
Saat ini dokter Aldi dan Daniel sudah berada di dalam ruang kerja Daniel. Daniel tampak sangat serius membuat dokter Aldi sedikit menegang.
"Sebenarnya ada apa yah?" tanya dokter Aldi sedikit gugup, karena tak pernah menghadapi mertuanya dalam keadaan seperti ini.
"Ini, sepertinya mantan istri kamu sudah memulai aksinya, kemarin surat dari pengadilan sudah datang," Daniel segera meletakkan surat dari pengadilan agama.
"Ini," dokter Aldi melihat amplop itu dengan nanar.
Dokter Aldi bahkan tak pernah membayangkan akan jauh dari Willi, bahkan ketika ia sudah memiliki anak, dokter Aldi tetap menginginkan Willi sebagai kakak dari anak anaknya.
"Kamu tenang saja ayah sudah mempersiapkan segalanya, ayah ingin kamu fokus terhadap anak dan istri mu," kata Daniel mencoba menenangkan menantunya, ia dapat melihat raut ketegangan di wajah dokter Aldi. "Pengacara kita sudah siap, ayah sudah mempersiapkan tiga pengacara sekaligus untuk ini."
"Terimakasih yah," kata dokter Aldi terharu karena ayah mertuanya sangat prihatin. Ia mengusap air matanya yang sempat terjatuh.
"Hm, dan berkat video kecelakaan mantan istri kamu itu akibat mabuk, akan memperkuat posisi kita di pengadilan," Daniel tersenyum melihat wajah dokter Aldi yang berubah menjadi lebih baik. "Sebaiknya kamu cerita pelan pelan kepada Raya, dia juga berhak tahu."
"Iya yah makasih," hanya itu yang bisa dokter Aldi keluarkan dari mulutnya, rasanya berterimakasih pun tidak akan cukup.
"Ingat ayah ini sekarang adalah ayahmu juga, tidak ada seorang ayah yang ingin melihat anak anaknya bersedih," kata Daniel segera merangkul menantunya.
Setelah pembicaraan selesai dokter Aldi dan Daniel segera keluar dari ruang tersebut, kemudian kembali ikut bergabung bersama Rayana, Angel dan Willi di ruang tengah.
"Kalian habis ngapain?" Rayana menatap curiga kepada kedua orang tersebut, Rayana merasa ada yang di sembunyikan.
"Tidak ayah cuman ngasih wejangan kepada mantu ayah, biar cepat hamilin anak ayah," kata Daniel sontak membuat Rayana memonyongkan bibirnya.
Sejujurnya ia tak mempercayai hal tersebut, mereka pasti membicarakan hal penting lainnya, namun ia tak mungkin memaksa untuk saat ini, bait nanti ia tanya langsung kepada suaminya.
"Maaf non makan siang sudah siap," seorang maid datang untuk memberitahukan makan siang kepada mereka.
"Iya bi, ayo makan dulu," akta Angel segera menggandeng tangan Willi untuk ke meja makan.
"Tu kan, coba aja bukan cucu sudah kesal ayah nak," Daniel tiba tiba melakukan curhat colongan kepada anak bungsunya.
__ADS_1
"Menantu kok sama mertua kelakuannya sama," gumam Rayana jengah melihat ayahnya.
"Emang si Aldi gitu?" tanya Daniel penasaran.
"Tau ah, pusing kepala berbi, ganti Ken aja ah," Rayana segera berjalan mendahului ayahnya.
"Raya tega sama ayah nak," Daniel membuat wajahnya menjadi seolah sangat sedih.
"Ayah sayang, kasian banget sih, bunda ga perhatian lagi ya sama ayah?" Rayana ikut ikutan membuat wajah sedih.
"Iya nak, bunda entah kenapa sangat cuek kepada ayah," Daniel kembali membuat drama.
Ah, seperti nya mereka memang di takdir kan menjadi anak dan ayah, karena kelakuan dan tingkah mereka yang sama.
"Bunda jahat ya yah, yaudah ayah tinggal di rumah Raya aja deh, biar bunda tahu rasa," Rayana bertingkah seolah menghapus air matanya. "Itu pun kalau ayah kuat."
Angel menggeleng mendengarkan kata kata putrinya, memang benar bahwa suaminya itu memang tak akan kuat jauh darinya, contohnya saja saat dirinya pergi ke Belanda untuk menemui Daddy-nya, Daniel segera menyusulnya.
