Duda Genit

Duda Genit
S2 (Cerita Dokter Aldi)


__ADS_3

Rumah keluarga Mark Rosyid atau lebih tepatnya di ruang kerja Daniel, kini tengah berkumpul tiga pengacara, Daniel, Angel, Rakara beserta istri, Dokter Aldi serta Rayana,


Sementara Willi? Willi saat ini tengah bermain bersama babysiter nya, mereka saat ini berada di ruang bermain khusus anak anak.


Mereka sengaja tidak mengajak Willi, karena merasa Willi masih terlalu kecil untuk mengetahui hal yang menimpanya, tunggu ketika umurnya sudah cukup untuk dapat mencerna kejadian hari ini, maka Willi akan di beritahu segalanya.


Cukup mereka saja yang tahu, orang orang yang akan melindungi Willi, hingga Willi cukup dewasa untuk menghadapi semua hal di hidupnya.


"Jadi bagaimana berdasarkan semua bukti yang kita miliki?" Daniel tampak begitu penasaran dengan hal itu.


Tampak orang orang yang berada di dalam ruangan tersebut, juga menampakkan wajah yang sama penasarannya dengan Daniel.


"Kalian tenang saja jika berdasarkan hal itu, maka kemungkinan besar kita akan memenangkannya, terlebih lagi tentang kasus penabrakan yang baru saja terjadi," kata pengacara mereka. "Ah, satu lagi sepertinya mereka menggunakan narkoba, jika kita dapat mengungkapkan hal ini, maka kita akan menang telak."


Semua orang yang berada di dalam ruangan tersebut mangut mangut sembari bernafas lega, karena kemungkinan besar mereka akan memenangkan kasus ini.


"Tapi terkecuali tuduhan tentang narkoba itu tidak dapat kita temukan buktinya, dan satu lagi jika tuan memiliki kendala, atau ada sesuatu dengan tuan Aldi yang bisa membuat kita di beratkan," tiba tiba salah seorang pengacara mengatakan hal itu.


Sontak saja itu membuat Rayana menegang, sejujurnya Rayana juga takut keluarga tak menerima keadaan dari suaminya.


"Sebenarnya saya memiliki penyakit," dokter Aldi tiba tiba bersuara, sontak membuat Rayana menegang.


Sementara yang lain tampak penasaran, karena selama ini dokter Aldi terlihat baik baik saja, karena terlihat tidak mengonsumsi obat obatan ataupun herbal lainnya.


"Prolonged grief disorder, penyakit mental akibat kehilangan seseorang," dokter Aldi sedikit menundukkan kepalanya karena malu.


Namun Rayana segera menggenggam tangan dokter Aldi, sontak membuat dokter Aldi tersenyum. Sementara Rakara yang berada di samping dokter Aldi, tiba tiba menepuk pundak dokter Aldi.


Dari sorot mata Rakara dapat dokter Aldi lihat, bahwa Rakara saat ini tengah memberinya kekuatan yang besar. Dokter Aldi tersenyum kemudian memandang ke arah mertuanya, sungguh ia sangat takut jika tiba tiba kedua orang tuanya meminta dirinya bercerai dengan istrinya, karena penyakitnya ini.


Namun pada saat dokter Aldi memandang ke arah ayah mertuanya, tampak ayah mertuanya tersenyum seolah mengatakan tak apa, kami ada di sini. Dokter Aldi sedikit menitikan air matanya, tak menyangka akan mendapat keluarga yang seperti ini, menerima kekurangannya.

__ADS_1


Dokter Aldi segera memeluk tubuh Rayana yang ada di sampingnya, tampak tubuh dokter Aldi sedikit bergetar menahan tangis, bukan tangis kesedihan, melainkan tangis haru yang keluar dari dirinya.


Setelah merasa cukup tenang dokter Aldi sedikit sedikit melonggarkan pelukannya, kemudian kembali memandang ke arah pengacara.


"Jadi bagaiman dengan penyakit anda?" pengacara itu tampak begitu penasaran.


"Sebenarnya semua semakin baik baik saja, dokter juga menyatakan bahwa aku sudah hampir pulih," kata dokter Aldi menggenggam tangan Rayana. "Ini semua berkat Raya, entah apa yang terjadi jika dia tidak ada."


Angel tersenyum bangga kepada putrinya, karena mampu berdiri dan menjadi kekuatan untuk suaminya, di saat suaminya berada di bawah.


