candaan yang ada, Pith bertingkah seolah sangat ketakutan, Pith membuat mimik wajah yang takut, semakin membuat mereka berdua tertawa.
Rayana kembali duduk tenang dengan mereda tawa mereka berdua, yang sebenarnya mereka yakini ini tak lepas dari para paparazi dan wartawan yang mengincar berita tentang mereka.
Setelah mereka mulai mereda, seorang asisten sutradara datang dan menyodorkan makan siang untuk Pith dan juga Rayana. Mereka segera menyantap makanan itu sembari sesekali berbincang.
__ADS_1
Benar saja, Sesuai dugaan semua kegiatan mereka tak lepas dari kamera lensa paparazi dan para wartawan, menyangka itu adalah kemesraan yang Pith dan Rayana lakukan.
Berita hubungan antara mereka pun mulai berkembang semakin besar, ada pro dan kontra pula terhadap hubungan mereka yang di isukan selama ini.
Lain halnya di tempat lain tepatnya di rumah sakit tempat Aska bekerja, para dokter kembali makan siang bersama di kantin, entah kenapa acara berita gosip yang selalu terekspos hari akhir akhir ini adalah gosip Rayana dan Pith.
Seperti saat ini, berita tentang kedekatan Rayana dan Pith Kembali menjadi sorotan media, bahkan sepertinya mereka sangat update, berita yang baru saja mereka liput secara diam diam ikut menjadi bahan konsumsi publik.
"Wah berita ini lagi ya," dokter Ibnu memandang ke arah tv yang tengah menayangkan berita tentang Rayana dan Pith.
"Wah iya, makin lengket aja tuh," sambung dokter Iwan.
"Ganteng sama cantik sih, tapi sayang beda agama," dokter Ian ikut nimbrung dengan ucapan mereka.
"Bagaiman dengan anda selaku paman?" dokter Ian kembali lagi bertanya, tapi kali ini pandangan mereka teralihkan semua ke arah Aska.
"Jelas ga setuju lah, orang beda agama, apalagi kedua orang tuanya dan Rakara pasti juga ga setuju," jelas Aska sembari melirik ke arah dokter Aldi.
Aska dapat melihat dengan samar ada sedikit lekukan di bibir dokter Aldi, yang membentuk sebuah senyuman samar.
"Aldi komentar dong, keponakan teman kita ini, yang ah kalau bisa jadi keponakan menantunya kan senang dikit," katanya dokter Ibnu menaik turunkan alisnya.
"Hm... itu hanya gosip mungkin," kata dokter Aldi, membuat yang lain tiba tiba berfikir tentang perkataan dari dokter Aldi.
Sebenarnya dokter Aldi sendiri mencoba meyakinkan pada dirinya sendiri, agar dirinya lebih bisa tenang hari ini, dan bekerja dengan profesional, tampa terganggu dengan gosip tersebut.
__ADS_1
Dokter Aldi segera menyelesaikan makannya dengan cepat, kemudian meninggalkan yang lain, yang masih asyik menonton acara gosip.
Aska juga ikut berdiri dan menyusul dokter Aldi, Aska sedikit tersenyum melihat tingkah cemburu temannya satu ini.
"Mau nomor Raya?" Aska memancing kembali sahabatnya.
Seketika dokter Aldi berhenti mendengar kata kata penuh vitamin dari Aska, matanya berbinar mendengar kata nomor Raya.
"Kirim sekarang juga," kata dokter Aldi penuh semangat, membuat Aska terkekeh di buatnya.
"Semangat banget, tadi lesu loyo bukan main," ledek Aska namun tak membuat senyum manis yang terbit di bibir dokter Aldi luntur. "Dasar bucin."
Dokter Aldi terkekeh mendengar kata kata terakhir dari temannya, untung saja paman gadis yang di sukai_nya mendukung dirinya, jika tidak maka peluang mendapatkan si gadis pujaan akan terhambat pula.
Setelah menerima nomor telepon tersebut, dokter Aldi segera menuju ruangannya dengan hati di penuhi bunga bunga bermekaran, ia masuk ke dalam ruangannya sembari menyapa kedua suster yang bekerja untuk nya. Sontak saja yang di sapa hanya menjawab seadanya, sembari tersenyum kikuk. Karena tak biasanya dokter satu ini begitu.
Dokter Aldi segera melihat ponselnya, dan segera menyimpan nomor Rayana yang baru saja di kirim oleh Aska. Setelah menyimpannya dokter Aldi segera mengirimi pesan kepada Rayana.
"Sayang nanti saya datang ke rumah kamu ya, dengan anak kita, soalnya katanya kangen sama mamanya," isi pesan tersebut yang baru saja di kirim oleh dokter Aldi
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Teman teman maaf ya ga bisa up se rutin kemarin karena ada banyak kendala, seperti harus menyusun perbaikan skripsi, dan beberapa acara serta kesibukan lain. Aku harap kalian mengerti, dan tetap setia membaca ceritaku. Disini author berusaha se profesional mungkin untuk bisa up sebisa mungkin. Terimakasih, maaf sekali lagi....
...Jangan lupa like, komentar, vote, dan jadikan favorit. Sebagai penyemangat bagi Author. Agar, author nya lebih semangat up, dan lebih panjang lagi up nya....
__ADS_1
...Dan terimakasih sebanyak banyaknya yang sudah dengan loyalnya memberikan vote, dan hadiah, serta koin. I Love You....