Kini mereka kembali ke rumah bersama Willi, Willi tampaknya benar benar kelelahan sehingga Willi tertidur pulas di pangkuan Rayana.
Dokter Aldi keluar dan segera mengambil alih Willi dari Rayana. Rayana berjalan tepat di belakang dokter Aldi yang segera masuk ke dalam kamar Willi. Babysiter Willi pun tampak ikut masuk ke dalam kamar Willi.
"Tuan, nyonya silahkan istirahat biar Willi saya yang jagain," kata babysiter Willi sopan.
Dokter Aldi segera mengangguk dan segera menggandeng Rayana keluar dari kamar Willi. "Iya makasih mbak," kata Rayana sebelum keluar dari kamar Willi.
Setelah mereka berada di dalam kamar, dokter Aldi segera menarik Rayana ke dalam pelukannya, sebenarnya ia ingin mendengarkan dirinya untuk masalah yang akan mereka hadapi.
"Sayang sebenarnya ada yang mau aku omongin dengan kamu," kata dokter Aldi segera membawa Rayana ke dalam gendongan menuju ke tempat tidur.
"Apa ini tentang yang tadi siang?" Rayana tampaknya benar benar bisa menebak isi kepala dokter Aldi.
Dokter Aldi segera memeluk Rayana dengan erat. "Hm, tadi ayah ngasih surat dari pengadilan, sepertinya Agnes benar benar mau mengambil Willi."
__ADS_1
Rayana mengusap lembut punggung suaminya. "Sayang ga usah khawatir, semua yang kita miliki sudah lebih dari cukup, ayah juga pasti sudah minta pengacara untuk mengurus hal ini."
Dokter Aldi menenggelamkan wajahnya di leher jenjang Rayana, kemudian menghirup aroma Rayana dalam dalam.
"Aku cinta banget sama kamu sayang," dokter Aldi kembali mengungkapkan rasa sayangnya kepada Rayana.
Rayana melonggarkan pelukannya dan melihat wajah suaminya dengan seksama, dokter Aldi segera mengangkat Rayana kedalam pangkuannya.
Rayana kembali melihat melihat wajah khawatir dari suaminya, sepertinya penyakit suaminya masih belum sembuh, meskipun ia dapat mengendalikannya sekarang, tampak ia sangat tenang di hadapan ayah dan bunda Rayana.
Walaupun sejujurnya ia sangat gelisah dan ingin pulang secepat mungkin, hal itu dapat Rayana sadari dari gerak gerik dokter Aldi, yang selalu mengepakkan tangannya, bertanda dokter Aldi tengah berada dalam keadaan gelisah.
"Sepertinya kamu sudah bisa mengendalikan emosimu, buktinya saja tadi kamu baik baik saja," kata Rayana mengalungkan tangannya di leher dokter Aldi.
Rayana segera mengecup bibir suaminya berkali kali, kemudian segera tersenyum. "Ini hadiah untuk kamu yang sudah bisa mengendalikan emosi kamu."
Dokter Aldi tersenyum segera menarik tengkuk Rayana dan me*lu*mat bibirnya sebentar. "Ini hadiah buat kamu, karena ini semua berkat kamu, kamu yang selalu ada untuk aku, dan menerima aku apa adanya."
Dokter Aldi kembali ******* bibir Rayana kembali. "Terimakasih banyak sayang, you are the best."
Rayana tersenyum kemudian memeluk dokter Aldi dengan erat. "Sama sama sayang."
Hi semua novel baru author udah ada nih, judulnya Mr. Gay Vs Colonel cantik, jangan lupa di baca dan di like ya, di tunggu kedatangannya di novel baru author.
Oh ya cuman mau mohon doanya soalnya author kemaren kecelakaan, mohon doanya supaya author cepat sembuh dan tambah semangat lagi nulisnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Selamat hari raya idul Fitri semua, bagi teman teman sekalian bagi yang muslim 🙏🙏🙏...
...Mohon maaf jika ada salah dan kekhilafan serta ketersinggungan selama author menulis novel terimakasih...
...Jangan lupa like, komentar, vote, dan jadikan favorit. Sebagai penyemangat bagi Author. Agar, author nya lebih semangat up, dan lebih panjang lagi up nya....
__ADS_1