Begitupun dengan Rani, kakak ipar Rayana. Rani benar benar salut akan Rayana yang mampu menjadi kekuatan untuk suaminya, Rani berjanji kepada dirinya sendiri, akan berdiri seperti Rayana ketika suaminya berada di bawah.


"Kakak bangga dengan kamu Ray, walaupun sableng tapi bisa bijak juga," kata Rakara mencoba mencairkan suasana.


Semua orang terkikik mendengarkan pujian sekaligus ejekan dari Rakara, sungguh mampu mencairkan suasana.


"Ih, Raya ga sableng ya," kesal Rayana melirik Rakara dengan pandangan penuh permusuhan.


"Ya sudah, nanti kita urus surat terbaru dari dokter, untuk surat kesehatan," kata salah satu pengacara. "Yang terpenting tuan Aldi sudah hampir sembuh."


......................


Setelah selesai membicarakan tentang kasus yang akan mereka hadapi, para pengacara akhirnya keluar, namun tidak untuk para anggota keluarga yang lainnya.


"Jadi sebenarnya kenapa kamu bisa terkena Progrieder," Daniel tampak kewalahan menyebut penyakit dari dokter Aldi.


Semua memandang jengah ke arah Daniel, membuat Daniel cengengesan tak jelas, malu karena kesulitan menyebut nama penyakit menantunya.


"Prolonged grief disorder yah," kata Rayana menjelaskan kepada ayahnya.


"Ah iya itu maksudnya," kata Daniel membenarkan kata kata Rayana.

__ADS_1


"Coba ulang yah," pinta Rayana membuat semua orang mengulum senyum.


Merasa tertantang membuat Daniel membusungkan dadanya. "Ok," jawab Daniel.


Daniel menarik nafasnya dalam dalam mencoba mengingat satu persatu kata kata yang di keluarkan Rayana.


"Pronged griel disorder," kata Daniel mantap.


"Yah sejak kapan menantu bungsu ayah jadi cewek," ledek Rayana membuat Angel terkikik geli.


"Udah udah, ayo Aldi cerita, kalau dengerin mereka sampai Rihanna sholawatan juga ga akan kelar," kata Angel melerai kedua anak dan dan ayah itu.


Raut wajah dokter Aldi tiba tiba sedikit sendu ketika akan membicarakan tentang masalalu, ia sedikit sedih ketika mengingat hal tersebut.


"Penyakit ini mulai timbul karena papa dan mama kecelakaan, mereka kecelakaan akibat di celakai oleh para pesaing bisnis. Sebenarnya perjalan itu seharusnya Aldi yang mengambil alih, namun karena Aldi harus menjaga Willi dan juga harus menyelesaikan tugas kantor lainnya, akhirnya Aldi meminta papa dan mama untuk menggantikan Aldi, mereka setuju," kata dokter Aldi sedikit menggantung, dokter Aldi menggenggam tangan Rayana dengan erat, mencoba meredakan emosi yang tiba tiba menjalar.


"Mereka akhirnya mengalami kecelakaan, seandainya saja waktu itu Aldi yang pergi, mungkin saja orang tau Aldi masih ada," Rayana segera menarik dokter Aldi kedalam pelukannya, dokter Aldi bergetar menahan isak.


Rakara yang mendengar cerita dokter Aldi juga merasa sedih, ia segera mengusap lembut punggung adik iparnya, agar tak pernah merasa sendirian lagi.


Rakara sudah tidak kaget lagi, karena Rayana sudah bercerita tentang dokter Aldi, dan juga meminta bantuan untuk menemukan penyebab kecelakaan dari orang tua dokter Aldi.


Hi semua novel baru author udah ada nih, judulnya Mr. Gay Vs Colonel cantik, jangan lupa di baca dan di like ya, di tunggu kedatangannya di novel baru author.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Selamat hari raya idul Fitri semua, bagi teman teman sekalian bagi yang muslim 🙏🙏🙏...


...Mohon maaf jika ada salah dan kekhilafan serta ketersinggungan selama author menulis novel terimakasih...


...Jangan lupa like, komentar, vote, dan jadikan favorit. Sebagai penyemangat bagi Author. Agar, author nya lebih semangat up, dan lebih panjang lagi up nya....

__ADS_1


__ADS_2